April 28, 2020


Spirit Muslim. Al-Qur’an merupakan kitab mulia yang berisi firman Allah S.W.T sebagai petunjuk bagi umat Muslim dalam menjalani kehidupan, baik itu kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Al-Qur’an juga merupakan salah satu Mu’jizat terbesar nabi Muhammad S.A.W yang terus dapat dinikmati oleh umat Muslim hingga hari kiamat pasalnya Allah S.W.T sendiri yang akan menjaga kemurnian isi dari Al-Qur’an tersebut.

Sejak diturunkan pertama kali pada 17 Ramadhan, Al-Qur’an senantiasa menemani nabi Muhammad S.A.W dalam setiap dakwah beliau. Bahkan sebuah hadits menyebutkan bahwa akhlak Rasulullah S.A.W adalah Al-Qur’an. Tidak berlebihan rasanya dikatakan demikian, karena memang dalam setiap tindak tanduknya, baik itu berupa ucapan hingga perbuatan menunjukkan bahwa Rasulullah S.A.W mencerminkan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Untuk memuliakan Al-Qur’an ada cukup banyak cara dilakukan umat Muslim, salah satunya memperingati malam Nuzulul Qur’an atau malam diturunkannya Al-Qur’an untuk pertama kalinya, bahkan sebagian menyebutkan bahwa malam Nuzulul Qur’an bertepatan dengan malam Lailatul Qadar atau malam kemuliaan seribu bulan, hingga pada akhirnya banyak orang-orang berbondong-bondong memperbanyak ibadah pada malam tersebut. Lantas seperti apa sejarah malam Nuzulul Quran sebenarnya ? fakta-fakta apa saja yang dapat dikupas dari malam Nuzulul Qur’an ? berikut penjelasan selengkapnya.


AWAL AL-QUR’AN DITURUNKAN


Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi umat manusia untuk keselamatannya serta sebagai petunjuk untuk membedakan antara yang hak dengan yang batil, Allah S.W.T berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Artinya:
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”. (Q.S. Al-Baqarah: 185).

Malam Nuzulul Qur’an merupakan malam dimana AL-Qur’an diturunkan untuk pertama kalinya kepada nabi Muhammad S.A.W melalui perantara malaikat Jibril di gua Hira, epatnya pada 17 Ramadhan. Rasulullah S.A.W menerima wahyu tersebut mendekati usia 40 tahun, dimana awalnya beliau menyadari bahwa kaumnya banyak yang tidak sejalan dengan kebenaran. Melihat keadaan tersebut kemudian Rasulullah S.A.W memutuskan untuk uzlah (mengasingkan diri) di gua Hira, sebuah gua yang terletak di Jabal Nur.

Rasulullah S.A.W merenung di gua tersebut selama bulan Ramadhan. Rasulullah S.A.W terkadang kembali ke rumahnya hanya untuk mengambil bekal secukupnya. Hingga kemudian beliau didatangi oleh malaikat Jibril seraya berkata “Bacalah !”.

Rasulullah S.A.W menjawab: “Aku tidak bisa membaca !”.

Malaikat Jibril lantas memegang dan merangkul Rasulullah S.A.W hingga beliau kehabisan tenaga kemudian melepaskannya kembali, seraya berkata kembali, “Bacalah !”

Rasulullah S.A.W “Aku tidak bisa membaca !”, hal tersebut berulang demikian sebanyak tiga kali, hingga kemudian untuk yang terakhir kalinya Jibril memeluk Rasulullah S.A.W hingga kembali terasa sesak kemudian melepaskannya seraya berkata,

ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ (١) خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ (٢) ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ (٣ 

Artinya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. (Q.S. Al-Alaq: 1-3).

Rasulullah S.A.W kemudian pulang sambil mengingat ayat-ayat tersebut, sesampainya di rumah tubuh beliau gemetar lantas siti Khadijah istri Rasulullah S.A.W menyelimutinya dan menceritakan apa yang telah terjadi kepadanya.


BERKAH MALAM NUZULUL QUR’AN.


Al-Qur’an menjadi mu’jizat terbesar yang pernah ada, pasalnya mu’jizat tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh umat Islam hingga hari kiamat kelak. Allah S.W.T memerintahkan hambanya untuk selalu berpegang teguh kepada Al-Qur’an agar senantiasa mendapatkan rahmat Allah S.W.T serta keselamatan dunia serta akhirat.

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya:
“Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, Maka ikutilah Dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat”. (Q.S. Al-An’am : 155).

Malam Nuzulul Qur’an merupakan sebuah berkah yang besar, karena pada malam tersebut merupakan awal pertama kali Al-Qur’an diturunkan, sebuah kitab dengan berbagai petunjuk untuk mengarungi kehidupan. Bayangkan saja jika Al-Qur’an tidak diturunkan di muka bumi ini, niscaya umat akan tersesat lebih jauh dari apa yeng pernah kita bayangkan sebelumnya. Maka dari itu, sebagai rasa syukur kita karena Al-Qur’an telah diturunkan di muka bumi ini, umat Muslim memperingatinya dengan malam Nuzulul Qur’an, tidak lain peringatan tersebut sebagai wasilah untuk mengharap berkah kepada Allah S.W.T sekaligus sebagai bentuk taqarrub seorang hamba kepada Allah S.W.T.

0 comments:

Post a Comment