June 27, 2019


Spirit Muslim. Sumur pada dasarnya  menjadi salah satu sumber mata air yang banyak dimanfaatkan manusia untuk berbagai kebutuhan hidup, mulai dari minum, memasak, hingga mencuci. Namun apa jadinya jika sumber mata air ini berubah menjadi keruh atau hitam ? tentu air tersebut tidak lagi dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagaimana mestinya. Hal inilah yang terjadi pada sebuah sumur di daerah Hadrammaut, Yaman. Selain airnya berwarna hitam, ternyata sumber air ini juga berbau busuk dengan kedalaman sumur lebih dalam dari sumur pada umumnya, yakni kurang lebih 600 kaki. Dalam sebuah hadits disebutkan

ابغض البقاع الى الله برهوت فيه بئر مائها اسود منتن تأوي اليه ارواح الكفار

Artinya:
"Seburuk-buruk tempat di sisi Allah adalah sumur Barhut. Di dalamnya terdapat air berwarna hitam, bau busuk dan menjadi tempat berkumpul arwah orang kafir." (Jami' Al-Hadits no. 33297).

APA ITU SUMUR BARHUT ?

Kata "Barhut" menurut bahasa himyar kuno (sebuah dinasti yang pernah berkuasa di Yaman) bermakna: "kotanya bangsa jin". Disebut demikian karena pernah ada seorang raja dinasti  Himyar kuno yang menggali sumur ini dengan tujuan untuk menyembunyikan  harta karunnya dengan bantuan jin, hal ini dibenarkan  oleh Syaikh Umar Mushoibah salah satu ulama kota Tarim Hadramaut yang  pernah turun langsung untuk mengetahui akan hakikat sumur tersebut dan  dikarenakan memang banyaknya makhluk dari kalangan jin di lembah tersebut.

Sumur barhut adalah sumur berbentuk goa yang berada di lembah Hud disekitar makam nabi Hud Alaihissalam. Orang orientalis menyebutkan Beir Barhut, adalah sebuah goa besar, dalam dan gelap. Tekstur dalamnya naik turun dan terputus-putus. Untuk menuju lokasi ini kira-kira dapat ditempuh dengan perjalanan 2 jam dari kota  tarim, provinsi hadramaut dengan lintasan arah menuju provinsi Mahroh, Yaman selatan. 

Dalam kitab At-Taisir Bisyarh Al-Jami' Ash-Shaghir disebutkan bahwa sumur Barhut adalah sumur yang sangat dalam di Hadhrammaut, tidak ada yang sanggup menuruni sampai kedasarnya. ini berarti sumur Barhut tidak bisa diukur kedalamannya jika dilakukan dengan turun kedalamnya, yang dimaksud oleh ulama adalah tidak ada yang mampu menuruninya tanpa bantuan peralatan apapun atau dengan paralatan sederhana seperti jaman dulu, namun dengan kecanggihan peralatan dan teknologi saat ini kedalamannya sudah dapat diukur, karena menurut keterangan sebuah situs di Hadramaut kedalaman sumur Barhut itu mencapai 600 kaki dengan lebar 450 kaki dan panjangnya 120 kaki. Airnya hitam kental seperti nanah dan berbau busuk yang sangat menyengat di hidung. Ibnu Hajar Al-Haitami menyebutkan: “bahwa air di sumur Barhut berwarna hitam seperti nanah jika dilihat di pagi hari, di dalamnya juga terlihat banyak hewan penyengat (seperti kalajengking, dll).”

DALIL HADITS TENTANG SUMUR BARHUT.

Diantara hadits dan atsar yang menginformasikan tentang sumur Barhut adalah hadits marfu’ berikut dari Ibnu Abbas :

خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ ، وَفِيهِ طَعَامٌ مِنَ الطُّعْمِ ، وَشِفَاءٌ مِنَ السُّقْمِ ، وَشَرُّ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ مَاءٌ بِوَادِي بَرَهُوتَ بِحَضْرَمَوْتَ ، عَلَيْهِ كَرِجْلِ الْجَرَادِ مِنَ الْهَوَامِّ ، يُصْبِحُ يَتَدَفَّقُ ، وَيُمْسِي لا بِلالَ فِيهِ

Artinya:
“Sebaik-baik air di atas muka bumi ialah air Zam-Zam, ia merupakan makanan yang mengenyangkan dan penawar bagi penyakit dan seburuk-buruk air di atas muka bumi ialah sumur Barhut di Hadramaut …(Riwayat Ath-Thabarani dalam mu’jam al-Kabirnya: 11167, Al-awsathnya: 3912 atau 8219. Al-Haitsami menilai rijalnya tsiqah dalam Majma’ zawaidnya. Albani menilainya Hasan dalam silisalah As-Sahihahnya: 1056 dan Sahih At-Targhib wa at-Tarhib: 1161).

