April 25, 2017




Spirit Muslim. Surga adalah tempat dari segala kenikmatan yang kekal dan sempurna di akhirat. Tidak ada kekurangan sama sekali didalamnya. Ia disediakan Allah bagi mereka yang taat terhadap Allah serta tidak megingkari kebenaran yang dibawa Rasulnya, yakni orang-orang yang beramal shaleh semasa hidup di dunia. Surga merupakan bukti besar bahwa Allah sangat menyayangi hamba-hambanya yang selalu taat dan tunduk kepada-Nya. Hanya hamba Allah yang taat saja lah yang akan memperoleh kenikmatan surga tersebut. Luar biasanya, semua kenikmatan yang ada didalam surga tidak pernah dapat dibayangkan dan dilihat serta dirasakan oleh manusia saat hidup didunia. Secara umum hidup disurga dapat digambarkan dengan sebuah kehidupan yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan. Allah S.W.T pada hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari sahabat Abu Hurairah menjelaskan peruntukan surga "Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shaleh segala sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia".
Didalam surga tidak ada orang yang buruk rupa maupun tua, wajah semua penghuni surga memancarkan cahaya kebahagiaan. Didalam surga tidak akan mengalami kedinginan maupun kepanasan. Selain itu, kelak di surga akan selalu sejuk dan segar dengan dikelilingi sumber mata air yang mengalir dengan begitu indah. Berikut Spirit Muslim akan memaparkan sedikit dari kenikmatan surga yang akan diperoleh bagi para penghuninya.

Baca juga: fakta dibalik panasnya api neraka

1. "Memandang" Dzat Allah.
Kenikmatan tertinggi di surga adalah saat para penghuninya "memandang" dzat Allah yang maha mulia. Tidak ada kenikmatan para penghuni surga yang melebihi kenikmatan ini. Kenikmatan merindukan Allah dan dapat "melihat" dzat Allah yang maha agung. Ibn Katsir menyatakan, bahwa melihat Allah adalah puncak tertinggi dalam kenikmatan surgawi sekaligus merupakan derjat tertinggi dari berbagai kenikmatan pemberian Allah di surga.

Dalam Q.S. Al-Qiyamah ayat 22-23 disebutkan "Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri (indah). Kepada Rabbnya lah mereka melihat". (Q.S. Al-Qiyamah: 22-23). Firman Allah ini menunjukkan bahwa wajah-wajah para penghuni surga yang indah dan berseri-seri karena kenikmatan di surga yang mereka rasakan akan menjadi semakin indah saat mereka melihat Dzat Allah Ta'ala. Waktu mereka melihat dzat Allah juga bervariasi sesuai dengan tingkatan surga yang akan mereka tempati. Ada yang melihat-Nya setiap hari di waktu pagi dan petang. Ada yang melihat-Nya hanya satu kali dalam setiap pekan.

Muhammad bin Yazid bin Majjah berkata didalam kitabnya: "Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Syawarib dari Abu Hasyim Al-Ibadani dari Al-Fadhl Al-Rusydi dari Ibnu Al-Munkadir dari Jabir bin Abdullah r.a bahwasannya Rasulullah bersabda:  Disaat penghuni surga asyik merasakan kenikmatan yang mereka dapatkan, tiba-tiba muncul cahaya, mereka mengangkat muka-muka mereka, ternyata Allah telah menampakkan wajah-Nya dengan rahmat-Nya dari arah atas mereka. Allah berfirman: Salam atas kamu wahai penghuni surga. Lalu beliau bersabda: Yang demikian itu lah makna firman Allah S.W.T: (Kepada mereka dikatakan) salam, sebagai ucapan salam dari Tuhan yang maha penyayang".

2. Kehidupan yang Aman dan Abadi.

Dalam surat Ad-Dukhan ayat 51-57 menjelaskan bahwa orang yang bertaqwa akan dimasukkan kedalam surga. Didalamnya mereka tidak akan merasakan mati, tidak akan pernah ada perselisihan dan pertentangan antar penghuninya. Para penghuni surga akan hidup aman serta abadi didalamnya selama-lamanya. Semua merasakan kebahagiaan hakiki yang telah dberikan oleh Allah bagi para penghuninya.

