February 15, 2019



Spirit Muslim. Kesadaran akan kesehatan kini nampaknya mulai tertanam dalam pikiran generasi saat ini, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa kini mulai mengetahui arti pentingnya dari kesehatan. Kesehatan sejatinya merupakan salah satu aset berharga yang harus senantiasa kita jaga untuk investasi masa tua kelak. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan, mulai dari makan-makanan sehat, pola hidup sehat, hingga olahraga yang cukup.

Olahraga dinilai menjadi salah satu cara ampuh untuk menjaga kesehatan seseorang, pasalnya olahraga memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh, seperti membakar kalori, menurunkan hormon kortisol, dan lain sebagainya.

Islam sendiri memberikan perhatian lebih pada hal olahraga ini, pasalnya olahraga akan membuat generasi umat Islam memiliki kesehatan fisik dan psikis yang lebih baik, sehingga kelak diharapkan akan mempermudah umat untuk menyebarkan syiar Islam diberbagai penjuru dunia.

Baca Juga: Adab-adab tidur yang diajarkan Rasulullah S.A.W

Berlari, berenang, memanah, dan berkuda merupakan 4 olahraga yang dianjurkan dan direkomendasikan dalam Syari’at Islam. Keempat olahraga tersebut sudah jelas tersebut dalam beberapa sabda Rasulullah S.A.W. Ini membuktikan bahwa Rasulullah sangat memperhtikan kesehatan umatnya melalui olahraga tersebut.

Lantas seperti apa penjelasan lebih lanjut perihal rekomendasi serta anjuran –anjuran olahraga yang baik bagi umat Islam ? berikut penjelasan selengkapnya.

DALIL TENTANG ANJURAN OLAHRAGA.

Rasulullah S.A.W menginstruksikan agar umatnya memiliki keimanan yang kuat ditunjang dengan daya tahan tubuh yang optimal. Inilah generasi umat Islam yang produktif, kelak akan melancarkan jalan bagi tersebarnya ajaran Islam di muka bumi ini. Rasulullah S.A.W. bersabda:

عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اْلمُؤْمِنُ اْلقَوِيُّ خَيْرٌ وَاَحَبَّ اِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنَ اْلمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ،  وَفِي كُلِّ خَيْرٍ اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجَزْ، وَاِنْ اَصَابَكَ شَيءٌ فَلَا تَقُلْ : لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَ كَذَا ،  وَلَكِنْ قُلْ :  قَدَرُاللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ ، فَاِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ   ( اخرجه مسلم : كِتَابُ اْلقَدَرِ: بَابُ فِي اْلاَمْرِ بِاْلقُوَّةِ وَتَرْكِ اْلعَجْزِ

Artinya:
”Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a: Rasulullah Saw. Bersabda, “ Orang mukmin  yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah ‘Azza wa jalla daripada mukmin yang lemah. Dan bagi masing-masing orang mukmin ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah kamu untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta jangan putus asa. Dan jika kamu mendapatkan suatu cobaan, janganlah berkata, “seandainya kukerjakan, tentu begini dan begini. Akan tetapi katakanlah, begitulah Allah melakukan apa yang dikehendaki-Nya, sebab kata-kata ‘seandainya’ adalah membuka perbuatan (godaan) setan". (HR. Muslim).

Hadits diatas menerangkan bahwa Allah S.W.T menyukai mukmin yang kuat. Oleh karena itu, olahraga itu perlu. Kekuatan yang dimaksud dalam hadits Rasulullah S.A.W tersebut adalah kekuatan iman dan jasmani, sebagaimana perkara yang bermanfaat bagi kita adalah perkara yang bermanfaat untuk urusan dunia kita serta akhirat kita. Selain memiliki keimanan yang kuat, penting bagi kaum muslim untuk memiliki tubuh yang sehat dan kuat agar bisa selalu menjaga kekuatan islam.

Baca Juga: Khasiat rahasia madu yang tercantum dalam Al-Qur'an

Islam memandang olahraga menjadi satu kesatuan dalam tuntunan Syari’at dengan tujuan untuk mengembangkan kebugaran jasmani, mental, sosial, serta emosional bagi seseorang dengan wahana aktivitas jasmani. Beberapa tujuan dalam olahraga yakni  menjaga dan memelihara kesehatan badan termasuk organ-organ pernapasan, peredaran darah, dan pencernaan, meliputi otot-otot dan urat saraf, serta melatih kecekatan dan ketangkasan. Dengan bersinerginya kekuatan iman dan kesehatan jasmani seseorang maka akan lahir generasi penerus islam yang berkualitas.

