April 24, 2017




Spirit Muslim. Seiring dengan berjalannya waktu, zaman terus berubah dan berkembang. Zaman disaat Nabi Muhammad memimpin merupakan zaman keemasan yang pernah dimiliki umat muslim. Pada masa itu Khilafah benar-benar ditegakkan . Islam berada puncak kejayaan pada masa itu. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang merupakan zaman yang sangat jauh berbeda dengan zaman pada saat Nabi Muhammad memimpin. Saat ini sudah kita jumpai huru hara terjadi dimana-mana, kemaksiatan merajalela, serta banyak pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaannya.
Untuk itulah disini Spirit Muslim akan membahas mengenai beberapa zaman yang telah dilewati hingga yang akan dilewati oleh umat Islam sebagai sarana untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah S.W.T.

Mengenai pembagian fase zaman tersebut Rasulullah secara spesifik membaginya menjadi 5 masa. Rasulullah bersabda yang artinya "Dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Al-Yaman berkata: Rasulullah S.A.W bersabda: Masa kenabian itu berada ditengah-tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah 'ala Minhaj An-Nubuwwah), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan 'addhlan) adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menhendaki untuk mengangkatnya. Setelah itu masa kerajaan yang sombong (Mulkan Jabriyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian allah mengangkatnya  apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa khilafah yang mengikuti jejak kenabian (Khilafah 'ala Minhaj An-Nubuwwah). Kemudia beliau (Nabi) diam". (H.R. Ahmad).

Hadits diatas diriwayatkan Ahmad (4/273) dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no.5. Jika kita rinci, maka hadits diatas menunjukkan bahwa akhir zaman akan melalui 5 masa utama dalam sejarah peradaban Islam, berikut penjelasan lengkap mengenai 5 masa tersebut.


1. Masa Kenabian (Nubuwwah).
Fase ini merupakan fase dimana umat Islam dipimpin oleh manusia terbaik sepanjang masa, pemimpin orang-orang yang bertaqwa, panglima para Mujahid, dia lah Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wa Sallam. Masa ini dimulai saat Rasulullah diutus membawa risalah Islam. Rasulullah membimbing dan mengajarkan Islam secara langsung kepada para sahabat. Pada awal perkembangan Islam, Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat melalui berbagai macam cobaan dan rintangan.

Pengorbanan Rasulullah sungguh luar biasa besarnya dan itu merupakan titik tolak perubahan sehingga Islam dapat berkembang dan diterima semua lapisan masyarakat. Bahkan sampai saat ini kita dapat merasakan manisnya Islam hasil dari perjuangan Rasulullah serta para sahabatnya yang gigih dalam mempertahankan dan menyebarkan Islam sebagai agama Tauhid Rahmatan Lil 'alamin yang diridhai oleh Allah S.W.T.

Pada zaman ini Islam pertama kali tegak di muka bumi dan hukum Islam sepenuhnya berjalan dengan dibawah pengawasan Rasulullah S.A.W. Pada zaman inilah kejayaan Islam berlangsung, Islam dapat menguasai 2/3 dunia. Saat Rasulullah wafat, berakhirlah fase awal ini dan dilanjutkan dengan fase kedua yang dipimpin oleh Khulafaur Rasyidin.


2. Masa kekhalifahan (Khilafatu 'ala Minhaj An-Nubuwwah).
Umat Islam pada fase ini dipimpin oleh para Khalifah-khalifah yang cerdas nan mulia. Masa ini diawali dengan kpemimpinan Abu Bakr As-Shiddiq kemudian dilanjutkan oleh 'umar Bin Khattab, Utsman bin 'affan, dan Ali bin Abi Thalib. Empat khalifah ini adalah sahabat terbaik Rasulullah yang memiliki andil besar dalam pergerakan dan penegakan umat Islam. Fase Khilafatu 'ala Minhaj An-Nubuwwah genap 30 tahun sejak sepeninggal Rasulullah pada Rabiul Awwak tahun 11 H.

Selama masa kepemimpinan mereka, kemajuan Islam semakin pesat. Ciri masa ini adalah para khalifah betul-betul mengikuti teladan dan jejak Nabi. Rasulullah melegitimasi masa ini dalam koridor Minhaj An-Nubuwwah yang artinya antara fase pertama dan kedua ini menjadi rujukan bagi umat Islam selanjutnya.


3. Masa Kerajaan Menggigit  (Mulkan 'addhlan)
Pada masa ini para khalifah disebut raja, karena secara formal menjabat khalifah namun pada dataran operasional pola pemerintahannya menerapkan sistem kerajaan. Kepemimpinan bukan dilahirkan oleh syura tetapi diwariskan kepada keluarga dekat kerajaan atau anak keturunannya. Disebut "Raja Menggigit" karena masih menggigit (berpedoman) terhadap kitabullah dan sunnah Rasul namun tidak sekuat pada fase pertama dan kedua. Hingga pada akhirnya pedoman tersebut lepas pada tahun 1924 dengan runtuhnya kerajaan turki Utsmani serta munculnya Dewan Nasional Turki yang dijabat oleh Mustafa Kamal At-Taturk.