3. Hidangan di Surga.

"Imam Ahmad berkata telah menceritakan kepada kami Miskin bin Abdul Aziz dari asy'asy Adh-Dharir dari Sahr bin Hausyab dari Abu Hurairah, bahwasannya Rasulullah bersabda: Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah adalah orang yang memilik tujuh tingkatan dan tigaratus pelayan yang mendatanginya setiap pagi dan sore dengan membawa tiga ratus piring yang terbuat dari emas dan berisi makanan. Bagian awal dan akhirnya sama lezatnya. mereka membawa pula tiga ratus bejana yang memiliki warna yang berbeda-beda. Bagian awal dan akhirnya sama lezatnya."


Didalam surga seseorang bebas untuk minum dan makan sesuai kehendaknya dan sesuai selera. Ada sebuah mata air surga yang akan diberikan kepada orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan orang-orang yang berbuat baik akan diberi air dingin yang hangat dengan aroma yang wangi. Didalam surga Allah telah menyediakan minuman dengan lautan air, lautan susu, lautan madu, dan sungai-sungai yang memancar dari lautan ini hingga lautan Khamr. Khamr didunia tidak sama dengan Khamr di surga. Khamr dudunia diharamkan namun didalam surga Khamr dihalalkan dan diperbolehkan minum dengan sepuasnya. Dalam Al-Qur'an dijelaskan "Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi Khamr dari sungai yang mengalir. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada dalam Khamr itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya." (Q.S. Ash-Shaffat: 45-47). 

Dalam ayat lain disebutkan dalam Q.S. Al-Insan: 5-6, "Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (yaitu)mata air (dalam surga) yang daripada hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya". (Q.S. Al-Insan: 5-6).

"Ibnu Abbas berkata: apabila penghuni surga tertarik untuk memetik buah surga, maka buah-buahan tersebut mendekat kepadanya hingga ia dapat mengambil mana yang ia sukai. Ia juga berkata bahwa buah-buahan di surga seperti anggur, ia lebih lembut dari tepung dan didalamnya tidak ada biji. Adapun tanaman surga, setelah benihnya ditebar maka tumbuh dalam sekejap dan siap panen saat itu juga". (H.R. Bukhari).

Selain itu, hati ikan akan menjadi santapan pertama bagi para peduduk surga. Diriwayatkan oleh Shahih Muslim dari Tsauban Rasulullah bersabda "ada seorang yahudi yang bertanya kepada Rasulullah S.A.W: Apa yang diberikan kepada mereka ketika mereka masuk surga ?, Rasulullah bersabda: Hati ikan".

Hidangan lain yang akan menjadi menu santapan para ahli surga adalah daging burung panggang. Dalam surat Al-Waqi'ah: 21 dijelaskan bahwa penghuni surga akan mendapatkan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dalam tafsir Ibn Katsir Nabi Muhammad bersabda "Sungguh pasti kamu akan melihat daging burung di surga. Lalu kamu menginginkannya maka (seketika) ia tergeletak didepanmu dalam keadaan sudah terpanggang".

4. Pakaian dan Perhiasan Surga.
"Mereka memakai pakaian sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih". (Q.S. Al-Insan: 21).

Diriwayatkan oleh Harmalah dari Ibu Wahab dari Umar, bahwasannya Darraj (Abu Sammah) menceritakan kepadanya dari Abu Haitsam dari Abu Said Al-Khudri dari Nabi Shaallallahu 'alaihi Wa Sallam: "Sesungguhnya seseorang di surga akan bertelekan selama 70 tahun sebelum ia bergerak. Lalu istrinya datang dan menepuk bahunya, ia pun memandangi istrinya dan tampak olehnya mukanya di dahi istrinya lebih jelas daripada cermin. Dan sesungguhnya mutiara yang paling kecil yang dipakai istriya dapat menerangi apa yang ada diantara timur dan barat. Lalu istrinya menyalaminya dan ia pun menjawab salam itu seraya bertanya: Siapakah anda ?, Istrinya menjawab: Akulah tambahan. Dan sesungguhnya istrinya itu memakai 70 pakaian, dan pakaian yang paling rendah sama seperti kaca, pandangannya menembus hingga ia dapat melihat sum-sum istrinya dari balik pakaiannya. Dia memakai pula mahkota. Dan mutiara yang paling kecil pada mahkota itu dapat menerangi apa yang ada diantara timur dan barat."

