May 26, 2017



Spirit Muslim. Sungguh besar kuasa Allah yang telah melimpahkan anugerah yang begitu luasnya di muka bumi dan alam semesta ini. Salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada bumi ini adalah keberadaan laut yang begitu luas. Sudah lazim kita ketahui bahwa lautan yang ada di muka bumi ini lebih luas dari daratan yang kita huni  saat ini. Maka tak heran didalamnya mengandung berbagai misteri yang masih belum terpecahkan hingga sekarang. Sebut saja pertemuan dua air laut yang berbeda warna namun tidak bercampur menjadi satu melainkan kedua air laut tersebut berdampingan bagaikan ada sekat yang memisahkan 2 air laut tersebut.

Jika anda pernah mendengar selat Gibraltar mungkin anda sudah tidak asing lagi mendengar kabar ini. Disanalah pertemuan kedua air laut tersebut terjadi. Lebih tepatnya antara laut Mediterania dan Atlantik. Pada umumnya pertemuan antara air laut yang satu dengan yang lainnya akan bercampur menjadi satu, baik itu warna air laut maupun suhu pada air laut itu sendiri. Namun di selat Gibraltar hal terebut tidak berlaku, kedua air laut yang bertemu justru berdampingan seolah terdapat sekat yang memisahkan antara kedua laut tersebut.



Uniknya, bukan hanya warna lautnya saja yang berbeda, akan tetapi karakteristik kedua air laut tersebut juga berbeda dan keduanya tetap mempertahankan warna serta suhunya masing-masing tanpa bercampur sama sekali. Fakta yang mudah kita lihat adalah warna dari kedua laut ini. Air dari laut Atlantik berwarna biru cerah sedangkan warna air laut Mediterania berwarna biru agak gelap.

Fakta ini tercantum dalam Al-Quran surat Ar-Rahman ayat 19-20.


مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ. بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَّ يَبْغِيَانِ

Artinya:
"Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing". (Q.S. Ar-Rahman: 19-20).

Selain itu terdapat ayat lain yang menceritakan fenomena yang sama, hal ini terdapat pada surat Al-Furqon ayat 53.

وَ هُوَ الَّذِيْ مَرَجَالْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَتٌ وَّهَذَا مِلْحٌ اُجَاجٌ, وَ جَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَّحِجْرًا مَّحْجُوْرًا

Artinya:
"Dan Dia lah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan) yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi". (Q.S. Al-Furqon: 53).


Selat Gibraltar merupakan selat yang mempertemukan air laut Mediterania dan Samudera Atlantik. Yang mana keduanya memisahkan antara Spanyol dan Maroko (Afrika Utara). Nama Gibraltar sendiri berasal dari bahasa Arab yakni "jabal thariq" yang berarti "gunung Thariq". Nama ini merupakan nama yang disematkan kepada Thariq bin Ziyad (jenderal pasukan muslim) sebagai penghormatan karena mampu menaklukkan Spanyol pada tahun 711 M.

Baca juga: penjelasan Al-Quran tentang kobaran api di bawah laut

Berbicara mengenai selat Gibraltar, arus yang terdapat dibagian bawahnya tergolong sangat besar. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor yang mempengaruhiya, seperti perbedaan suhu, kadar garam, hingga kerapatan airnya.

Air laut di Mediterania memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi daripada samudra Atlantik. Secara umum, menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi menuju daerah yang memiliki kerapatan air yang rendah. Bertolak dari teori ini, maka seharusnya arus air yang bergerak dari selat Gibraltar bergerak menuju ke samudera Atlantik dan keduanya akan bercampur menjadi satu. Namun faktanya tidak demikian. Ini merupakan fenomena unik yang terjadi di selat Gibraltar. Keduanya tidak bercampur menjadi satu, melainkan mereka seperti memisahkan diri antara satu dengan yang lainnya bagaikan ada sekat dinding diantara keduanya. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari suhu air, kadar garam, hingga kerapatan air yang berbeda sehingga keduanya mampu mempertahankan karakteristik masing-masing.


Penelitian sains modern menyebutkan bahwa sifat kedua laut tersebut pada saat bertemu tidak bisa bercampur satu sama lain karena adanya perbedaan massa jenis. Tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak bercampur satu sama lain. Hebatnya lagi pembatas dari kedua laut tersebut bukanlah dinding tebal atau sekat yang kuat, melainkan pembatasnya adalah air itu sendiri. Dengan adanya pemisah ini masing-masing laut tersebut dapat memelihara karakteristiknya sehingga mampu menyesuaikan dengan makhluk hidup serta ekosistem yang ada pada masing-masing laut tersebut.

Baca juga: subhanallah, inilah Penjelasan Black Hole dalam Al-Quran

Tidak cukup sampai disitu saja, ternyata air laut Mediterania juga menyusup ke bagian bawah samudera Atlantik hingga kedalaman 1000 meter dari permukaan samudera atlantik. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan gambar di bawah ini.


Gambar diatas menjelaskan bagaimana air laut Mediterania mampu menyusup kedalam samudera Atlantik dengan kedalaman hingga 1000 meter dan terus masuk menuju samudera Atlantik hingga beberapa ratus kilometer namun sekali lagi, air laut tersebut tetap mempertahankan karakteristik masing-masing.

Menurut penjelasan para ahli kelautan seperti William W. Hay (guru besar ilmu bumi universitas Colorado, AS), mantan dekan universitas Rosenstiel school of Marine and Atmospheric Science di Miami, serta Prof. Dorja Rao (spesialis geologi kelautan dan dosen universitas King Abdul Aziz, Jeddah), air laut yang terletak di selat Gibraltar tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari kadar garamnya, suhu, maupun kerapatan air laut sehingga keduanya tidak dapat bercampur menjadi satu layaknya air laut pada umumnya.


Subhanallah. Inilah bukti kebesaran Allah dan kebenaran Al-Quran. Secara akal sehat mana mungkin sebuah kitab yang diturunkan 1400 tahun silam mampu mengungkap peristiwa ini yang mana pada masa itu sains belum begitu pesat seperti sekarang jika bukan Allah sendiri yang menyampaikannya melalui kitab-Nya yang diturunkan kepada nabi Muhammad S.A.W. Al-Quran mampu mengungkapkan berbagai hal yang ada di alam semesta ini jauh sebelum ilmu pengetahuan dan sains berkembang. Inilah bukti mu'jizat nabi Muhammad untuk mengingatkan kita betapa besarnya kuasa sang Ilahi. Wallahu a'lam.

0 comments:

Post a Comment