March 04, 2019


Spirit Muslim. Islam memegang peranan cukup penting dalam ilmu pegetahuan yang berkembang hingga saat ini. Bagaimana tidak, banyak sekali para ilmuwan dan cendekiawan Islam yang turut menjadi pelopor perkembangan peradaban manusia melalui sains dan ilmu pengetahuan yang telah mereka cetuskan. Sayangnya kelompok barat yang berambisi menguasai peradaban manusia kini telah banyak yang mengklaim atas penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh ilmuwan Muslim. Mereka menterjemahkan karya-karya ilmuwan Muslim dan mengklaim bahwa mereka yang menemukan beberapa teori-teori yang telah dicetuskan oleh ilmuwan Muslim.

Dari sekian banyak ilmuwan Muslim, hanya beberapa saja yang terkenal akan penemuannya, seperti Ibnu Sina atau orang barat menyebutnya Avicenna, Laksamana Ceng Ho, hingga Al-Khawarizmi sang penemu Algoritma. Mereka semua hanya sebagian dari beberapa tokoh-tokoh ilmuwan besar dari kalangan Muslim. Masih ada beberapa ilmuwan terhebat dan termahsyur lainnya dari kalangan Muslim yang tak kalah hebatnya dengan tokoh-tokoh Ilmuwan barat. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Ibnu Sina/Avicenna (980-1037M).

Ibnu Sina menjadi salah satu ilmuwan paling berpengaruh dalam bidang ilmu kedokteran, pasalnya ia telah sukses melakukan operasi tulang pada abad ke 11. Karyanya ‘Al Qanun fi at-Tibb’ juga menjadi rujukan bagi dunia kedokteran sampai akhir abad 19. Buku itu diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul ‘Canon of Medicine’, dan kini jadi dasar ilmu kedokteran Barat.

Ibnu Sina tidak membatasi dirinya hanya dalam bidang kedokteran saja. Ia sangat prihatin melihat takhayul dan mitos yang ada di masyarakat. Ini yang mendorongnya untuk mempelajari logika sains di balik fenomena alam. Ia mempelajari asal-muasal air dan pembentukan awan. Ia membuat buku tentang batu dan mineral serta meteorology. Ia mencari tahu bagaimana gunung terbentuk dan juga penyebab gempa bumi.

Karya-karya yang dihasilkan oleh Ibnu Sina yang sudah mendunia antara lain: Qanun fi thib (canon of medicine/aturan pengobatan), Penemu teori penularan TBC dan efek penyakit placebo, Penemu Aroma terapi, Penemu termometer, Menemukan bahwa etanol dapat membunuh mikroorganisme.

2. Ibnu Battuta (1304-1368M).

Ibnu Battuta terkenal akan ekspedisi yang pernah ia lakukan di dunia pada usia yang cukup muda yakni 21 tahun. Perjalanan yang ia lakukan bertujuan untuk berdakwah menyebarkan kebenaran Islam di tiap daerah yang ia kunjungi. ia telah berhasil mengunjungi 44 negara, mulai dari benua Afrika, Mesir, Suriah, Persia, Teluk Arab, Anatolia, Turkmenistan, Afghanistan, India, Maladewa, Srilanka, Bengal, Sumatera, Tiongkok, Sardinia, dan Spanyol. Ia berhasil melakukan perjalanannya selama kurun waktu kurang lebih 29 tahun. Ia mempelajari banyak hal dalam perjalananannya, dan kemudian membukukan semuanya dalam sebuah kitab yang berjudul Ar-Rihlah.

3. Abbas bin Firnas (810–887M).

Abbas bin Firnas menjadi salah satu pencetus prinsip dasar dari pesawat terbang. Tahun 852 Ia memiliki inisiatif untuk melakukan uji coba terbang dari menara Masjid Mezquita di Cordoba dengan menggunakan semacam sayap dari jubah yang disangga kayu. Walhasil sayap buatannya tersebut mampu membuatnya melayang sebentar di udara. Penemuan ini menjadi cikal bakal dari lahirnya parasut di dunia.

Tak lama setelah itu, berkat kekagumannya terhadap seekor burung lantas ia berinisiatif untuk mengembangkan penemuannya itu dengan membuat pesawat terbang. Uji cobanya berhasil membuat ia terbang selama 10 menit, catatan waktu ini jauh lebih lama dari Wright bersudara yang hanya terbang selama 12 detik. Bahkan Abbas bin Firnas melakukan uji coba ini 1000 tahun sebelum Wright bersaudara mencetuskan prinsip dasar penerbangan. Maka tak mengherankan jika Islam 1000 langkah lebih maju dari orag-orang barat yang hanya mampu merampas dan mendaur ulang ilmu pengetahuan Islam.

