October 12, 2017


Spirit Muslim. Berbicara mengenai bulan shafar, sebagian orang telah menganggap bahwa bulan shafar merupakan bulan diturunkannya bala’ dan musibah. Mungkin tidak sepenuhnya salah, mereka berpendapat demikian karena sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa ada sekitar 320.000 bala yang akan diturunkan Allah pada bulan ini, lebih-lebih pada hari rabu terakhir bulan shafar atau yang lebih kita kenal dengan "Rebo wekasan".



Sebagian masyarakat mungkin masih memiliki kepercayaan mengenai bulan shafar ini yang telah turun temurun diwariskan oleh nenek moyangnya yang mana kepercayaan tersebut tidak ada dalil khususnya. Misalnya saja, untuk menghilangkan bala’ pada bulan shafar masyarakat berbondong-bondong untuk mandi 7 mata air berbeda yang ada di lingkungannya, ada juga yang berpuasa, ada pula yang melangsungkan acara tolak bala’ di lingkungan masyarakat.

Baca juga: Seperti inilah keutamaan dan kelebihan bulan shafar yang mulia.

Dalam Islam hal yang demikian disebut juga dengan istilah Tathayyur. Yakni menganggap sebuah hari atau bulan menjadi sial karena adanya hal-hal tertentu seperti Rabu terakhir bulan shafar adalah hari malang, Biawak petanda celaka, burung hantu petanda kemudharatan, serta Gagak petanda kematian. Hal semacam ini memang telah ada sejak dahulu yang mana telah menjadi kepercayaan kaum Jahiliyyah dari turun temurun yang masih melekat hingga saat ini. keyakinan seperti inilah yang perlu diluruskan karena dikhawatirkan akan menimbulkan kesyirikan.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah meniadakan keyakinan thiyarah / Tathayyur semacam ini dan semisalnya pada hadits berikut:

 عن أَبَي هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ وَفِرَّ مِنْ الْمَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنْ الْأَسَدِ. رواه البخاري و مسلم

Artinya:
"Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada 'adwa, thiyarah, hammah, Shofar dan menjauhlah dari orang yang kena penyakit kusta (lepra) sebagaimana kamu menjauh dari singa". (H.R Bukhari dan Muslim).

Jika kita perhatikan, dalam hadits diatas terdapat beberapa istilah yang digunakan nabi untuk tidak mempercayai hal-hal yang dapat menimbulkan kesyirikan, diantaranya:

'Adwa artinya: keyakinan penularan penyakit dengan sendirinya tanpa kehendak dan takdir Allah Ta'ala.
Thiyarah artinya: merasa bernasib sial karena melihat burung, binatang atau apapun
Hammah artinya: keyakinan jika burung hantu hinggap di atas rumah maka akan ada yang mati
Shofar artinya: keyakinan bahwa bulan Shofar adalah bulan sial dan tidak menguntungkan

Lantas jika kita masih meyakini adanya Tatahayyur ini apakah ada amalan-amalan khusus yang dapat dilakukan untuk menolak bala’ tersebut ?

Pada dasarnya tidak ada amalan-amalan khusus pada bulan Safar yang diajarkan oleh Rasulullah S.A.W ataupun para sahabat mahupun salafus soleh. Hanya saja kita dianjurkan untuk meningkatkan amalan-amalan baik dari hari ke hari tanpa memperhatikan bulan tertentu dengan niat ikhlas hanya untuk mencari ridha Allah S.W.T semata.

Baca juga: Inilah keutamaan keistimewaan manfaat serta hikmah shalat tahajud yang sangat fenomenal.

Mungkin sebagian dari kita pernah menemui hadits yang menjelaskan mengenai amalan tersebut, namun kebanyakan dari hadits-hadits tersebut ditolak karena termasuk dalam hadis palsu yang sengaja direka-reka. Misalnya saja hadits berikut ini:

 من بشرني بخروج صفر بشرته بالجنة

Artinya:
“Barangsiapa yang bergembira dengan keluarnya bulan Shafar maka aku akan berikan kabar gembira dengan surga”.

Ini hadits dinilai palsu oleh Al ‘Iraqi di dalam Al Fawaid Al Majmu’ah fil Ahadits Al Maudu’ah, Ash Shaghani di dalam kitab Al Maudhu’at dan Muhammad bin Khalil Ath Tharablisi di dalam kitab Al-Lu’lu’ Al-Marshu’.

Seandainya kita ingin melakukan amalan-amalan pada bulan Shafar ini tidaklah mengapa, karena pada dasarnya amalan ini juga sama dengan amalan-amalan pada bulan-bulan lain. Adapun amalan-amalan yang dapat kita lakukan pada bulan shafar antara lain:

1. Menghindarkan diri dari perbuatan yang menyimpang dari syari’at.
Seyogyanya inilah yang harus kita lakukan setiap hari terlebih saat bulan shafar tiba, berharap Allah menghindarkan kita dari bala’ dan musibah yang mengintai kita.

2. Memperbanyak taubat
Dengan taubat Allah S.W.T akan senantiasa membuakakan pintu rahmat untuk hamban-Nya, dengan begitu Allah akan memberikan perlindungan bagi hamba-Nya dari segala macam marabahaya, kesulitan dan juga penderitaan yang menimpanya.

3. Memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Al-Quran adalah mu’jizat terbesar yang ditujukan untuk umat Islam. Begitu banyak fadhilah yang terkandung didalamnya. Untuk itu sudah seharusnya bagi seorang Muslim untuk memperbayak membaca Al-Qur'an, lebih-lebih pada bulan Shafar ini, kita niatkan sebagai salah satu washilah (perantara) agar kita dan keluarga kita terhindar dari mara bahaya yang datang pada bulan Shafar.

4. Berdoa pada  bulan shafar
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضى الله عنهما قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَةٍ فَقَدْ أَشْرَكَ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ قَالَ « أَنْ يَقُولَ أَحَدُهُمْ اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ ».

Artinya:
“Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang dipalingkan dari keperluannya oleh perasaan bernasib sial maka sungguh dia telah berbuat syirik.” Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apa penebus perasaan itu”, beliau menjawab: “Salah seorang dari kalian mengucapakan: “Allahumma laa khaira illa khairuka wa laa thaira illa thairuka wa laa ilaaha ghairuka” (Wahai Allah, tidak ada kebaikan melainkan kebaikan-Mu, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang engkau takdirkan dan tidak ada sembahan selain-Mu)". (H.R Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 1065.)

5. Shalat sunnah dan membaca surat Yasin.
Pada hari rabu terakhir bulan Shafar, beberapa ulama ada yang menganjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah empat raka’at dengan tiap-tiap raka’atnya membaca surah Al-Kautsar 17 kali, surah Al-Ihklas 5 kali, serta Ma’udzatain 1 kali dan membaca doa. Ada juga yang menganjurkan untuk membaca surat Yaasin sebanyak 313 kali kemudian berdoa.

Itulah tadi berbagai macam amalan yang dapat kita lakukan pada bulan Shafar ini, masih banyak amalan-amalan lain yang dapat kita lakukan pada bulan Shafar tersebut. Yang harus diperhatikan adalah bahwa dalam melaksanakan amalan haruslah sesuai dengan syari'at, agar apa yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia. Semoga dapat bermanfaat dan dapat kita amalkan tidak hanya pada buan Shafar saja, melainkan juga pada bulan-bulan yang lainnya untuk mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah S.W.T. Aamiin.

0 comments:

Post a Comment