February 08, 2020



Spirit Muslim. Bagi umat Muslim Bulan Rabi’ul Awal identik dengan acara perayaan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. Tepat pada bulan ini Rasulullah Muhammad S.A.W dilahirkan. Sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta umat Islam terhadap junjungannya tersebut banyak yang memperingati bulan Maulid ini dengan berbagai cara sesuai dengan adat dan kebiasaan dari masing-masing daerah, mulai dari membaca shalawat diba’ bersama-sama, melakukan arak-arakan disetiap daerah, hingga membagikan hasil bumi untuk warga sekitar.

Tidak dapat dipungkiri memang, perayaan ini merupakan salah satu perayaan umat Muslim yang cukup meriah, pasalnya ini menjadi salah satu momentum terbaik bagi umat Muslim untuk menunjukkan kecintaannya terhadap baginda Nabi Muhammad S.A.W yang telah bersusah payah meluruskan jalan umat manusia menuju jalan yang lurus. Selain itu pada bulan Rabi’ul awal ini juga menjadi momen terbaik sebagai napak tilas perjuangan Rasulullah S.A.W yang telah bersusah payah berjuang membela umat Muslim hingga akhir hayat beliau.

Perlu diketahui bahwa perayaan Maulid ini cukup beragam pelaksanaannya antara satu negara dengan negara lain, hal ini menyesuaikan dengan tradisi dan kebiasaan dari masing-masing negara. Lantas seperti apa perayaan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh warga di berbagai belahan negara di dunia ? berikut penjelasan selengkapnya.

1. INDONESIA

Indonesia terbilang cukup meriah dalam merayakan Maulid Nabi ini, pasalnya negara ini merupakan negara dengan mayoritas umat Muslim terbesar di dunia, selain itu negara ini terdiri dari berbagai macam suku bangsa sehingga perayaan maulid pun juga bermacam-macam sesuai dengan adat daerah dari masing-masing wilayah di Indonesia. Cukup banyak perayaan Maulid yang beragam di Indonesia, mulai dari Kenduri Maulod dari Aceh, Grebeg Maulud dari Yogyakarta, Panjang Jimat dari Cirebon, hingga Ngalungsur dari Garut. Perayaan Maulud Nabi di Indonesia memang berbeda-beda akan tetapi semua itu memiliki tujuan yang sama, yakni memeriahkan peringatan Maulid Nabi. Pada intinya semua perayaan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan masyarakat sekitar guna melantunkan shalawat, dzikir, hingga doa yang dilakukan bersama warga sekitar.

2. PALESTINA.

Tidak kalah dengan negara-negara lain, negara yang hingga kini terlibat konflik dengan Israel ini juga turut merayakan Maulid Nabi dengan meriah. Penduduk palestina merayakan Maulid Nabi dengan melantunkan pujian-pujian bersama peduduk sekitar sebagai bentuk penghormatan mereka terhadap kelahiran baginda Nabi Muhammad S.A.W. Lagu-lagu tersebut menceritakan kehidupan dan karakter Nabi.

3. TURKI.

Turki yang mana mayoritas masyarakatnya Muslim memiliki cara yang hampir mirip dengan Indonesia dalam merayakan Maulid Nabi ini. Masyarakat Turki berbondong-bondong menuju Masjid untuk melantunkan pujian-pujian kepada Nabi Muhammad S.A.W serta berdoa pada hari itu. Sementara pada malam hari seperti dikutip laman Yenisafak, masyarakat disana melaksanakan shalat dan membaca Al-Qur’an di rumah masing-masing. Ada pula sebagian masyarakat yang merayakannya dengan melakukan tarian sufi yang disebut dengan istilah tari Darwis. Biasanya tarian tersebut dilakukan oleh penduduk Karavas Veli, Dervish Lodge, dan Bursa dengan cara memutar-mutar badan mereka.

