March 26, 2020


Spirit Muslim. Keberadaan bulan Sya’ban menjadi sebuah anugerah tersendiri bagi umat Islam. Pasalnya banyak sekali hikmah serta fadhilah yang dapat dipetik dari bulan Sya’ban ini, terlebih bulan Sya’ban ini merupakan bulan yang paling dekat menuju bulan Ramadhan. Untuk itulah sebagian besar umat Muslim benar-benar memanfaatkan bulan ini untuk mulai memperbaiki dan memperbanyak amal ibadahnya.

Berbicara mengenai Bulan Sya’ban, bulan  yang identik dengan malam Nisfu Sya’ban ini ternyata didalamnya terdapat beberapa peristiwa bersejarah dan terbilang cukup penting dalam sejarah peradaban Islam yang terjadi pada bulan Sya’ban ini. Untuk itulah keberadaan bulan Sya’ban ini dapat kita jadikan sebagai sarana napak tilas sejarah panjang peradaban Islam hingga Islam dapat mengibarkan sayapnya di berbagai belahan dunia hingga saat ini. Lantas peristiwa bersejarah apa saja yang terjadi pada bulan Sya’ban ini ? selain itu peristiwa apa saja yang terbilang cukup penting pada bulan Sya’ban ini ? adakah peristiwa-peristiwa besar pada bulan Sya’ban yang dapat kita jadikan pelajaran ? berikut penjelasan selengkapnya.


1. BERPINDAHNYA KIBLAT DARI BAITUL MAQDIS PALESTINA KE KA’BAH MAKKAH AL-MUKARRAMAH.
Setelah hijrah ke Madinah kaum muslim sholat dengan menghadap ke baitu al-maqdis yang saat itu merupakan kiblat orang Yahudi . Al-Imam al-Qurthubi dalam al-Jami’ li-ahkami al-Qur’an mengutip dari Abu hatim al-Basti bahwa sebelumnya umat Islam sholat menghadap ke baitul maqdis selama tujuh belas bulan 3 hari, Hal ini karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah pada hari senin 12 Rabi’ul Awwal.

Orang – orang yahudi melihat hal ini sebagai alat dan kesempatan untuk menghina dan melecehkan umat Islam.Namun keimanan yang kukuh dalam hati orang – orang muslim menjadikan mereka tetap teguh menjalankan perintah Allah ta’ala meski mendapatkan hinaan dan celaan dari musuh – musuh Allah ta’ala. Melihat hinaan kaum Yahudi sedemikian rupa hingga membuat Rasulullah S.A.W tidak sampai hati melihat kaumnya menjadi bahan hinaan. Rasulullah S.A.W kemudian memohon kepada Allah untuk memindahkan Qiblat umat Muslim ke Ka’bah yang ada di Makkah Al-Mukarramah. Allah S.W.T mengabulkan permohonan Rasulullah S.A.W dengan menurunkan surat Al-Baqarah ayat 133 pada pertengahan bulan Sya’ban sebagai perintah untuk memindahkan Qiblat umat Muslim ke Ka’bah.

2. AWAL MULA DIWAJIBKAN PUASA RAMADHAN.
Sejarah kewajiban puasa Ramadhan tidak terlepas dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW ke negeri Yatsrib (Madinah). Sebab peristiwa tersebut merupakan titik pijak penyempurnaan syariat Islam di kemudian hari. Puasa Ramadhan diwajibkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya pada bulan Sya’ban tahun ke-2 hijriah dengan cara dan model yang dilakukan umat Islam hingga kini.

3. TURUN AYAT YANG MEMERINTAHKAN BERSHALAWAT.
Membahas sejarah shalawat tentu tidak bisa terlepas dari Surat Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا 

Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56).

Sebab turunnya ayat ini bisa dibilang menjadi sejarah shalawat kepada Rasul SAW. Sebab, At-Thabari menyebutkan bahwa setelah ayat ini turun, ada seorang sahabat yang bertanya terkait bunyi shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasul SAW menyebutkan shalawat Ibrahimiyah, sebagaimana yang biasa kita baca pada tasyahud akhir saat shalat. Ayat tersebut oleh At-Thabari memerintahkan orang-orang yang beriman untuk mendoakan Rasul SAW dan keselamatannya. (Lihat Ibnu Jarir At-Thabari, Jāmiʽul Bayān fi Ta’wīlil Qur’ān, [Beirut, Muassasatur Risālah: 2000], juz XX, halaman 320).

Terkait kapan shalawat itu diwajibkan kepada Rasul SAW, merujuk pada turunnya ayat tersebut kepada Rasul SAW, perintah shalawat tersebut diturunkan pada bulan Syaban pada tahun kedua Hijriyah.

4. KELAHIRAN ABDULLAH BIN ZUBAIR R.A.
Sebelum kelahiran Abdullah Bin Zubair r.a, orang-orang Yahudi mengatakan bahwa mereka telah menyihir orang – orang Islam supaya tidak bisa memiki anak. Namun perkataan mereka berhasil dipatahkan setelah kelahiran Abdullah Bin Zubair r.a. Sayyidina Abdullah ibn az-Zubair radhiyallahu ‘anhuma lahir pada tahun kedua Hijriah adalah bayi pertama yang lahir dari shahabat al-Muhajirin setelah hijrah ke Madinah.Orang – orang Islam sangat gembira dengan kelahiran Abdullah ibn az-Zubair.

