March 22, 2020


Spirit Muslim. Film Pirates of The Carribean menjadi salah satu film populer yang telah dirilis pertama kali sejak tahun 2003. Film ini menceritakan kisah seorang bajak laut yakni Jack Sparrow yang terobsesi untuk mencari harta karun bangsa Aztec yang telah lama terkubur. Jack Sparrow kemudian meyakinkan tangan kanannya yakni Hector Barbossa untuk mencari bersama-sama harta karun tersebut, akan tetapi Barbossa memberontak dan membuang Jack di pulau terpencil.

Karakter Barbossa dalam film tersebut nyatanya memiliki sejarah panjang yang seakan akan ditutup tutupi oleh bangsa Eropa. Barbossa yang mereka angkat dalam film tersebut sebenarnya adalah Khairuddin Barbarossa yang dimanipulasi dan dipelintir sedemikian rupa dalam sebuah film sehingga mengesankan seolah-olah Barbarossa adalah perompak bajak laut yang kejam.

Padahal tidak demikian, Khairuddin Barbarossa adalah seorang Muslim yang diangkat menjadi laksamana angkatan laut kesultanan Turki Utsmani karena kegigihannya dalam melawan bangsa Eropa hingga keberadaannya ditakuti bangsa Eropa, untuk itulah karakter Barbarossa kini mereka distorsi seakan akan ia adalah seorang bajak laut kejam untuk menutupi ketakutan mereka. Berikut Spirit Muslim telah merangkum kisah perjalanan Khairuddin Barbarossa mulai dari asal-usul penyebutan Barbarossa, awal pertama kali perjuangan Barbarossa, hingga akhir karir Khairuddin Barbarossa dalam berjihad melawan pasukan Eropa dan Romawi.


ASAL USUL BARBAROSSA.


Barbarossa merupakan sebutan bangsa Eropa terhadap bajak laut yang memiliki jenggot berwarna merah dan terkenal akan ketangguhannya dalam menaklukkan lautan. Barbarossa sebenarnya adalah sebutan bagi 2 orang kakak beradik dari Andalusia yakni Khairuddin dan Aruj.

Mereka dilahirkan di masa akhir keberadaan muslimin di Andalus, masa yang sangat gelap dimana muslimin habis dihancurkan di Andalus di kota terakhirnya di Granada pada tahun 1492 Masehi atau tahun 897 Hijriah. Kondisi yang sangat menyedihkan di dunia kehidupan sejarah kaum muslimin di Andalus dan di masa itulah dimulainya kehidupan Barbarossa bersaudara.

Keduanya merupakan 2 dari 4 saudara yang berasal dari Andalusia. Mereka adalah khairuddin, Ishak, Aruj, dan Ilyas. Khairuddin beserta saudara-saudaranya merupakan seorang pelaut yang handal dalam menguasai medan laut. Pada awalnya mereka hanya berkeliling di kawasan perairan Greece dan Turki.

Hingga suatu ketika salah satu saudara khairuddin yakni Ilyas tewas dalam serangan kapal militer Knight of Rhodes milik kerajaan Romawi. Khairuddin dan saudara-saudaranya pun akhirnya menjadi tahanan kapal tersebut.

Dengan kecerdikan Barbarossa bersaudara itu akhirnya mereka berhasil meloloskan diri. Sejak itulah Khairuddin bertekad untuk membalaskan kematian saudaranya yang tewas dalam serangan tersebut.


AWAL PERJUANGAN KHAIRUDDIN BARBAROSSA.

Sejak kematian saudaranya tersebut, khairuddin menetap di lautan dan melakukan penyerangan terhadap setiap kapal Romawi yang melintasinya sebagai bentuk pembalasan atas kematian saudaranya tersebut. Namun lambat laut niat Barbarossa bersaudara itu berubah haluan menjadi misi jihad mereka melawan pasukan Romawi.

Aruj dan Khairuddin memulai karir jihad mereka dengan sebuah kapal dan  persenjataan terbatas. Namun, keterampilan keduanya menjadikan kekuatan mereka tumbuh semakin kuat dan muncul sebagai armada yang ditakuti di perairan Mediterania.

Kabar penyerangan tersebut terdengar hingga Romawi bahkan hingga Eropa dan menjadi momok menakutkan bagi mereka. Ketakutan mereka tidak bisa dihindarkan. Khairuddin bersaudara menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat Eropa hingga mereka menjuluki Khairuddin dan Aruj dengan sebutan janggut merah (Barbarossa).

Kegigihan Barbarossa bersaudara mulai menampakkan hasil, mereka berhasil menduduki wilayah Aljazair terutama pelabuhan-pelabuhannya yang sebelumnya dikuasai pasukan Romawi. Hingga suatu ketika mereka berdua mendengar kabar bahwa penduduk Andalus membutuhkan bantuan Barbarossa bersaudara ini untuk menyelamatkan mereka. Barbarossa bersaudara ini lantas beranjak menyelamatkan penduduk Andalus yang tengah dalam kesulitan tersebut, mereka berhasil menyelamatkan ribuan penduduk tersebut. Karena kegigihan dan kehebatan Khairuddin dan Aruj ini kemudian penduduk menjuluki mereka dengan sebutan Baba Aruj. Sebutan ini kemudian diplesetkan oleh orang-orang Eropa dengan sebutan Barbarossa yang berarti janggut merah.


