March 28, 2020


Spirit Muslim. Mekkah Al-Mukarramah merupakan Salah satu kota di Arab Saudi yang memiliki sejarah cukup panjang dan cukup berpengaruh atas perkembangan peradaban Islam hingga saat ini. Kota yang memiliki Ka’bah sebagai ikon kota ini selalu padat dikunjungi oleh para pengunjung setiap tahunnya, baik untuk beribadah haji, umrah, hingga melakukan kunjungan wisata oleh turis mancanegara.

Mekkah sebagai pusat ajaran agam Islam, tentu menjadi tujuan utama dalam menjalankan ibadah Haji dan umroh. Kota yang berada pada ketinggian 277 meter di atas permukaan laut itu, rata-rata dikunjungi oleh 1,23 miliar orang per tahunnya, atau 23 persen dari populasi dunia. Meskipun sebagian besar sektor pariwisata di Mekkah masih berupa ziarah agama, ada peningkatan cukup signifikan pada kunjungan wisata.

Mekkah tidak hanya terkenal degan Ka’bahnya saja, akan tetapi ada juga beberapa tempat yang dapat dijadikan destinasi wisata saat kita berkunjung ke tanah suci ini. Banyak tempat bersejarah yang sayang jika kita tidak mengunjunginya, tidak hanya bertujuan untuk wisata saja namun bisa juga sebagai napak tilas berbagai perjuangan para nabi, sahabat, tabiin, hingga ulama-ulama terdahulu. Untuk itu Spirit Muslim memberikan beberapa rekomendasi beberapa destinasi wisata religi serta pusat oleh-oleh ternama yang wajib untuk dikunjungi oleh umat Muslim seluruh dunia.


1. MASJIDIL HARAM.


Masjidil Haram adalah Masjid yang berlokasi dipusat kota Mekkah,dan merupakan tempat paling suci bagi umat islam. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka’bah dengan mengarah ke kiblat,dan masjid ini merupakan masjid terbesar didunia. Masjidil haram cocok dapat kita jadikan destinasi utama kita, karena selain masih satu lokasi dengan Ka’bah, Masjidil Haram juga memiliki sejarah panjang dalam peradaban Islam. Masjidil haram merupakan banguan pertama yang berhasil didirikan oleh manusia, yakni oleh nabi Adam dan siti Hawa. Saat mereka diturunkan ke bumi, mereka diperintahkan membangun bangunan diatas lembah Bakkah (sebelum menjadi Mekkah). Bangunan ini sempat rusak oleh air bah pada masa nabi Nuh kemudian pada masa nabi Ibrahim dan nabi Ismail direnovasi dan diperintahkan oleh Allah untuk membangun bangunan ditengah-tengahnya yakni Ka’bah untuk beribadah.


2. JABAL NUR.


merupakan salah satu gunung istimewa di Jazirah Arab berjarak kurang lebih 7 km dari Masjidil Haram. Salah satu area di Jabal Nur yang cukup bersejarah adalah keberadaan Gua Hira, sebuah gua kecil tempat Rasulullah S.A.W menerima wahyu pertama dari Allah S.W.T melalui perantara malaikat Jibril yakni turunnya surat Al-‘Alaq ayat 1-5.

Ketinggian puncak Jabal Nur kurang lebih 642 mDpl dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam. Di puncak Jabal Nur ini kita dapat melihat kota Mekkah secara keseluruhan, dan waktu terbaik menikmati keindahan kota Mekkah dari puncak ini adalah menjelang Maghrib.


3. MASJID E-TANEEM.


Masjid E-Taneem terletak di daerah Al-Hil yang berjarak sekitar 5 mil dari pusat kota Mekkah. Masjid dengan ciri khas arsitektur modern ini juga tak kalah dengan masjid-masjid lainnya di kota Mekkah, adalah suasana masjid yang tenang serta memiliki beragam fasilitas memadai bagi jama’ah haji dan umrah, seperti area wudhu yang lebar, puluhan kamar mandi bersih, serta ruang ganti pakaian yang terjaga keamanannya.


4. AL-KISWA FACTORY.


Kiswa Factory layak dijadikan salah satu destinasi wisata anda, Kiswa Factory adalah pabrik pembuatan kiswah (kain penutup Ka’bah). Pengunjung dapat mengunjungi tempat ini menggunakan kendaraan yang dapat ditempuh selama 10 menit perjalanan dari Masjidil Haram. Namun untuk mengunjungi pabrik Kiswah ini harus mendapatkan izin dari pemerintah sebelum berkunjung. Kiswah Kabah diganti setiap tahun pada tanggal 9 Dhulhijjah setiap tahun Hijriah. Pemgujung yang mengunjungi Pabrik Kiswah dapat mengamati bagaimana Kiswah dibuat dan melihat para karyawan menjahit kaligrafi emas pada kain sutra hitam. Proses pembuatan Kiswah memakan waktu sekitar 8 hingga 10 bulan dan setelah selesai, Kiswah baru diserahkan kepada pejabat Masjid Al Haram.


5. KAWAH AL-WAHBAH


Menurut kisah warga setempat, kawah Al-Wahbah merupakan sisa gunung api yang pernah aktif. Cerita rakyat yang berkembang menyebut kawah itu terbentuk karena ada dua gunung yang saling jatuh cinta. Namun salah satu gunung lenyap sehingga meninggalkan rongga berupa kawah Al- Wahbah.

