March 01, 2020


Spirit Muslim. Bulan Rajab adalah salah satu dari beberapa bulan yang diberkahi Allah S.W.T. Pasalnya bulan Rajab merupakan salah satu dari 4 bulan Haram dimana pada bulan Rajab ini Rasulullah S.A.W melakukan perjalanan Isra' Mi'raj. Bulan Rajab menjadi salah satu momentum terbaik untuk memanjatkan doa karena bulan Rajab menjadi salah satu bulan dimana doa-doa menjadi Mustajab dan lebih mudah dikabulkan atas izin Allah S.W.T. untuk itulah pada bulan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah serta melakukan amalan-amalan yang dianjurkan oleh syari’at Islam, terutama amalan-amalan sunnah.

Didalam bulan Rajab sudah sepatutnya sebagai seorang Muslim untuk mulai memperbanyak ibadah dan amal shaleh karena bulan Rajab merupakan tanda jika sudah mendekati bulan sya’ban dan Ramadhan. Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah pernah mengatakan:

شَهْرُ رَجَب شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ شَعْبَانَ شَهْرُ سُقْيِ الزَّرْعِ، وَشَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ.

Artinya:
“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyirami tanaman dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen tanaman.” (Lathaiful-Ma’arif libni Rajab Al-Hanbali hal. 130.)

Diibaratkan demikian karena untuk menghadapi bulan Ramadhan para ulama terdahulu membiasakan diri untuk memperbanyak amalan-amalan shalih semenjak datangnya bulan Rajab dan Sya’ban, sehingga mereka sudah terlatih untuk menambahkan amalan-amalan mereka ketika bulan Ramadhan tiba.

Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya Nashaihul ‘Ibad menjelaskan bahwa Umar bin Khattab ra pernah berkata, ”Kemuliaan dunia dapat diraih dengan harta dan kemuliaan akhirat dapat diraih dengan amal saleh”. Maka sudah selayaknya umat Muslim memanfaatkan datangnya bulan Rajab ini dengan melakukan berbagai amalan-amalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah S.W.T

Lantas amalan-amalan sunnah apa saja yang dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan Rajab ? Berikut penjelasan selengkapnya.

PUASA SUNNAH.

Salah satu amalan sunnah yang sering dilakukan Rasulullah S.A.W adalah puasa sunnah, lebih-lebih pada bulan-bulan haram, seperti pada bulan Rajab ini.

وَحَدِيث ابن عباس قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من صام من رجب يوما كان كصيام شهر و من صام منه سبعة ايام غلقت عنه ابواب الجحيم السبعة ومن صام منه ثمانية ايام فتحت له ابواب الجنة الثمانية ومن صام من عشرة ايام بدلت سيئاته حسنات

Artinya:
"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari, maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan.”

Hadits tersebut termasuk kategori hadits Dha’if (kurang kuat), Syaikhul Islam Al-Imam Al Hafidz Al-‘Iraqi dalam Al-Tabshirah wa al Tadzkirah mengatakan: “Adapun hadis Dha’if yang tidak maudhu’ (palsu), maka para ulama telah memperbolehkan mempermudah dalam sanad dan periwayatannya tanpa menjelaskan kedha’ifannya, apabila hadis itu tidak berkaitan dengan hukum dan akidah, akan tetapi berkaitan dengan targhib (motivasi ibadah) dan tarhib (peringatan) seperti nasehat, kisah-kisah, fadha’il al-a’mal dan lain- lain.”

Jadi jelas meskipun mengamalkan hadits dha’if selama hadits tersebut tidak berkaitan dengan hukum dan akidah Islam maka tidak menjadi permasalahan. Justru dengan mengamalkan puasa pada bulan Rajab akan menambah pundi-pundi pahala seseorang.

SHALAT MALAM

Salah satu amalan yang dapat kita lakukan saat bulan Rajab tiba adalah dengan memperbanyak amalan-amalan sunnah, seperti menghidupkan malam bulan Rajab dengan Qiyamul Lail untuk melaksanakan shalat malam. Seperti yang kita ketahui bahwa bulan Rajab menjadi salah satu bulan dimana doa tidak akan tertolak terutama pada malam pertama bulan Rajab maka sudah selayaknya kita hidupkan bulan Rajab dengan Shalat malam sebagai bentuk Taqarrub kita kepada Allah 'azza wa jalla.

MEMPERBANYAK DOA.

Salah satu waktu mustajabah dimana doa umat Muslim tidak tertolak adalah pada bulan Rajab. Untuk itu dianjurkan bagi umat Muslim untuk memperbanyak doa pada bulan Rajab, terlebih pada malam pertama bulan Rajab. Salah satu doa yang dianjurkan adalah

اَللّٰهُمَّ بَارِكۡ لَنَا فِيۡ رَجَبَ وَشَعۡبَانَ وَبَلِّغۡنَا رَمَضَانَ

Artinya:
“Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadan”

MEMPERBANYAK ISTIGHFAR.

Bulan Rajab menjadi salah satu momen penting dimana umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh. Salah satu amalan yang dapat kita terapkan pada saat bulan Rajab tiba adalah membaca istighfar. Salah satu sayyidul Istighfar yang diajarkan Rasulullah yakni

اَللّٰهُمَّ أَنۡتَ رَبِّيۡ لَاإِلٰهَ إِلَّا أَنۡتَ خَلَقۡتَنِيۡ وَأَنَا عَبۡدُكَ وَأَنَا عَلَی عَهۡدِكَ وَوَعۡدِكَ مَا اسۡتَطَعۡتُ,أَعُوۡذُبِكَ مِنۡ شَرِّ مَا صَنَعۡتُ, أَبُوۡءُ لَكَ بِنِعۡمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوۡءُ بِذَنۡبِيۡ فَاغۡفِرۡلِيۡ فَإِنَّهُ لَايَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ إِلَّاأَنۡتَ

Artinya:
Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada janjiku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku (yang aku perbuat). Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Selain sayyidul istighfar, dalam kitab Risalah Amaliyah disebutkan bahwa: “Barangsiapa membaca (istighfar) pada bulan Rajab, bulan Sya’ban dan bulan Ramadan dibaca pada tiap-tiap hari antara shalat Ashar dan Maghrib, maka Allah S.W.T mewahyukan kepada dua malaikat agar merobek buku catatan dosa dan kesalahannya semasa hidupnya. Bacaan istighfar tersebut adalah

اَسۡتَغۡفِرُ ﷲَ الۡعَظِيۡمَ الَّذِيۡ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَيُّ الۡقَيُّوۡمُ غَفَّارُ الذُّنُوۡبِ وَسَتَّارُ الۡعُيُوۡبِ وَاَتُوۡبُ اِلَيۡهِ تَوۡبَۃَ عَبۡدِ ظَالِمِ لِنَفۡسِهِ لَايَمۡلِكُ ضَرًّا وَلَانَفۡعًا وَلَامَوۡتًا وَلَاحَيَاۃً وَلَانُشُوۡرًا


0 comments:

Post a Comment