March 27, 2020


Spirit Muslim. Sesungguhnya para nabi telah mendapat berbagai ujian dan cobaan yang telah mereka lewati dengan rasa sabar dan ikhlas semata mengharap ridha Allah S.W.T. Tingkat ujian dan cobaan para nabi cukup beragam, ada yang diuji dengan harta, ada pula yang diuji dengan keadaan keuarga, dan masih banyak lagi ujian para nabi yang lebih berat dan lebih dari apa yang kita bayangkan. Namun ujian dan cobaan tersebut nyatanya mampu mereka lewati semua dengan sabar, ikhlas, dan tawakkal sehingga menempatkan mereka menuju kedudukan yang tinggi dan mulia. 

Salah satu nabi yang dapat kita jadikan contoh atau teladan adalah kesabaran nabi Ayyub a.s saat mendapat ujian dan cobaan secara bertubi-tubi.  Nabi Ayyub a.s sebelumnya merupakan sosok nabi yang dikaruniai Allah S.W.T kenikmatan dunia, mulai dari harta melimpah, keluarga yang bahagia, hingga tubuh yang sehat. Hingga pada suatu ketika semua yang dimiliki nabi Ayyub a.s berubah menjadi sebuah ujian dan cobaan yang harus beliau hadapi. beliau mendapatkan ujian dan cobaan secara bertubi-tubi, dimulai dari ujian harta kekayaannya hingga kondisi kesehatannya yang saat itu terserang sebuah penyakit.

Namun semua cobaan itu tidak mampu menggoyahkan hati beliau untuk tetap beriman kepada  Allah S.W.T. Berikut kami paparkan kisah kesabaran nabi Ayyub saat beliau mendapat ujian secara bertubi-tubi namun tetap ikhlas untuk mendapatkan ridho Allah S.W.T.


1. NABI AYYUB SEORANG DERMAWAN.


Ayyub ‘alaihis salam adalah seorang nabi yang mulia yang nasabnya sampai kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَمِن ذُرِّيَتِهِ دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَى وَهَارُونَ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

Artinya:
“Dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) Yaitu Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(Q.S. Al-An’am: 84).

Nabi Ayyub merupakan salah satu nabi yang diberkahi oleh Allah S.W.T dengan berbagai kenikmatan yang tak kurang satu apapun, mulai dari kekayaan harta yang melimpah, keluarga yang bahagia, hingga ternak yang cukup banyak. Namun keberadaan materi dunia tersebut tidak lantas membuatnya lalai terhadap urusannya kepada Allah S.W.T.

harta yang dimilikinya digunakan untuk menebar kebaikan dijalan Allah S.W.T, seperti bersedekah hingga menyantuni anak yatim dan fakir miskin. Namun kebaikan dan kedermawanan yang beliau tebarkan ternyata membuat syaitan memiliki niat buruk dengan mencoba untuk menggodanya dengan berbagai macam cara agar nabi Ayyub lupa atas kewajibannya kepada Allah S.W.T.


2. NABI AYYUB MULAI DIUJI.


Melihat nabi Ayyub hidup tenang dengan segala kenikmatan yang dimilikinya serta kedekatannya kepada Allah S.W.T yang tidak pernah renggang, membuat syaitan memiliki niat untuk menggoda nabi Ayyub. Syaitan pun memohon kepada Allah S.W.T agar ia dapat menggoda nabi Ayyub dengan berbagai macam tipu dayanya.

وَٱذْكُرْ عَبْدَنَآ أَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلشَّيْطَٰنُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ

Artinya:
"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan". (Q.S. As-Shad: 41).

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa nabi Ayyub menjalani ujian ini selama 18 tahun, hadits ini diriwayatkan oleh Anas ibn Malik, sebagaimana disebutkan Abu Ya‘la dan Abu Nu‘aim, mengisahkan:

إِنَّ نَبِيَّ اللهِ أَيُّوبَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَبِثَ فِي بَلائِهِ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ سَنَةً فَرَفَضَهُ الْقَرِيبُ وَالْبَعِيدُ إلاَّ رَجُلَيْنِ مِنْ إِخْوَانِهِ كَانَا مِنْ أَخَصِّ إِخْوَانِهِ كَانَا يَغْدُوَانِ إِلَيْهِ وَيَرُوحَانِ

Artinya:
“Sesungguhnya Nabiyullah Ayub ‘alaihissalam berada dalam ujiannya selama delapan belas tahun. Baik keluarga dekat maupun keluarga jauh menolaknya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya. Kedua saudara itulah yang selalu memberinya makan dan menemuinya.”