Kawah unik ini berlokasi di timur laut Kota Mekkah. Dikelilingi oleh gurun, kawan ini memiliki diameter hampir 1 mil (setara 1,6 kilometer) dan ketinggian tebing 850 kaki, atau sekitar 259 meter yang membentang hingga ke dasar lubang.

Saat musim hujan, dasar kawah akan terisi penuh membentuk serupa danau. Namun, ketika musim panas datang, kawah ini akan menjadi serupa ladang garam akibat penguapan oleh sinar Matahari yang terik. Pengunjung dapat menjelajah di sisi kawah atas karena terdapat deretan pohon palem yang meneduhkan. Pengunjung juga diperbolehkan berkemah dan bermalam ditenda-tenda tradisional Arab akan tetapi harus menyewa pemandu berlisensi.


6. JABAL RAHMAH.


Adalah gunung tempat bertemunya nabi Adam dan siti Hawa untuk pertama kalinya sejak diturunkan Allah S.W.T dari surga. Jabal Rahmah berlokasi di Arafah berjarak sekitar 25 km di sebelah tenggara kota Mekkah. Untuk mencapai puncak Jabal Rahmah pengunjung bisa melaluinya dengan menaiki 168 buah anak tangga dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit karena memang ketinggian gunung ini hanya 70 m.

Di Jabal Rahmah juga terdapat sebuah monumen sebagai simbol pertemuan nabi Adam dan siti Hawa yang terbuat dari beton persegi empat dengan lebar kurang lebih 1,8 meter dan tingginya 8 meter. Tidak seberapa jauh dari kaki gunung dan berdekatan dengan hamparan batu-batu besar terdapat masjid yang terbuka, dan menurut sejarah, di tempat ini pula Nabi Muhammad S.A.W pernah wukuf berkendaraan diatas untanya yang bernama Qush Waa’ dan masjid tersebut diberi nama Masjid Ash Shakh Raat.

Terdapat pula tapak batu disekitaran Jabal Rahmah. Pada jaman Rasulullah S.A.W, tapak batu ini berfungsi sebagai tempat wukuf di hari Arafah pada saat melaksanakan haji Wada’. Di tempat inilah kemudian Allah S.W.T menurunkan surat Al-Maidah ayat 3 kepada Rasulullah S.A.W.


7. JABAL TSUR.


merupakan sebuah gunung kecil yang terletak di Mekkah Arab Saudi. Gunung ini berwarna kemerah-merahan yang mengelilingi Gunung Uhud di belakangnya dari arah utara. Jabal Tsur merupakan batas kota Madinah sebelah utara, sekitar 8 kilometer dari Masjid Nabawi, atau kurang lebih 15 kilometer dari Gunung ‘Air. Batas kota Madinah adalah diantara Gunung ‘Air dan Gunung Tsur.

Jabal Tsur merupakan salah satu gunung yang terletak di Mekkah dengan ketinggian 1405 mDpl. Jabal Tsur memiliki 3 puncak yang saling terhubung dan berdekatan dengan medan yang terjal dan berbatu. Untuk mencapai puncak diperlukan waktu kurang lebih 1 jam.

Di puncak Jabal Tsur terdapat gua Tsur dengan ukuran yang kecil dan sempit yang hanya mampu menampung 3 orang saja. Di gua Tsur inilah dulu Rasulullah S.A.W beserta Abu Bakar bersembunyi selama 3 hari dari kejaran kaum kafir Quraisy saat berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Di bawah gua terdapat batu besar berbentuk kubah yang dapat dipakai untuk berteduh oleh sekitar 30 orang. Sebagian ahli sejarah memberi nama kubah itu sebagai Qubah Jibril AS.


8. PASAR ZAKFARIAH.


Pasar Zakfariah terletak sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram, sehingga bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 30 menit. Selain itu, dari pasar ini juga ada kendaraan taksi, atau mungkin tepatnya "angkot" karena ongkosnya ditarik per orang. Ongkos dari pasar menuju Masjidil Haram sebesar dua riyal per orang (sekitar Rp6.500). Suasana pasar ini mirip dengan Pasar Tanah Abang atau Pasar Jatinegara di Jakarta, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Sebelum memasuki pasar, di tepi jalan sudah banyak toko-toko.

Saat berkunjung ke Mekkah pengunjung dapat mengunjungi pasar ini untuk mencari oleh-oleh untuk saudara maupun kerabat di rumah. Pasar ini terletak hanya satu kilometer dari Masjidil Haram. Di pasar ini banyak ditemui berbagai macam oleh-oleh baik khas Tanah Suci seperti pashmina, pakaian muslim, jilbab, sajadah, ghutra (kain penutup kepala), tasbih. Panganan khas Arab seperti kurma, kacang arab dan lainnya. Bahkan juga mainan dan barang-barang elektronik, jam dan perhiasan. Uniknya, para pedagangnya rata-rata dapat menggunakan bahasa Indonesia walaupun dengan logat Arab. Mereka belajar bahasa Indonesia dari pembeli, juga dari TKI yang bekerja di beberapa toko. Tawar-menawar juga lazim dilakukan di pasar ini.

0 comments:

Post a Comment