KHAIRUDDIN BARBAROSSA DIANGKAT MENJADI LAKSAMANA ANGKATAN LAUT KESULTANAN TURKI UTSMANI.

Keberhasilan yang ditorehkan nyatanya harus dibayar mahal dengan tewasnya saudara Khairuddin yakni Aruj. Aruj tewas saat berperang melawan pasukan Eropa. Namun kenyataan tersebut tidak mematahkan semangat Khairuddin untuk tetap berjihad dijalan Allah S.W.T

Khairuddin tetap teguh dengan pendiriannya bahkan ia melebarkan sayapnya dengan bergabung bersama kekhalifahan Turki Utsmani yang kala itu dipimpin oleh sultan Sulaiman. Khairuddin berhubungan baik dengan sang sultan hingga kemudian ia diangkat menjadi panglima angkatan laut Turki Utsmani.

Komunikasi yang baik antara sang sultan dan Khairuddin membuat wilayah Aljazair yang telah ditaklukkan khairuddin bersaudara disatukan dalam kekuasaan Turki Utsmani. Maka terhitung sejak tahun sekitar 1518 atau 1519 Aljazair yang dipimpin Khairuddin resmi berada dibawah kepemimpinan kesultanan Turki Utsmani.

Berbagai pertempuran sukses ditaklukkan Khairuddin hingga membuat sang sultan bangga dengan memberikan Khairuddin julukan “Raja Samudra”, bahkan ia diangkat oleh sang sultan menjadi Kapudan Pasha (Laksamana angkatan laut) kesultanan Turki Utsmani. Selain itu Kapal-kapal militer dan perlengkapan perang sekaligus ribuan korps pasukan elite kesultanan dihadiahkan secara cuma-cuma oleh Sultan Sulaiman Al-Qonuni sebagai penghargaan kehormatan bagi Khairuddin Barbarossa.


PERLAWANAN BANGSA EROPA.

Besarnya kekuasaan dan kekuatan Turki Utsmani kala itu membuat Eropa diwajibkan membayar Jizyah (pajak) kepada kerajaan Turki. Geram dengan keadaan demikian, Eropa berniat mengambil kembali wilayah Aljazair dengan memboyong sekutu-sekutunya pada 1538 M.

Mengetahui rencana tersebut, sultan Sulaiman memerintahkan Khairuddin Barbarossa untuk mengerahkan pasukannya melawan pasukan Eropa dan sekutunya tersebut. Keduanya berhadapan di teluk Actium Prevesa, yang kini dikenal dengan perang Prevesa.

Tercatat sekutu gabungan Eropa mengarahkan 600 kapal perang, 40 kapal diantaranya merupakan kapal besar Galleon canggih. Secara keseluruhan pasukan musuh membawa serta 60.000 pasukan perang dan pasukan ini dipimpin oleh laksamana tangguh Andrea Doria, ia dikenal dengan laksamana yang kuat dan tidak terkalahkan di lautan. Sedangkan pihak angkatan laut Khairuddin Barbarossa hanyalah sepertiganya, yakni 120 kapal perang dengan jumlah pasukan hanya 22.000 pasukan.

Arah angin yang menguntungkan pihak lawan membuat Khairuddin berembuk bersama orang-orang kepercayaannya. Khairuddin bersama pasukannya akhirnya berserah diri kepada Allah S.W.T sambil melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa. Atas kuasa Allah S.W.T angin tersebut tiba-tiba berhenti dan pasukan Khairuddin pun langsung melancarkan serangan kepada pihak musuh dengan memecah armadanya  ke 3 penjuru guna mengepung pasukan Eropa tersebut. Keadaan berbalik menguntungkan Khairuddin beserta pasukannya hingga membuat pasukan Eropa yang dipimpin Andrea Doria menyerah dan melarikan diri.


AKHIR KARIR KHAIRUDDIN BARBAROSSA.

Setelah pertempuran Prevesa tahun 1538, beberapa pertempuran masih terjadi antara Eropa dan kekhalifahan Turki Utsmani, namun pertempuran lebih sering dimenangkan oleh pasukan muslim. Pada tahun 1543, tiga tahun sebelum Khairuddin Barbarossa tutup usia, ia masih ditugaskan untuk merebut kota Nis di Prancis kemudian menetap di kota Toulon sepanjang musim dingin.

Tuntas melaksanakan berbagai tugas mulia, ia pun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai laksamana. Ia mengalami sakit di usianya yang ke-68 tahun, beberapa sejarah menyebutkan Khairuddin gugur saat melawan pasukan Knight of St. John hingga tidak lama setelah itu Khairuddin Barbarossa pun wafat. Jasad sang laksamana pun dimakamkan di Istanbul. Makamnya telah dibangun dan telah dipersiapkan pada tahun 1541 oleh arsitek istana, Mimar Sinan Pasha.


0 comments:

Post a Comment