February 16, 2019


Spirit Muslim. Marhaban ya ramadhan.....marhaban ya ramadhan...marhaban ya ramadhan. Ramadhan kini diujung mata, sebuah bulan dimana bulan ini termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah S.W.T. Ini adalah bulan yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia, banyak diantara mereka mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya bulan yang agung ini.

Bahagia akan datangnya bulan Ramadhan menjadi salah satu cerminan rasa iman umat Muslim terhadap agama Islam. Bukan tanpa sebab, ini karena dalam bulan suci Ramadhan banyak sekali amalan-amalan serta ibadah-ibadah yang dapat dilakukan oleh umat Muslim untuk menambah pundi-pundi amal shalih mereka, mulai dari puasa wajib, malam lailatul Qadar, hingga amalan-amalan sunnah lainnya seperti Shalat Tarawih yang mana semua amalan-amalan ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah S.W.T.

Kebahagiaan yang terpancar tidak bisa mereka sembunyikan dari balik raut wajah mereka. Sebelas bulan mereka menunggu bulan ini datang kembali. Maka pantas rasanya jika setiap umat Muslim selalu merindukan bulan ini.


Terdapat sebuah hadits yang sering kita dengarkan yang menganjurkan umat Muslim untuk berbahagia menyambut bulan suci Ramadhan, hadits tersebut adalah:

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

Artinya:
”Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Perlu diketahui, hadits diatas tidak tercantum sebagaimana hadits-hadits mahsyur lainnya. Hanya saja hadits diatas terdapat dalam kitab Durratun Nasihin yang mana terdapat banyak pertentangan perihal keabsahan kitab tersebut. Pasalnya kitab ini selain dipenuhi dengan hadis Dhaif dan palsu (Maudhu’), kitab ini juga dipenuhi hadits yang statusnya laa ashla lahu (tidak ada sumbernya). Derajat hadis laa ashla lahu jauh lebih parah dari pada hadis palsu. Karena hadis dengan status semacam ini, tidak memiliki sanad dan sama sekali tidak ada sumber kitab hadis yang mencantumkannya.

Bukan lah suatu yang salah jika umat Muslim berbahagia atas datangnya bulan suci ini, namun yang perlu digaris bawahi bahwa hadits tersebut tidak jelas asal usulnya dan Rasulullah S.A.W sendiri tidak menjelaskan secara langsung fadhilah apa saja yang didapatkan seseorang jika berbahagia atas datangnya bulan Ramadhan.


Berbahagia akan datangnya bulan Ramadhan merupakan salah satu cara umat Muslim mengekspresikan kebahagiaan dan kebanggaan mereka akan agama Islam, pasalnya pada bulan ini merupakan salah satu bulan yang dirahmati Allah S.W.T yang mana semua amal kebaikaan dan pahala akan dilipatgandakan, syetan-syetan dibelenggu dan neraka ditutup rapat-rapat oleh Allah S.W.T Inilah bulan dimana didalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Sungguh tidak ada alasan lagi bagi umat Islam untuk tidak bergembira dan berbahagia akan datangnya pada bulan ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أتاكم رمضان شهر مبارك. فرض الله عز وجل عليكم صيامه، تفتح فيه أبواب السماء، وتغلق فيه أبواب الجحيم، وتغلّ فيه مردة الشياطين، لله فيه ليلة خير من ألف شهر، من حرم خيرها فقد حرم

Artinya:
"Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan." (HR. Ahmad, Nasai 2106, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Mengomentari hadits diatas, Syaikh Abdullah Al-Fauzan mengatakan,

في هذا الحديث بشارة لعباد الله الصالحين بقدوم شهر رمضان المبارك، لأن النبي صلى الله عليه وسلم أخبر الصحابة – رضي الله عنهم – بقدومه، وليس هذا إخباراً مجرداً بل معناه بشارتهم بموسم عظيم، يقدره حقّ قدره الصالحون المشمرون، لأنه بين فيه ما هيأ الله لعباده من أسباب المغفرة والرضوان وهي أسباب كثيرة، فمن فاتته المغفرة في رمضان فهو محروم غاية الحرمان

Artinya:
“Dalam hadis ini terdapat kabar gembira bagi para hamba Allah yang shaleh dengan datangnya bulan Ramadhan yang diberkahi. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepada para sahabat akan kedatangan Ramadhan. Dan ini bukan hanya berita semata, namun maknanya adalah kabar gembira bagi mereka dengan adanya masa yang agung, yang selayaknya dimuliakan oleh orang-orang shaleh yang menyisingkan lengan untuk beramal. Karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa di bulan ramadhan, Allah telah siapkan banyak kebaikan bagi para hamba-Nya, berupa sebab untuk menggapai ampunan dan ridha-Nya. Sebab ini banyak sekali. Karena itu, siapa yang tidak mendapatkan ampunan di bulan ramadhan, berarti dia telah diharamkan untuk mendapatkan banyak kebaikan”. (Ahadits Shiyam, Ahkam wa Adab, keterengan hadis ketiga).

Berbahagia akan datangnya bulan suci Ramadhan sudah selayaknya kita manifestasikan dengan berniat dan bersungguh-sungguh untuk melakukan berbagai amal ibadah, mulai dari perkara wajib yakni puasa juga shalat 5 waktu, hingga perkara-perkara sunnah seperti i’tikaf didalam Masjid, shalat tarawih, dan lain sebagainya.

Hal semacam inilah yang akan kita temui saat hendak memasuki bulan Ramadhan, semangat untuk melakukan ibadah seakan-akan bergelora dalam jiwa umat Muslim untuk bersiap-siap menjemput Rahmat Allah S.W.T yang datang pada bulan Ramadhan.

0 comments:

Post a Comment