Atsar Anas bin Malik radhiallhu ‘anu :

عن أنسٍ -رضي الله عنه-: أرواح المؤمنين إلى الجابية، وأرواح الكافرين إلى وادٍ بحضر موت يُقال له بَرَهوت

Artinya:
“Dari Anas Radhiallahu ‘anhu: “ Ruh kaum beriman (ditempatkan) ke Jabiyah, dan ruh kaum kafir (ditempatkan) ke bukit Hadramaut yang disebut Barhut". (Ditakhrij oleh Ad-Dailami: 1694. Dan dijadikan hujjah oleh Ibnu Taimiyyah dalam Majmu Fatawanya: 4/221.)

Ali bin Abi Thalib juga mengatakan :

خير وادي النّاس وادي مكّة، وشرّ وادي الناس وادي الأحقاف، وادٍ بحضرموت يُقال له: برهوت فيه أرواح الكفّار

Artinya:
“Sebaik-baik bukit manusia adalah bukit di Makkah, dan seburuk-buruk bukit manusia adalah bukit al-ahqab yaitu bukit di Hadramaut yang disebut dengan Barhut, di dalamnya terdapat ruh kaum kafir“. (Disebutkan oleh imam Suyuthi dalam Syarh ash-Shudur : 232. Juga banyak riwayat lainnya dengan lafaz yang banyak dari Ali bin Abi Thalib dan ditakhrij oleh Abdurazzaq dalam al-Mushannafnya : 9118. Juga oleh al-Arzuqi dalam Akhbar Makkah : 2/40. Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq : 1/468. Juga lihatlah dalam kitab Ahwal al-Qubur : 118 , Ibn Rajab menyebutkan beberapa riwayat.)

KISAH SUMUR BARHUT.

Diceritakan dalam Kitab Gharibul Hadits Li Ibni Qutaibah bahwa ada seorang laki-laki di daerah keberadaan sumur tersebut yang mencium bau busuk saat ia melewatinya, kemudian ia berhenti sejenak. Lalu ia mendapatkan kabar tentang kematian pembesar-pembesar kafir, dan kemudian ia menyadari bahwa bau busuk tersebut tercium dari sumur itu.

Dalam KItab Al-Kaba'ir karya Al-dimasyqi, disebutkan bahwa seorang laki-laki yang kaya menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Sesampainya di Makkah ia menitipkan uangnya sebanyak 1000 dinar kepada seseorang yang terkenal dapat dipercaya dan shalih sampai seusai wuquf di Arafah.

Ketika ia telah menyelesaikan wuqufnya ia kembali ke Mekah dan mendapati orang yang dititipinya telah meninggal. Ia menanyakan perihal uangnya kepada keluarganya. Ternyata tidak seorang pun dari anggota keluarganya yang mengetahuinya. Orang itu pun mengadukan masalahnya kepada para ulama Mekah.

Mereka berkata: "Apabila separuh malam telah berlalu, mendekatlah ke sumur Zamzam, lihatlah, dan panggil namanya. Jika ia termasuk penghuni surga niscaya ia akan menjawab panggilanmu pada kali pertama."

Maka orang itu mengikuti nasehat mereka mendatangi sumur Zamzam dan memanggilnya. Namun tidak ada jawaban. Karenanya ia kembali kepada mereka, menceritakannya. 

Mereka berkata, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Kami khawatir jangan-jangan temanmu itu termasuk penghuni neraka. Pergilah ke tanah Yaman, disana ada sebuah sumur yang diberi nama sumur Barhut. Katanya sumur itu berada di tepi jahannam. Lihatlah di waktu malam, dan panggilah temanmu. Jika ia termasuk penghuni neraka, niscaya ia akan menjawab panggilanmu.

Maka orang itu pun berangkat ke Yaman dan bertanya-tanya tentang sumur itu. Seseorang menunjukkannya dan ia pun mendatanginya di malam hari. Ia melihat ke dalamnya dan berseru,

"Hai Fulan!" Ada jawaban. Ia bertanya, "Dimana uang emasku?"

"Aku tanam di bagian 'anu' dalam rumahku. Aku memang belum memberitahukannya kepada anakku. Galilah pasti kamu mendapatkannya."

"Apa yang menyebabkanmu berada disini padahal menurut prasangka kami, kamu adalah seorang yang baik."

"Aku punya seorang saudara perempuan yang fakir. Aku menjauhinya dan tidak menaruh belas kasihan kepadanya. Maka Allah menghukumku dan merendahkan kedudukanku seperti ini."

Ini sesuai dengan sabda Nabi S.A.W dalam hadits yang shahih, "Tidak akan masuk surga orang yang memutus ikatan rahim." (diriwayatkan oleh Al-Bukhari (5984), Muslim (2556), Abu Dawud (1696), dan At-Tirmidzi (1909) dari Jabir bin Muth'im).

Maksudnya memutuskan ikatan rahim seperti saudara perempuan, bibi, keponakan, dan yang lainnya dari antara kerabat.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang beruntung yang senantiasa menyambung silaturrahim antar saudara dan disatukan dengan saudara-saudara seiman di surga Allah kelak. Aamiin.

0 comments:

Post a Comment