April 16, 2020


Spirit Muslim. Saat bulan Ramadhan tiba umat Muslim memiliki kewajiban untuk melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Maka tidak mengherankan jika tenaga seakan terkuras meskipun tidak melakukan aktivitas berat. Memang hal demikian lumrah terjadi karena pada dasarnya asupan makanan menjadi berkurang saat puasa. Namun janganlah khawatir meskipun tubuh merasa lemas semua akan terbayarkan dengan pahala yang akan didapat kelak di akhirat.

Allah S.W.T dengan rahmat yang begitu luas memberikan kemudahan-kemudahan bagi orang yang berpuasa. Salah satunya dengan makan sahur, yakni makan dan minum sebelum seseorang melaksanakan ibadah puasa. Sahur merupakan salah satu sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah S.A.W terhadap umatnya agar puasa menjadi lebih kuat dan tentunya berkah.

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً 

Artinya:
"Bersahurlah karena dalam sahur terdapat berkah". (H.R. Bukhari dan Muslim).

Bahkan Rasulullah S.A.W mengkhususkan sunnahnya dengan mengakhirkan makan sahur yakni saat sebelum fajar terbit. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata :

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاةِ ، قَالَ : قُلْتُ : كَمْ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ ؟ قَالَ : قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةٍ

Artinya:
“Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu melaksanakan shalat. Anas berkata, Aku bertanya kepada Zaid: “Berapa jarak antara adzan dan sahur ?”. Dia menjawab : ‘seperti lama membaca 50 ayat’” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dapat dipahami dari hadits diatas bahwa mengakhirkan sahur merupakan sunnah yang diajarkan Rasulullah S.A.W dimana seseorang dianjurkan sahur sebelum fajar terbit dengan perkiraan waktu seperti membaca 50 ayat sebelum adzan shubuh. Untuk itulah saat kita sahur terdapat istilah Imsak, dimana imsak bukan waktu dimana seseorang harus menyelesaikan sahurnya akan tetapi merupakan tanda atau peringatan bahwa waktu tersebut telah mendekati waktu shubuh.

Faedah makan sahur diakhirkan disebutkan oleh Ibnu Abi Jamrah, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memandang suatu amalan yang sangat mudah bagi umatnya untuk dilakukan. Seandainya tidak makan sahur, maka berat menjalankan puasa. Seandainya makan sahur dilakukan di tengah malam (bukan di akhir waktu sahur, pen.) tentu juga memberatkan. Orang yang makan sahur tengah malam tentu tak bisa terkalahkan dengan rasa kantuknya. Makan sahur tengah malam pun dapat membuat lalai dari shalat Shubuh atau membuat seseorang berusaha keras untuk begadang.” (Fath Al-Bari, 4: 138).

Sahur pada akhir waktu selain menjadi sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah S.A.W, juga memiliki manfaat lainnya, salah satunya mempermudah seseorang untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunnah lainnya seperti dzikir di sepertiga malam hingga melaksanakan shalat Tahajjud. Selain itu dengan mengakhirkan sahur maka makanan yang dimakan akan bertahan lebih lama di perut sehingga seseorang tidak mudah lelah saat melaksanakan ibadah puasa.

0 comments:

Post a Comment