INILAH OLAHRAGA REKOMENDASI ALA ISLAM.
1. Berlari.

Berlari menjadi salah satu olahraga yang cukup banyak dilakukan oleh seseorang, Ini tak lain karena lari merupakan salah satu olahraga yang cukup sederhana yang bisa dilakukan oleh siapapun juga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sekalipun. Bahkan anak kecil sejak dini secara tidak langsung diperkenalkan olahraga berlari dengan cukup menyenangkan melalui sebuah permainan yang dikenal dengan nama petak umpet.

Olahraga berlari ini bukanlah olahraga yang berhasil ditemukan pada abad ini, akan tetapi olahraga ini pada dasarnya sudah diperkenalkan oleh Rasulullah S.A.W bersama dengan Aisyah radhiallahu’anha pada saat mereka sedang dalam perjalanan.

حدثنا ابو صالح الآنطاقي مجبوب بن موسى , اخبرنا ابوا اسحاق يعني الفزري وعن عاءشة رضي الله عنها , انها كانت مع النبي في سفر , قالت, " فسبقته على الرجالي ,فلما حملت لحم سابقته فسبقني . فقال , "هذه بتلك السبقة . " (رواه ابو داود

Artinya:
"Menceritakan kepada kami Abu Shalih al-Anthaqi Mahbub ibn Musa, memberitakan kepada kami Abu Ishaq yakni al-Fazari, dari Hisyam ibn ‘Urwat, dari ayahnya dari Aisyah Ra, Bahwasannya dia pernah bersama Nabi SAW dalam perjalanan. Aku berpacu lari dengan beliau dan aku berhasil memenangkannya. Kemudian ketika aku sudah gemuk aku mengajak beliau berpacu, dan beliau menyelipku, sambil berseru, “Ini untuk perlombaan itu.” (HR. Abu Dawud).

2. Berenang.

Berenang menjadi salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W seperti dalam sabda beliau:

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ الْحَرَّانِيُّ ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَلَمَةَ ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحِيمِ ، قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحِيمِ الزُّهْرِيُّ ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ ، قَالَ : رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ ، وَجَابِرَ بْنَ عُمَيْرٍ الأَنْصَارِيَّيْنِ يَرْمِيَانِ ، فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ” كُلُّ شَيْءٍ لَيْسَ فِيهِ ذِكْرُ اللَّهِ ، فَهُوَ لَهُوٌ وَلَعِبٌ ، إِلا أَرْبَعَ : مُلاعَبَةُ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ ، وَتَأْدِيبُ الرَّجُلِ فَرَسَهُ ، وَمَشْيُهُ بَيْنَ الْغَرَضَيْنِ ، وَتَعْلِيمُ الرَّجُلِ السَّبَّاحَةَ

Artinya:
"Muhammad bin Wahb Al Harrani mengabarkan kepadaku, dari Muhammad bin Salamah, dari Abu Abdirrahim, ia berkata: Abdurrahim Az Zuhri menuturkan kepadaku, dari ‘Atha bin Abi Rabbah, ia berkata: aku melihat Jabir bin Abdillah Al Anshari dan Jabir bin Umairah Al Anshari sedang latihan melempar. Salah seorang dari mereka berkata kepada yang lainnya: aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “setiap hal yang tidak ada dzikir kepada Allah adalah lahwun (kesia-siaan) dan permainan belaka, kecuali empat: candaan suami kepada istrinya, seorang lelaki yang melatih kudanya, latihan memanah, dan mengajarkan renang”. (HR. Nasai).

Seperti yang kita ketahui, bahwa berenang kini menjadi salah satu cabang olahraga dalam berbagai perlombaan, baik kelas nasional maupun internasional. Ini sekaligus menjadi salah satu sosialisasi bahwa berenang memiliki efek yang baik bagi kesehatan seseorang.

Dalam berenang seseorang membutuhkan stamina yang cukup kuat untuk mengayuh badan menggunakan lengan, dan secara tidak langsung ini juga melatih otot-otot lengan menjadi lebih kuat. Selain itu kekuatan kaki dalam berenang juga tidak bisa disepelekan, pasalnya kaki juga berfungsi untuk mendorong seseorang saat ia berenang. Tekanan tubuh saat berada dalam air pun juga bertambah besar yang membuat seseorang harus berusaha lebih keras mendorong tubuhnya. Semua gerakan inilah yang nantinya akan membuat seseorang memiliki fisik yang lebih kuat.