Ujian pertama yang harus dirasakan nabi Ayyub adalah kehilangan harta benda yang ia miliki. Sedikit demi sedikit harta benda yang ia miliki terkuras habis termasuk binatang ternak yang beliau miliki. Namun cobaan tersebut semakin membuat nabi Ayyub semakin dekat kepada Allah S.W.T. Nabi Ayyub sadar bahwa rezeki datangnya dari Allah maka akan kembali kepada Allah.

Tidak selesai sampai disitu, ujian kembali menghampiri nabi Ayyub. Kali ini anak-anak nabi Ayyub banyak yang meninggal dunia. Namun keteguhan hatinya kepada Allah S.W.T tidak menggoyahkan sedikitpun keimanannya kepada Allah S.W.T. Sebagian ada yang menyebutkan bahwa syaitan yang merobohkan rumah nabi Ayyub hingga menyebabkan putera-putera nabi Ayyub meninggal dunia.

Melihat keteguhan nabi Ayyub tersebut, syaitan semakin berusaha menggoncangkan hati nabi Ayyub untuk berpaling dari Allah S.W.T. dalam keadaan demikian, ujian kembali datang kepada dirinya. Nabi Ayyub kini diuji dengan penyakit yang parah disekujur tubuhnya hingga membuat wajah nabi Ayyub terlihat tua. Sang istri senantiasa menjaga dan merawat nabi Ayyub hingga suatu ketika Istri nabi Ayyub pun diperdaya oleh syaitan sehingga berbuat sesuatu yang membuat nabi Ayyub kesal dan tidak berkenan. Nabi Ayyub lantas berjanji akan memukul istrinya sebanyak 100 kali dengan lidi pelepah kurma ketika beliau sembuh dari sakitnya itu.


3. NABI AYYUB LULUS DARI UJIAN ALLAH S.W.T.


Tekanan ujian yang sedemikian dahsyat, nyatanya tidak mampu menggoyahkan keimanan nabi Ayyub. Bahkan ujian yang beliau terima, semakin membuat nabi Ayyub memiliki keteguhan iman yang semakin kuat kepada Allah S.W.T. Nabi Ayyub kemudian berdoa kepada Allah S.W.T agar menghilangkan derita yang menimpanya, ia berkata,

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Artinya:
“(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang.(Q.S. Al-Anbiyaa’: 83).

Hingga akhirnya dengan kasih sayang Allah S.W.T, nabi Ayyub diperintahkan Allah S.W.T untuk menghentakkan kakinya ke tanah dan keluarlah sebuah mata air. Allah S.W.T lantas memerintahkan nabi Ayyub untuk meminum dan mandi dengan air tersebut. Hal tersebut tertuang dalam firman Allah S.W.T dalam Al-Qur’an surat As-Shaad ayat 42

ٱرْكُضْ بِرِجْلِكَ ۖ هَٰذَا مُغْتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَشَرَابٌ

Artinya:
(Allah berfirman): "Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum". (Q.S. As-Shad: 42).

Dengan kuasa Allah S.W.T penyakit yang beliau derita selama ini diangkat oleh Allah S.W.T dan wajah nabi Ayyub kembali terlihat muda seperti sedia kala bahkan terlihat lebih berseri-seri. Harta kekayaan yang semula habis, Allah berikan kembali kepada nabi Ayyub. Beliau pun juga diberikan banyak keturunan anak laki-laki, salah satunya bernama Basyir yang diberi gelar Dzulkifli yang kelak akan menjadi nabi.

وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرَىٰ لِأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِl

Artinya:
"Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran". (Q.S. As-Shad: 43)

Nabi Ayyub teringat janjinya akan memukul istrinya jika ia sudah sembuh dan Allah mengizinkan hal tersebut. Namun kasih sayang nabi Ayyub kepada istrinya tersebut membuat  lidi yang sebanyak 100 itu tidak jadi dipukulkan satu persatu akan tetapi lidi tersebut dijadikan satu dan dipukulkan kepada istrinya hanya satu kali untuk meringankan rasa sakit tersebut. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an.

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَٱضْرِب بِّهِۦ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَٰهُ صَابِرًا ۚ نِّعْمَ ٱلْعَبْدُ ۖ إِنَّهُۥٓ أَوَّابٌ

Artinya:
"Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput/lidi pelepah kurma), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya)". (Q.S. As-Shad: 44)

0 comments:

Post a Comment