4. BRUNEI DARRUSSALAM.

Brunei Darrussalam memiliki cara tersendiri untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. Perayaan Maulid Nabi di Brunei Darrussalam disebut dengan istilah "perarakan agung”. Sebelum acara tersebut berlangsung, pada hari sebelumnya digelar acara pembacaan rawi Syaraful Anam di Istana Nurul Iman. Kemudian dihari berikutnya diadakanlah perarakan agung tersebut. Acara tersebut dipimpin langsung oleh sultan Brunei Darrussalam yakni Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolqiah Mu’izzadin Waddaulah. Perarakan agung dimulai dengan berjalan menyusuri kota Bandar Sri Begawan sepanjang 4,3 km oleh sri sultan dan beberapa kelompok masyarakat sambil melantunkan shalawat Nabi.

5. KASHMIR (INDIA).

Saat perayaan maulid tiba, penduduk Muslim Kashmir di India merayakannya dengan mengunjungi Hazratbal, sebuah tempat dimana terdapat peninggalan rambut dan jenggot nabi Muhammad S.A.W. Disekitar tempat itu juga banyak masyarakat sekitar yang menjajakan makanan-makanan untuk memeriahkan peringatan Maulid Nabi ini.

6. CHINA.

Ratusan Muslim Tiongkok dari etnis Hui berkumpul di Masjid Nandouya, Beijing untuk memperingati Maulid Nabi SAW. Mereka mengisi perayaan Maulid Nabi dengan membaca Alqur’an dan berdoa bersama. Mereka kemudian makan bersama di sebuah ruang serba guna yang masih dalam area masjid. Berbagai macam makanan dihidangkan. Mulai dari nasi putih, roti goreng, nugget, sup ayam, sup daging sapi, bakso sapi, hingga bakso daging sapi goreng.

7. PAKISTAN.

Perayaan Maulid Nabi di Pakistan juga tidak kalah meriahnya dengan negara-negara lain, pada saat acara Maulid tiba, semua bangunan mulai dari bangunan publik hingga Masjid dikibarkan bendera nasional. Saat pagi tiba, meriam ditembakkan sebanyak 31 kali di Islamabad dan 21 kali di ibu kota provinsi menandakan penghormatan atas peringatan maulid Nabi Muhammad S.A.W. Sedangkan malam hari diterangi oleh warna-warni lampu yang dipasang untuk memeriahkan acara ini. Pada saat perayaan ini diberlangsungkan sebuah forum tingkat federal dan provinsi yang disebut Konferensi Seerat. Pada forum ini para ulama dan intelektual datang untuk menjelaskan kehidupan, perkataan, ajaran, dan filosofi Nabi Muhammad S.A.W. Perayaan tidak sampai disitu saja, ada juga kegiatan lomba menulis pujian Nabi (Naat), lomba baca Al-Qur’an, bersedekah, melaksanakan Shalat dan pengajian bersama di Masjid-masjid, hingga pawai di kota-kota besar di Pakistan.

8. MESIR.

Mesir merayakan Maulid dengan cukup meriah, mulai dari pembacaan Qasidah, festival shalawat dan dzikir, hingga pawai Tarekat. Pawai tarekat sendiri dilakukan oleh para Imam dan para pengikut tarekat di Mesir dengan menyusuri jalan-jalan. Mereka menunjukkan aksi gerakan-gerakan akrobatik layaknya debus di Indonesia. Selain itu sebagai bentuk peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W toko-toko permen menyiapkan sebuah patung yang terbuat dari pasta gula yang dibentuk mirip pengantin memakai rok (Arouset El-Moulid). Dalam tradisi Mesir, boneka-boneka tersebut harus ditawarkan oleh laki-laki muda kepada tunangan mereka. Pemberian tersebut juga dilengkapi dengan permen tradisional lainnya yang terbuat dari buah kering, kacang, dan nougat.

9. IRAK UTARA.

Dalam merayakan Maulid Nabi, masyarakat Irak terutama Irak bagian utara, merayakannya dengan tarian sufi mirip dengan Turki, mereka menari memutar-mutar badan mereka sambil membaca dzikir dan doa. Tarian ini juga diiringi dengan pukulan drum yang dipukul untuk mengiringi tarian tersebut.