4. Al-Zahrawi/Abulcasis (936 - 1013M).

Disebut sebagai bapak dokter bedah, Al Zahrawi merupakan dokter bedah yang merancang lebih dari 200 alat bedah pada abad ke-10, yang hingga kini masih dipakai di seluruh dunia meski ada beberapa sedikit perubahan. Buku karyanya yang berjudul ‘Al Tasrif’ pun telah diterjemahkan oleh bangsa Barat ke dalam berbagai bahasa, dan sampai sekarang masih menjadi panduan operasi di sekolah kedokteran di seluruh dunia selama berabad-abad.

5. Laksamana Cheng Ho/Zheng He (1371 - 1433M).

Laksamana Cheng Ho adalah seorang berkebangsaan China yang beragama Islam. Ia menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle (berkuasa pada tahun 1403-1424), kasiar ketiga dari Dinasti Ming di Tiongkok. Nama aslinya Ma He, di mana kata ‘Ma’ diambil dari nama Muhammad.

Dia dikenal sebagai pelaut terkenal yang telah menjelajah 37 negara di dunia, termasuk Nusantara. Kapalnya luar biasa besar, hingga tak ada yang bisa membuat ulang. Panjangnya lebih dari 130 meter dan dibuat tanpa besi. Ukuran kapalnya 5 kali kapal Vasco da Gama. Bahkan ilmu engineering saat ini masih belum bisa membuat ulang kapal laut milik Cheng Ho.

Laksamana Cheng Ho sangat terkenal di Indonesia. Ia datang ke Nusantara dan 37 negara lainnya membawa pesan perdamaian. Berbeda dengan Vasco da Gama maupun Christopher Colombus yang datang untuk menjajah negeri yang didatangi. Justru negeri yang dikunjungi Cheng Ho menjadi lebih makmur karena pesan dakwah Islam yang menyebarkan kedamaian dan kebenaran.

6. Ibnu Al Haitham/Alhazen (965-1039M).

Abu Ali Muhammad al-Hasan bin al-Haitsam atau lebih dikenal dengan nama Alhazen di daerah barat adalah seorang ilmuwan yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia merupakan orang pertama yang menulis dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya.

Penemuannya adalah camera obscura. Dari sana Ibnu Al Haitham menemukan kamera obscura untuk mempelajari fenomena gerhana matahari, di mana Al Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang membuat gerakan matahari dapat diproyeksikan lewat permukaan datar seperti kamera dan film di bioskop. Camera sendiri berasal dari bahasa Arab “Qamara” yang berarti kamar.

Karya besarnya, Al Manazir, diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi berjudul Book of Optics. Ibnu Al Haytham dikenal di Barat dengan nama Alhazen. Ia sangat memengaruhi pola pikir ilmuwan-ilmuwan Barat seperti  Roger Bacon, Leonardo Da Vinci, dan Keppler. Bahkan sampai sekarang isi bukunya masih sering dikutip oleh professor-profesor sebagai karya yang masih akurat.

7. Koca Mimar Sinan (1489/1490-1588M).

Koca Mimar Sinan adalah arsitek besar dari abad ke-16 yang telah membangun lebih dari 470 bangunan megah di zaman Turki Utsmani. Meski pun dirinya berasal dari keluarga Kristen Ortodoks Yunani, namun Sinan mendapat hidayah dan kemudian memeluk agama Islam. Karya terbesar sepanjang sejarah yakni Masjid Selimiye di Edime, Turki, yang memiliki menara anti gempa tertinggi.

8. Al Battani (850-923M).

Al-Batani adalah seorang ahli matematikawan dan astronomi yang berasal dari negara arab. Salah satu penemuan yang terhebatnya adalah menemukan penentuan tahun matahari 365 hari 46 menit 24 detik. Berikut ini hasil penemuan-penemuan Al-Batani yang sudah mendunia: Memecahkan persamaan sin x: a cos x, Menemukan sejumlah persamaan trigonometri tentang tangen dan secan, Menemukan  secara akurat kemiringan ekliptik, panjang musim dan orbit matahari, Menemukan orbit bulan dan planet, Menetapkan teori baru untuk menentukan sebuah kondisi kemungkinan terlihatnya bulan baru.

9. Al Jazari (1136–1206M).

Abu Al-'Iz Ibn Isma'il ibn al-Razaz al-Jazari adalah seorang ilmuwan dari Al-Jazira, Mesopotamia, yang hidup pada abad pertengahan dan ahli dalam bidang mekanika. Ia menulis buku Pengetahuan Ilmu Mekanik tahun 1206, dimana ia menjelaskan lima puluh peralatan mekanik berikut instruksi tentang bagaimana cara merakitnya.

