April 10, 2020


Spirit Muslim. Marhaban ya Ramadhan, Bulan Ramadhan menjadi bulan yang cukup dinantikan kehadirannya, karena pada bulan ini keberkahan memancar dari berbagai penjuru dengan segala keutamaan serta keistimewaan bulan Ramadhan. Allah S.W.T melipatgandakan setiap pahala atas amal perbuatan hambanya di muka bumi. Maka tidak mengherankan jika banyak umat Muslim memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan berlomba-lomba untuk memperbanyak amal ibadah serta amal kebajikan.

Bulan Ramadhan menjadi bulan penuh ampunan dimana pintu taubat dibuka lebar-lebar, pintu neraka ditutup rapat-rapat. Bahkan Allah S.W.T dengan rahmatnya menangguhkan siksa kubur seseorang hingga akhir bulan Ramadhan. Datangnya bulan Ramadhan ini jangan sampai kita sia-siakan karena pada bulan Ramadhan ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk menggiatkan diri memperbanyak ibadah kepada Allah S.W.T , mengingat begitu banyak keutamaan serta keistimewaan yang tidak akan kita dapatkan pada bulan-bulan lain. Lantas seperti apa keutamaan serta keistimewaan bulan Ramadhan tersebut ? Berikut penjelasan selengkapnya.


1. Syetan dibelenggu, pintu neraka ditutup, dan dibuka lebar-lebar pintu surga.


Allah S.W.T dengan rahmatnya memberikan kemuliaan serta keistimewaan pada bulan Ramadhan ini dengan membelenggu syetan dan menutup rapat pintu neraka, sedangkan pintu surga dibuka lebar-lebar memberikan pengampunan terhadap setiap hamba yang hendak bertaubat atas dosa serta kemaksiatan yang pernah mereka lakukan kepada Rabbnya.

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Artinya:
"Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu". (H.R. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah r.a).

Dengan berbagai kemudahan serta keistimewaan yang diberikan Allah S.W.T tersebut maka selayaknya kita harus berusaha menyambutnya dengan berbagai macam ibadah serta amal kebaikan pada bulan Ramadhan.


2. Bulan diturunkannya Al-Qur’an (Nuzulul Qur’an).


Keutamaan serta keistimewaan lain bulan Ramadhan adalah diturunkannya Al-Qur’an pertama kali pada bulan ini. Al-Qur’an diturunkan Allah S.W.T kepada Rasulullah S.A.W pada bulan Ramadhan,  lebih tepatnya pada 17 Ramadhan. Surat Al-‘Alaq menjadi surat pertama yang diturunkan Allah S.W.T kepada nabi Muhammad S.A.W di gua Hira. Untuk itulah pada 17 Ramadhan hingga kini diperingati sebagai malam nuzulul Qur’an.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Artinya:
"Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (Q.S. Al-Baqarah: 185).


3. Doa menjadi Mustajab.


Manusia hidup di Bumi tentu tidak lepas dari berbagai keinginan yang hendak diraihnya, baik itu keinginan yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Salah satu bentuk tawakkal seseorang untuk meraih berbagai keinginan tersebut adalah dengan berdoa menyampaikan segala hajat serta keinginannya kepada Allah S.W.T. Bulan Ramadhan menjadi salah satu momen tepat untuk memanjatkan doa yang hendak disampaikan kepada Allah S.W.T, karena bulan Ramadhan merupakan salah satu bulan dimana setiap doa menjadi Mustajab (terkabul). Rasulullah S.A.W bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Artinya:
"Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi”. (H.R. At-Tirmidzi no. 3598).


4. Terdapat malam Lailatul Qadar


Satu malam pada bulan Ramadhan yang cukup dinantikan oleh setiap umat Muslim adalah malam Lailatul Qadar, sebuah malam dimana pada malam tersebut memiliki keutamaan lebih baik dari dari seribu bulan, artinya jika kita mampu menghidupkan malam ini dengan beribadah serta berbuat kebajikan maka kita akan memperoleh pahala setara dengan kebaikan selama 1000 bulan. Tidak ada yang tau pasti kapan terjadinya malam Lailatul Qadar karena hal tersebut adalah rahasia Allah S.W.T. Namun berdasarkan beberapa hadits menyebutkan, kita dapat mencari malam Lailatul Qadar pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ(١) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (٢) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (٣) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (٤) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (٥

Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Q.S. Al Qadr: 1-5).


5. Dilipatgandakannya pahala.


Jika pada hari-hari biasa saat kita beribadah akan dinilai dengan satu pahala, akan tetapi pada bulan Ramadhan Allah S.W.T dengan rahmatnya akan melipatgandakan pahala atas setiap ibadah serta kebajikan yang dilakukan oleh seseorang. Untuk itulah bulan Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk mengais pundi-pundi pahala berkali-kali lipat sebagai bekal di Akhirat kelak. Rasulullah S.A.W bersabda,

عمرة في رمضان تعدل حجة

Artinya:
“Pahala umrah pada bulan Ramadhan menyamai pahala ibadah haji.“ (H.R. Bukhari dan Muslim), Dalam riwayat Muslim disebutkan,“……..menyamai pahala ibadah haji bersamaku".


6. Bulan penuh ampunan.


Sebagai seorang manusia dengan sifat dhaif (lemah) yang dimilikinya membuat seseorang mudah jatuh kedalam berbagai jurang kesalahan dan dosa. Allah S.W.T dengan Rahmatnya yang begitu luas memberikan keringanan hamba-hambanya pada bulan Ramadhan ini dengan mengampuni dosa serta kesalahan yang telah dilakukan hambanya. Maka sudah selayaknya sebagai seorang hamba yang ingin mendapatkan Rahmat-Nya, mengisi bulan Ramadhan ini dengan melakukan berbagai amal shaleh serta amal kebajikan lainnya, berharap Allah S.W.T berkenan mengampuni segala dosa yang pernah kita lakukan. Dari Abu Hurairah, ia berkata,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (H.R. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

0 comments:

Post a Comment