April 25, 2020


Spirit Muslim. Allah S.W.T dengan rahmat yang begitu luas di alam semesta ini telah menetapkan rezeki setiap makhluk ciptaan-Nya, baik di langit maupun di bumi. Dari sekian banyak rezeki yang telah ditentukan Allah S.W.T, yang membedakan hanyalah kadar serta jumlah rezeki yang diterima setiap makhluk berbeda-beda, ada yang menerima sedikit rezeki hingga rezeki yang terus mengalir deras. Semua itu merupakan salah satu bentuk adilnya Allah S.W.T kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya. Perihal rezeki, semata tidak hanya berupa harta saja, melainkan nikmat sehat, nikmat melihat, nikmat bernafas, dan lain sebagainya juga merupakan salah satu rezeki dari Allah S.W.T yang harus kita syukuri. Allah S.W.T telah membagi rezeki setiap makhluk termasuk manusia melalui 8 jalan utama sebagai bentuk Rahmat Allah S.W.T yang begitu luasnya. Berikut penjelasan selengkapnya.


1. REZEKI YANG TELAH DIJAMIN.


Allah S.W.T telah menggariskan rezeki setiap makhluk dalam Lauhul Mahfudz. Melalui ketentuan dalam Lauhul Mahfudz tersebut Allah S.W.T telah menjamin rezeki setiap makhluk yang bergerak, bahkan seekor semut yang demikian kecilnya pun telah Allah S.W.T jamin rezeki untuk keberlangsungan hidupnya.

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya:
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)”. (Q.S. Hud: 6).


2. REZEKI KARENA USAHA.


Akal pikiran menjadikan manusia senantiasa untuk selalu berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya, termasuk untuk mendapatkan rezeki. Rezeki bisa juga kita dapatkan dengan berbagai macam usaha, salah satunya dengan bekerja. Bekerja merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan manusia untuk menjemput Rezeki Allah S.W.T yang telah digariskan sebelumnya.

وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Artinya:
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. (Q.S. An-Najm: 39)


3. REZEKI KARENA BERSYUKUR.


Banyak-banyak bersyukur menjadi salah satu pintu agar Allah S.W.T memudahkan membuka jalan rezeki seseorang, karena Allah S.W.T akan menambah rezeki makhluk jika ia mau bersyukur kepada-Nya. Bersyukur berarti mengakui serta ingat kepada Allah S.W.T yang telah membagikan rezeki kepadanya. Allah S.W.T berfirman.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya:
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim: 7).


4. REZEKI YANG TAK TERDUGA.


Manusia memiliki akal yang sempurna sehingga dari akal tersebut timbullah hubungan sebab akibat. Manusia bisa saja beranggapan bahwa untuk mendapatkan rezeki itu harus bekerja dan berusaha, namun Allah S.W.T dengan kasih sayangnya memberikan kemurahan rezeki melalui berbagai jalan, termasuk dari arah yang tidak pernah disangka-sangka oleh manusia melalui akal pikirannya.

مَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣

Artinya:
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3).


5. REZEKI KARENA ISTIGHFAR.


Istighfar menjadi salah satu penyebab terbukanya pintu rezeki seseorang, karena dengan Istighfar berarti ia mengakui kesalahan yang pernah ia perbuat kepada Rabbnya, sehingga Allah S.W.T dengan belas kasih akan mencurahkan rahmat kepada hambanya bahkan Allah S.W.T tidak segan-segan mendatangkan rezeki kepada hamba-Nya yang beristighfar tersebut.

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا (١١

Artinya:
“maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat”. (Q.S. Nuh: 10-11).


6. REZEKI KARENA MENIKAH


Allah S.W.T juga akan membukakan pintu rezeki serta akan mencukupi kebutuhan bagi setiap orang yang menikah. Maka tidak perlu khawatir yang berlebihan soal rezeki, karena Allah S.W.T telah menjamin rezeki mereka bahkan akan menambah rezeki bagi orang-orang yang telah menikah.

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya:
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. An-Nur: 32).


7. REZEKI KARENA ANAK.


Keberadaan anak sudah sepatutnya kita syukuri karena ia merupakan berkah serta anugerah yang telah Allah S.W.T titipkan kepada kita. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pada dasarnya telah membawa rezekinya masing-masing yang telah Allah S.W.T tentukan jauh sebelumnya dalam Lauhul Mahfudz, termasuk seorang anak. 

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Artinya:
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (Q.S. Al-Isra’: 31).


8. REZEKI KARENA SEDEKAH.


Memancing rezeki dapat kita lakukan dengan cara memperbanyak sedekah. Sedekah secara kasat mata memang akan mengurangi harta, namun itu hanya bersifat sementara. Sedekah memiliki rahasia tersendiri dimana harta seseorang tidaklah berkurang akan tetapi semakin bertambah berkali-kali lipat, karena Allah S.W.T yang akan melipatgandakan rezeki seseorang yang gemar bersedekah.

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya:
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Q.S. Al-Baqarah: 245)

0 comments:

Post a Comment