April 16, 2020


Spirit Muslim. Sahur menjadi salah satu kebutuhan penting saat seseorang sedang berpuasa, apalagi jika puasa tersebut adalah puasa wajib seperti puasa bulan Ramadhan. Pasalnya saat seseorang berpuasa ia membutuhkan energi untuk tetap melaksanakan ibadah puasa serta aktivitas lainnya, sehingga dengan makan sahur seseorang akan tetap fit dalam beribadah serta beraktivitas lain meskipun dalam keadaan puasa.

Sahur sendiri merupakan salah satu aktivitas dimana seseorang makan dan minum diwaktu dini hari sebelum seseorang mulai melakukan ibadah puasa. Dalam menjalankan ibadah sahur terdapat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W untuk dilaksanakan, dimana sunnah-sunnah tersebut akan menjadi berkah tersendiri bagi seseorang yang hendak menjalankan ibadah puasa. Lantas apa saja sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W saat makan sahur ? berikut penjelasan selengkapnya.



1. Mengakhirkan sahur.


Rasulullah S.A.W mengajarkan umatnya untuk mengakhirkan saat makan sahur. Maksud dari mengakhirkan sahur adalah melakukan sahur pada akhir waktu sebelum terbit fajar. Artinya selama fajar belum terbit kira-kira sebelum waktu shalat Shubuh maka waktu tersebut sunnah untuk melakukan sahur.

  وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

Artinya:
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” (QS. Al-Baqarah: 187)

Rasulullah S.A.W sendiri menganjurkan sahur pada sepertiga malam, hal ini bukan tanpa alasan, Rasulullah S.A.W menganjurkan hal tersebut selain untuk makan sahur namun juga sekaligus memanfaatkan waktu untuk melakukan ibadah sunnah lainnya seperti tahajjud hingga dzikir. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata :

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاةِ ، قَالَ : قُلْتُ : كَمْ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ ؟ قَالَ : قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةٍ

Artinya:
“Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu melaksanakan shalat. Anas berkata, Aku bertanya kepada Zaid: “Berapa jarak antara adzan dan sahur ?”. Dia menjawab : ‘seperti lama membaca 50 ayat". (H.R. Bukhari dan Muslim).

2. Sahur dengan Kurma.


Kurma memiliki cukup banyak manfaat yang terkandung didalamnya apalagi jika dikonsumsi rutin pada waktu-waktu tertentu saat puasa, seperti saat sahur. Maka tidak mengherankan jika Rasulullah S.A.W menganjurkan umatnya untuk sahur dan berbuka puasa dengan kurma karena manfaat besar yang terkandung didalamnya. Meskipun saat sahur kita makan makanan lain tidak ada salahnya kita selingi dengan makan Kurma untuk menghidupkan sunnah Rasulullah S.A.W. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

Artinya:
"Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma". (H.R. Abu Daud 2345, Ibnu Hibban 3475).

Alangkah baiknya jika kita selalu sedia kurma dirumah untuk berjaga-jaga jika saat sahur atau berbuka puasa kita tidak menemukan makanan, maka dengan makan kurma beberapa biji saja akan cukup membuat kita kenyang. Tentunya dengan makan kurma selain bermanfaat bagi kesehatan juga merupakan sarana bagi kita untuk mengajarkan serta menghidupkan sunnah di lingkungan sekitar kita.

0 comments:

Post a Comment