10. KENYA.

Maulid Nabi di Kenya di sebut dengan istilah Maulidi, tempat yang paling terkenal perayaan maulid adalah di pulau pesisir Lamu dan Malindi. Masyarakat sekitar biasa mengisi perayaan Maulid dengan aneka macam perlombaan, seperti lomba perahu hingga lomba adu balap keledai.

11. AFRIKA SELATAN.

Di wilayah Cape Town, Afrika Selatan, upacara Rampies-sny merupakan tradisi unik yang dilakukan saat Maulid Nabi. Dalam upacara ini para perempuan akan memotong daun lemon dan daun jeruk yang direndam dalam air tawar. Daun-daun ini kemudian diolah sambil mengumandangkan salam kepada Nabi Muhammad S.A.W. Olahan tersebut kemudian dikemas menyerupai permen dengan kertas kecil dan diberikan pada para laki-laki di Afrika Selatan.

12. AUSTRALIA.

Meskipun umat Muslim di Australia bukanlah mayoritas namun hal tersebut tidaklah menyurutkan masyarakat Muslim disana untuk merayakan Maulid Nabi. Pada hari perayaan Maulid Nabi, lembaga Darul Fatwa yakni lembaga yang setara dengan MUI di Indonesia menggelar acara yang disebut dengan “Multicultural Mawlid” di Olympic Sport Centre Sidney. Cukup banyak agenda kegiatan dalam perayaan tersebut, mulai dari melantunkan Shalawat Nabi, Tadarrus AL-Qur’an, mendengarkan ceramah, hingga pementasan drama kehidupan Nabi Muhammad S.A.W beserta para sahabatnya.

13. POLANDIA.

Di Benua Eropa, kaum Muslimin biasanya berkumpul untuk berdoa bersama di pusat-pusat kota seperti di masjid atau Islamic centre. Di Polandia khususnya, selain berdoa bersama di masjid, dilakukan pula kegiatan silaturahim ke rumah-rumah saudara dan kerabat seperti yang dilakukan masyarakat Indonesia saat memperingati Hari Raya Idul Fitri.

14. RUSIA.

Di Rusia, maulid Nabi tidak hanya sebuah perayaan biasa, akan tetapi Maulid Nabi disana dimanfaatkan umat Muslim sebagai syiar agama. Perayaan Maulid Nabi disana cukup menyita perhatian dari masyarakat negara tetangga di Rusia, bahkan tercatat perayaan Maulid pada 2016 yang berlangsung di masjid katedral dihadiri kurang lebih 2000 jamaah, mereka berasal dari berbagai negara-negara tetangga Rusia, seperti Dagestan, Azerbaijan, Tajikistan, Usbekhistan, dll. Dalam perayaan tersebut diisi dengan aneka macam kegiatan, mulai dari pembacaan Qasidah, pameran kaligrafi, Lauching kitab-kitab Islam, hingga pengenalan berbagai ormas Islam di Rusia.

15. SPANYOL.

Di Spanyol tepatnya di Granada, pada abad ke-14 Maulid Nabi diselenggarakan dengan sangat meriah, pada malam perayaan tersebut dihidangkan makan malam, makanan ringan larut malam, dan sarapan di pagi berikutnya. Berbagai macam makanan disajikan untuk para tamu. Makanan penutup terdiri dari kue-kue yang dibuat dengan gula, juga ada air mawar dan buah-buahan, seperti ceri dan apel dari Granada, buah ara kering dari Almunecar, dan buah delima dan anggur dari Malaga. Lantunan kasidah didendangkan oleh para munsyid yang berbeda sepanjang malam. Selain kewajiban shalat jamaah dan bacaan Al-Quran, acara malam itu diisi pembacaan kasidah dan puisi-puisi klasik abad pertengahan.

16. AMERIKA SERIKAT.

Meskipun Muslim bukan mayoritas disana akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat umat Muslim di Amerika untuk merayakan Maulid Nabi. Mereka merayakan Maulid Nabi tergantung dari mana mereka berasal. Di Maryland, AS orang-orang akan ikut melakukan upacara doa-doa di Diyanet Center of America. Tak hanya itu, umat Muslim akan membagikan makan malam secara gratis di Diyanet Center of Amerika, dekat Washington DC.

0 comments:

Post a Comment