February 25, 2020



Spirit Muslim. Allah S.W.T menciptakan segala sesuatu dengan hikmah besar didalamnya yang masih belum sepenuhnya bisa diungkap manusia hingga saat ini, salah satunya adalah keberadaan gunung-gunung yang dihamparkan begitu gagahnya di muka Bumi ini. Terbentangnya gunung di muka Bumi menjadi saksi bahwa kekuasaan Allah S.W.T amatlah besar dan luas. Bayangkan saja, bumi yang kita huni saat ini memiliki 1500 lebih gunung berapi, dengan gunung yang masih aktif sekitar 620 buah dan 144 diantaranya berada di Indonesia.

Didalam Al-Quran surat An-Naba tepatnya pada ayat 6-7 disebutkan bahwa gunung-gunung diciptakan Allah S.W.T sebagai pasak bagi bumi. Penelitian menyebutkan bahwa gunung memiliki peran vital bagi keberlangsungan dan kestabilan permukaan bumi, ini dikarenakan jauh didasar gunung terdapat semacam "akar" yang bersifat mengikat dasar bumi yang berfungsi untuk meredam dan menstabilkan kerak bumi dari berbagai goncangan dan berbagai macam gas yang berasal dari dalam perut bumi.

Dulu sebelum teknologi secanggih seperti saat ini, meneliti fenomena tersebut secara ilmiah rasanya mustahil, karena sumber daya teknologi pada saat itu sangat terbatas. Namun melalui Al-Qur’an Allah S.W.T telah mengabarkan hal tersebut jauh sebelum manusia melakukan penelitian.

Inilah kuasa Allah S.W.T, Allah tidak hanya semata-mata menciptakan saja akan tetapi terdapat hikmah dengan menjelaskan semuanya dalam satu kitab sempurna yakni Al-Qur’an. Namun sayangnya meskipun sudah terdapat dalam Al-Qur’an mereka masih tidak mempercayainya, mereka lebih memilih untuk bersusah payah meneliti bertahun-tahun hingga menyibukkan mereka dengan urusan tersebut.

Lantas seperti apa konsep pasak yang terdapat pada gunung ? lalu seperti apa cara gunung berperan menstabilkan permukaan bumi ? berikut penjelasan selengkapnya.


GUNUNG BERPERAN SEBAGAI PASAK.

Ayat perihal gunung berfungsi sebagai pasak bumi adalah benar adanya. Namun yang dimaksud Al-Qur’an bukanlah bahwa gunung-gunung tersebut memiliki bentuk seperti pasak, akan tetapi sejatinya Al-Qur’an menjelaskan bahwa gunung-gunung tersebut memainkan peran sebagaimana pasak bukan bentuk layaknya pasak.

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا. وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

Artinya:
“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak ?”. (Q.S. An Naba': 6-7).

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa didasar gunung terdapat semacam “akar” yang membentuk sebuah alur yang mengikat gunung-gunung tersebut dengan bumi. Keberadaan akar tersebut diklaim berfungsi sebagai penahan goncangan bumi.

Penelitian modern perihal gunung ini membuktikan bahwa akar-akar tersebut mampu menembus kedalaman yang berkali lipat dari ketinggian gunung itu sendiri. Maka benar adanya jika gunung-gunung disebut dengan istilah pasak, karena pada dasarnya pasak bagian yang terbesarnya tersembunyi didalam tanah.


GUNUNG BERFUNGSI MENSTABILKAN BUMI.

Pasak pada dasarnya digunakan untuk menahan atau mengikat sesuatu agar kokoh  dan stabil layaknya pembuatan kemah saat camping, gunung-gunung juga memiliki fungsi demikian yakni memiliki peran penting untuk menstabilkan dan mengikat kerak bumi. Dengan kata lain pasak-pasak pada gunung tersebut mencegah goyahnya tanah akibat gempa maupun tekanan berbagai gas dari dalam bumi. Allah S.W.T berfirman:

وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya:
"Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. " (Q.S. An-Nahl, 16:15)

Pelopor penelitian ini adalah seorang profesor dari Washington DC bernama Emeritus Frank Press. Dia menerbitkan buku berjudul “Earth”. Buku tersebut menjadi pegangan di beberapa universitas di dunia.

Dalam buku tersebut menyebutkan bahwa gunung-gunung yang terhampar di muka bumi ini memiliki akar yang menghujam jauh didasar bumi, sehingga akar-akar ini seolah berfungsi layaknya pasak yang tertanam hingga dalam didasar bumi.

Menurut Prof Press, sebenarnya kerak bumi mengapung di atas cairan. Lapisan terluar bumi membentang 5 km dari permukaan. Kedalaman lapisan gunung menghujam sejauh 35 km. Dengan demikian, pegunungan berfungsi layaknya pasak yang didorong ke dalam bumi untuk menstabilkan permukaan bumi dari gempa dan berbagai gas yang ada didalam perut bumi.

Penelitian tersebut juga diperkuat dengan pernyataan Siaveda, seorang geolog dari Jepang. Menurut Siaveda, ketika lempengan bumi saling bertumbukkan, maka lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya. Sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lempengan bagian bawah Inilah yang mengikat kuat di dasar permukaan bumi yang berfungsi layaknya pasak untuk meredam sebuah goncangan.

0 comments:

Post a Comment