Maka benar lah sabda Rasulullah S.A.W yang menyuruh umatnya untuk melakukan salah satu olahraga ini. Tidak bisa dipungkiri, berenang memang memiliki banyak manfaat dari segi kesehatan, sehingga dengan ini diharapkan umat Islam memiliki kesehatan jasmani yang optimal untuk syiar agama Islam kelak.

3. Memanah.

Ketepatan sasaran menjadi kunci utama dalam olahraga yang satu ini, yakni memanah. Pasalnya tidak hanya kekuatan lengan saja yang dilatih dalam olahraga ini, akan tetpi ketangkasan dalam membidik target juga menjadi salah satu tujuan akhir dalam olahraga ini. Diperlukan konsentrasi dan ketajaman mata yang baik dalam olahraga ini, salah perhitungan sedikit saja maka anak panah akan meleset dari target yang telah ditentukan. Mengingat sangat bermanfaat dan pentingnya  olahraga ini, sampai-sampai Rasulullah S.A.W bersabda:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ يَقُوْلُ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللّه صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُوْلُ وَأَعِدُّوالَهُمْ مَااسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيييُ أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيييُ أَلاَ إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيييُ

Artinya:
"Uqbah bin Amir berkata, “ saya mendengar Rasulullah Saw bersabda ketika beliau sedang berada atas mimbar, “Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, Ketahuilah bahwa sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, Ketahuilah bahwa sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah". (HR. Muslim).

Al-Bazzar dan Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Hendaklah kamu memanah karena ia adalah permainanmu yang terbaik.” Senada dengan itu, Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah S.A.W pernah memberikan motivasi kepada sahabat agar mereka bergairah memanah.

Salah satu pesan yang ingin disampaikan oleh Rasulullah S.A.W dalam hadits diatas adalah bahwa setiap umat muslim harus belajar atau melatih konsentrasi agar bisa fokus pada sesuatu hal. Pikiran fokus pada target, akan tercapai bila kita bisa mensinergikan antara kekuatan dan  Tubuh dengan  Pikiran dan perasaan.

4. Berkuda.

Sehubungan dengan olahraga berkuda ditemukan pula riwayat dari Rasulullah S.A.W Di antaranya hadis riwayat Ibnu Majah dari ‘Uqbah bin ‘Amir al-Juhani:

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ ارْمُوْا وَارْكَبُوْا وَاَنْ تَرْمُوْا أَحَبُّ اِلَيَّ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوْا وَإِنْ كُلَّ شَيْئٍ يَلْهُوْ بِهِ الرَّجُلُ بَاطِلٌ إِلاّ رَمْيَةَ الرَّجُلِ بِقَوْسِهِ وَتَأْدِيَبَهُ فَرَسَهُ وَمُلَا عِبَتَهُ امْرَأَتَهُ.

Artinya:
"Dari Uqbah bin Amir Al-Juhani bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Memanahlah dan kendarailah olehmu (kuda). Namun, memanah lebih aku sukai daripada berkuda. Sesungguhnya setiap hal yang menjadi seseorang adalah batil, kecuali yang memanah dengan busurnya, mendidik atau melatih kudanya, dan bersenang-senang dengan istrinya.” (HR. Ibnu Majah).

Dari hadis di atas dipahami bahwa berkuda dan memanah termasuk olahraga yang disukai oleh Rasulullah S.A.W Kemampuan berkuda dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, mulai dari aktivitas sehari-hari seperti membawa barang dagangan hingga berperang.

Kuda merupakan simbol kekuatan fisik, ia memiliki daya tahan yang baik dalam hal kecepatan, ini karena kuda ditunjang oleh kaki-kaki yang memiliki otot yang kuat dan stabil. Sehingga jika seseorang mampu menjinakkan dan mengendalikan kuda dengan baik, maka ia akan mampu mengoptimalkan dan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki oleh kuda tersebut.

Dalam berkuda seseorang dituntut untuk mampu mengendalikan kuda yang ditungganginya, ini membutuhkan usaha dan tenaga yang tidak sedikit mengingat kuda memiliki fisik yang tangguh. Selain itu saat seseorang menunggangi kuda, ia juga harus mempu mengontrol badannya agar tetap stabil mengendarai tunggangannya tersebut. Inilah mengapa berkuda menjadi salah satu olahraga yang direkomendasikan oleh Rasulullah S.A.W.

0 comments:

Post a Comment