5. Wanita di Surga.
Salah satu kenikmatan yang akan diberikan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang bertaqwa di surga-Nya kelak adalah para bidadari yang cantik jelita untuk menjadi teman dan istri di surga kelak. Mereka amatlah cantik, dengan kesempurnaan yang tak ada yang mampu menandingi. Mereka selalu dalam keadaan perawan dan memiliki senyum serta paras yang indah. Mereka amat setia dalam mendampingi para ahli surga.

Dalam surat Ad-Dukhan disebutkan, "Demikianlah dan kami kawinkan mereka dengan bidadari". (Q.S. Ad-Dukhan: 54).

Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata: telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Thariq dari Mis'adah bin Ilyasa dari Said bin Abu Arubah dari Qatadah dari Said bin Musayyab dari Aisyah r.a, bahwasannya Rasulullah didatangi oleh nenek dari kaum Anshar seraya berkata: wahai Rasulullah, doakanlah aku agar masuk surga. Maka Rasulullah bersabda: Sesungguhnya surga tidak akan dimasuki oleh nenek-nenek. Setelah itu Rasulullah pergi untuk menunaikan shalat, lalu beliau pergi ke tempat 'aisyah. Maka 'aisyah berkata: Wanita tadi telah menemukan kesusahan akibat perkataanmu. Rasulullah bersabda: Demikianlah keadaannya, sesungguhnya apabila Allah memasukkan mereka kedalam surga niscaya akan diubah menjadi perawan".

Menurut ulama mujahid, bahwa bidadari-bidadari di surga itu suci. Mereka tidak mengalami siklus duiawi seperti haid, beranak, buang air besar, kencing, meludah, berdahak, serta keluar mani. Hal ini sesuai dengan penafsiran surat Ali-Imran: 15.

6. Selalu Dalam Keadaan Sehat dan Wangi.
Keadaan para penghuni surga kelak akan berwajah mulus, tampan serta memakai celak. Mereka akan senantiasa muda dan pakaiannya tidak pernah lusuh. Golongan pertama yang masuk surga akan terlihat bercahaya seperti bulan purnama. Nabi Muhammad juga menjelaskan tetang bau aroma surga yang harum dapat tercium baunya dari jarak 40 tahun. Dalam shahih Bukhari, Musnad Ahmad, Sunan Nasai dan Ibn Majjah diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah S.A.W bersabda: "Barang siapa memmbunuh Mu'ahid (orang kafir yang berdamai dengan kaum muslimin), maka ia tidak mencium bau surga, padahal baunya dapat tercium dari jarak 40 tahun".

Rasulullah bersabda "Seruan di surga akan ada orang yang berkata sesungguhnya sekarang tibalah saatnya kalian sehat wal 'afiat dan tidak menderita sakit selama-lamanya. Sekarang tibalah saatnya kalian hidup dan tidak mati selama-lamanya. Sekarang tibalah saatnya kalian tetap muda dan tidak tua selama-lamanya. Sekarang tiba saatnya bagi kalian bersenang-senang dan tidak sengsara selama-lamanya". (H.R. Muslim).

7. Kuda Di Surga.
Imam Tirmdzi berkata: Telah menceritakan kepada kkami Abdullah bin Abdurrahman dari Ashim bin Ali Mas'ud dari Uqbah bin Al-Qamah bin Khadij dari Sulaiman bin Abu Buraidah dari bapaknya, seseorang bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah apakah di surga ada kuda ?, Rasulullah bersabda: Sesungguhnya jika engkau dimasukkan ke surga oleh Allah, maka setiap kali engkau ingin menggunakan kuda maka engkau akan menggunakan kuda  dari Yakut yang merah yang akan menerbangkanmu kemana engkau sukai. Laki-laki itu berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya aku adalah orang yang sangat menyenangi kuda, maka apakah di surga ada kuda ?. Rasulullah bersabda: Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya didalam surga ada kuda dan onta tanpa pemilik, berjalan di sela-sela daun di surga, penghuni surga mempergunakannya untuk saling mengunjungi kemana saja mereka kehendaki".

8. Kehidupan Di Surga Penuh Dengan Kedamaian.
Dalam surat Al-Hijr ayat 45-48 dijelaskan sesungguhnya orang yang bertaqwa akan dimasukkan kedalam surga dengan rasa aman dan sejahtera. Kemudian Allah akan menghilangkan segala rasa dendam yang ada pada hati penduduknya, semua penduduk surga adalah bersaudara, mereka tidak akan merasa lelah dan tidak akkan dikeluarkan darinya.

0 comments:

Post a Comment