Sebagai insinyur mesin, Al Jazari mengembangkan jam gajah yang mampu mengukur waktu dengan akurat, untuk menentukan waktu shalat, puasa, dan haji. Dia mempelajari proses air mengalir untuk menggerakkan jam dengan akurasi tinggi. Selain itu ia juga membuat mesin pompa air agar umat Islam bisa berwudhu dengan mudah. Sejarah pun mencatat bahwa umat Muslim di Turki abad ke-12 bisa beribadah dengan nyaman berkat penemuannya.

10. Al-Khawarizmi (780-850M).

Al-Khawarizmi adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi dan geografi yang berasal dari persia. Beberapa hasil penelitian ilmiah dan buku-buku yang dikarangnya yaitu terdapat aljabar, geometri, astronomi, geografi dan musik, beliau mendapatkan kepercayaan dari dua khalifah yaitu Al-Mamun dan Al-Qatsiq, kedua khalifa itu memberikan tugas riset ilmiah dan tugas khusus kepadanya, sampai akhirnya dia menemukan penemuan-penemuan berikut ini: Menerbitkan tabel trigonometri Arab, Penemu  bilangan nol, Penemu konsep Aljabar, Penemu Algoritma.

11. Jabir Ibnu Hayyan (750-803M).

Pada abad ke-8, ilmuwan Muslim yang memiliki nama lengkap Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan berhasil menyempurnakan proses pembuatan parfum. Dialah yang mengembangkan teori sublimasi, distilasi, oksidasi, pencairan, pemurnian, dan berbagai percobaan kimia lainnya. Sehingga, dirinya pun pantas disebut sebagai penemu dan pengembang aroma parfum di dunia. Meski telah melakukan banyak penemuan dalam bidang ilmu kimia, namun tidak banyak yang mengenal namanya.

Hasil penemuan-penemuannya adalah sebagai berikut: Menemukan berbagai prinsip pemisahan zat dalam ilmu kimia, Penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi dan penguapan, Penemuan pencegahan karat, Pertama kali mengaplikasikan penggunaan mangan dioksida pada pembuatan gelas kaca.

12. Al-Farabi (870-950M).

Al-Farabi adalah ilmuwan dan filsuf islam yang berasal dari Kazakhstan. Al-Farabi dikenal sebagai salah satu pemikir terkemuka dari era abad pertengahan, hasil penemuan-penemuan Al-Farabi antara lain: Logika, Ilmu-ilmu Matematika, Ilmu alam, Ilmu Politik dan kenegaraan, Menciptakan berbagai intrumen.

13. Hassan Al-Rammah (1294-1295M).

Hassan Al-Rammah dikenal sebagai penemu teknologi roket. Ia menulis sebuah buku dalam bidang teknologi militer mengenai roket. Di dalam bukunya, ia menjelaskan prosedur pemurnian potasium nitrat dan menggambarkan banyak resep untuk membuat mesiu dengan proporsi yang benar untuk membuat ledakan.

14. Muhammad bin Zakaria Al-Razi/Rhazes (865-925M).

Muhammad bin Zakaria Al-Razi atau biasa dikenal sebagai Rhazes di dunia barat. Rhazes ini adalah salah seorang pakar sains yang berasal dari Iran, beliau dikenal juga ilmuwan yang serba bisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah.

Bisa dibilang beliau merupakan dokter pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar, Ilmuwan yang menemukan penyakit alergi asma dan Ilmuwan pertama yang menulis alergi dan Imunologi.

15. Fathimah Al Fihri (800-880M).

Emansipasi wanita baru ada di Barat abad 19. Sementara sejak Islam lahir, kaum wanita sudah menjadi orang yang terpelajar dan terpandang. Contohnya saja Aisyah binti Abu Bakar. Beliau merupakan salah satu orang yang paling banyak ditanya tentang masalah kehidupan sehari-hari.  Bukan hanya oleh wanita, banyak laki-laki yang mengonsultasikan masalah padanya.

Tidak heran kalau 200 tahun kemudian, Fathimah Al Fihri bisa membuat universitas modern pertama di dunia. Universitas ini ada di kompleks masjid Al Qawariyin di Fez, Maroko. Sementara adiknya Maryam membuat universitas di Andalusia, Spanyol.

Kedua universitas ini menjadi kiblat bagi  dunia pendidikan modern. Bahkan pakaian mahasiswa ala Fathimah Al Fitri masih dipakai sampai sekarang. Toga yang berbentuk segi empat merupakan simbol dari Ka'bah.

0 comments:

Post a Comment