Masa ini diawali dengan kemunculan Dinasti Umaiyyah. Fase ini berjalan kurang lebih selama13 abad. Islam bersinar dengan penuh keemasan selama 1300 tahun dimana merupakan masa yang panjang bagi para ilmuwan-ilmuwan muslim untuk mengembangkan berbagai penemuan, sebut saja dalam bidang kedokteran, astronomi, bangunan dan jembatan, serta ilmu matematika.


4. Masa Pemimpin Diktator (Mulkan Jabriyyan).
Masa ini adalah fase umat Islam paling buruk, dimana umat Islam mengalami keruntuhan dan kemunduran yang sangat signifikan. Fase dimana umat Islam tidak dipimpin oleh seorang khalifah pun. Inilah fase sekarang, fase keempat dimana telah m,uncul huru-hara, maksiat merajalela, zina menjadi hal yang lazim, dan tanda-tanda kiamat kecil bermunculan hari demi hari. Fase ketika umat Islam benar-benar kehilangan rumah pelindung. Fase terparah, Fase dimana umat Islam kehilangan kekuatan. Pada fase ini semua fitnah-fitnah perang akhir zaman diceritakan oleh Nabi.Masa ini dimulai dengan kemunculan Dewan Nasional Turki oleh Mustafa Kamal At-Taturk pada 1924. Para ulama yang istiqamah memberi gelar Mustafa A'daa At-Turk (Musuh Bangsa Turki).

Baca juga: inilah runtutan lengkap peristiwa bentrok di Al-Aqsa 2017

Masa Mulkan Jabriyyan terjadi saat kaum muslim tidak memiliki pusat kepemimpinan. Umat muslim berada dalam kebingungan yang mudah terbawa arus dan tidak memiliki kekuatan. Sangat mirip dengan buih, umat muslim berjumlah banyak namun dengan kualitas yang tidak berarti. Kondisi umat Islam sangat memprihatinkan. Mereka terbagi-bagi menjadi banyak kelompok yang masing-masing tidak peduli terhadap urusan umat.

Rasulullah menggambarkan kondisi umat Islam di zaman seperti yang disebutkan dalam hadits yang berarti "Kalian kaum muslimin akan diperebutkan oleh umat-umat lain seperti orang-orang yang memperebutkan makanan (hidangan) yang ada dihadapannya. Kami (para sahabat) bertanya: Apakah dikarenakan jumlah kita sedikit pada saat itu, wahai Rasulullah ?, Nabi menjawab: Tidak, bahkan jumlah kalian banyak. Namun kalian seperti buih di air bah, sungguh Allah akan mencabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian, dan sungguh Allah akan memasukkan penyakit Wahn didalam hatimu. Kami bertanya: Apakah Wahn itu wahai Rasulullah ?, beliau menjawab: Cinta dunia dan takut mati". (H.R. Ahmad dan Abu Daud).


5. Masa Kembali pada Khilafah ('ala Minhaj An-Nubuwwah).
Inilah masa yang dirindukan umat Islam yakni saat khilafah kembali tegak dimuka bumi untuk kedua kalinya. Dunia akan kembali diperintah mengikuti cara Nabi berdasarkan syariat Islam. Kehidupan di masa ini akan benar-benar aman. Rasa aman ini digambarkan Rasulullah dengan seorang wanita dapat melakukan perjalanan haji dari Hadramaut ke Makkah dengan berjalan kaki bahkan saat pergi dan pulang tanpa ada yang mengganggu. Seekor singa pun dapat bermain-main dengan anak kecil tanpa diterkam.

Masa ini akan dipimpin oleh seseorang yang akan mengembalikan kejayaan Islam seperti sedia kala. Rasulullah bersabda "Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku. Namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan, sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan". (H.R. Abu Daud). Dia lah imam Mahdi bernama Muhammad dan ayahnya bernama 'abdullah. Berdasarkan dari hadits lain, imam Mahdi akan memimpin dunia selama 7 hingga 9 tahun. Selama kepemimpinan tersebut maka kaum muslimin akan hidup dengan ditaburi nikmat dan rezeki dari Allah ta'ala. Dia lah sosok yang berhasil menyatukan umat Islam yang saat ini terpecah belah, Rasulullah berpesan dalam sabdanya "Ketika kalian melihatnya (imam Mahdi) maka berbaiatlah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak diatas salju".(H.R. Ibnu Majjah).

Imam Mahdi akan mengibarkan panjipanji jihad fi sabilillah serta akan memerdekakan negeri-negeri Islam yang dikuasai kaum Kuffar. Imam Mahdi akan memimpin berbagai peperanganyang dimulai dari Jazirah Arab kemudian dilanjutkan ke negeri Persia dan kemudian negeri Rum dan Allah akan memberinya kemenangan. Al-Mahdi akan didukung oleh pasukan Islam yang berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah sebagaimana generasi awal umat Islam.


Setelah mengetahui 5 fase zaman tersebut, maka sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai kita menjadi bagian dari buih yang tidak memiliki kualitas keimanan yang sebenarnya. Mengingat kita berada pada fase keempat maka sudah selayaknya kita harus mempersiapkan diri kita untuk menyambut kedatangan sang pembawa kedamaian Al-Mahdi. Semoga artikel singkat ini dapat bermanfaat untuk memacu diri kita menjadi insan yang memiliki kualitas keimanan dan ketaqwaan yang sesungguhnya. Wallahu A'lam.

0 comments:

Post a Comment