5. PERISTIWA IFKI (BERITA BOHONG).
Setelah perang bani al-Mustholiq, terjadi peristiwa dusta yaitu fitnah yang disebarkan oleh Abdullah bin Ubay yang mengatakan sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha berselingkuh dengan Shafwan bin Mu’aththal. Namun Allah ta’ala akhirnya menurunkan ayat  11 – 13 surat an-Nur yang menjelaskan bahwa sayyidah Aisyah bersih dari semua tuduhan keji tersebut.

Orang yang terlibat dalam penyebaran berita ini dihukum cambuk 80 kali, mereka adalah Misthah bin Utsatsah, Hamnah binti Jahsyi, dan Hasan bin Tsabit.Hadist ifki ini terjadi pada bulan sya’ban tahun keenam Hijriyah.

6. PERANG BANI MUSTHALIQ.
Perang melawan Bani Musthaliq atau dikenal dengan perang Muraisi’ terjadi pada bulan Sya’ban tahun ke-5 Hijriah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerang mereka setelah mendengar pemimpin mereka Al Harits bin Abu Dhirrar mengumpulkan pasukan untuk menyerang kaum muslimin. Kaum muslimin berhasil mengalahkan mereka kemudian menawan beberapa orang dari mereka dan mendapatkan harta rampasan perang dari mereka.

7. PERANG BADAR KEDUA (BADAR SYUGHRA).
Pada bulan Sya’ban tahun keempat Hijriyah Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam berangkat medan Badar untuk yang kedua kalinya bersama seribu lima ratus shahabat, diantaranya sepuluh orang berkuda dan Sayyiduna Ali bin Abi Thalib sebagai pembawa bendera perang. Sesampainya di Badar, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dan kaum muslim menunggu kedatangan orang – orang musyrik .

Abu Sufyan keluar dari Makkah bersama dua ribu orang musyrik dan lima puluh pasukan berkuda. Ditengah perjalanan mereka berhenti, Abu Sufyan berkata kepada kaumnya bahwa tahun tersebut adalah tahun gersang dan memerintahkan pasukannya kembali ke Makkah. Kaum musyrik pun kembali ke Makkah melanggar janji mereka. 

Sebenarnya mereka kaum musyrik merasa berat keluar dari Makkah dan takut menghadapi kaum muslim,hal ini bisa diketahui dari tidak adanya seorang pun yang menolak atau membantah usulan dari Abu Sufyan untuk kembali ke Makkah. Kaum muslim menunggu kaum musyrik di Badar selama delapan hari kemudian kembali ke Madinah dengan penuh kepercayaan diri,mereka menang tanpa harus berperang.

8. KELAHIRAN SAYYIDINA HUSEIN BIN ALI BIN ABI THALIB.
Sayyidina al-Husain bin Ali ibn Abi Tholib radhiyallahu anhuma dilahirkan di Madinah al-Munawarah pada lima Sya’ban tahun ke-4 Hijriah.Beliau gugur di Karbala pada hari jum’at tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriah.

9. PERNIKAHAN RASULULLAH S.A.W DENGAN SAYYIDATUNA HAFSHAH BINTI UMAR R.A.
Rasulullah S.A.W melangsungkan pernikahan dengan sayyidatuna Hafshah binti Umar r.a tepat pada bulan Sya’ban pada tahun ketiga Hijriyah. Hafshah binti Umar radhiyallahu anhuma adalah janda dari Khunais bin Hadafah yang meninggal setelah kembali dari perang Badar.

10. PERNIKAHAN RASULULLAH S.A.W DENGAN JUWAIRIYYAH IBN HARITS.
Diantara tawanan Bani al-Musthaliq adalah Burrah anak perempuan Al Harits ibn Abu Dhirrar. Burrah saat itu menjadi tawanan dan jatuh ke tangan Tsabit ibn Qais.Tsabit dan Burrah telah sepakat melakukan akad kitabah dengan tebusan sembilan keping emas. Lalu Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam membebaskan dengan membayar tebusan Burrah kemudian menikahinya dan mengganti nama Burrah dengan Juwairiyah.

11. PERISTIWA PENTING DAN BERSEJARAH LAINNYA.
Selain peristiwa-peristiwa diatas terdapat peristiwa penting lain yang terjadi pada bulan Sya’ban ini, diantaranya:
  • disyariatkan adzan di dalam Islam dan Bilal bin Robbah resmi diangkat menjadi muadzin Rasulullah di Madinah (2 H)
  • Pengiriman Pasukan Abdurrahman bin Auf ke Daumatul Jandal (6 H)
  • Pengiriman pasukan Ali bin Abi Thalib ke Bani Sa’ad bin Bakr di Fadak (6H)
  • Pengiriman Pasukan Umar bin Khathab ke Thurobah (7 H).
  • Pengiriman pasukan Basyir bin Sa’ad al-Ansyori ke Fadak (7 H)
  • Pengiriman pasukan Abu Bakar as-Sidiq ke Najed (7 H)
  • Pengiriman pasukan Abi Qotadah ke Hadhirah (8 H)
  • Sayyidah Ummu Kultsum putri Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam wafat (9 H).
  • Kelahiran Sayyidinaa Ali Zainal Abidin ibn Husain ibn Ali radiyallahu ‘anhum (38 H).
  • Sayyidatuna Hafshah bintu Umar ibn Khathab radiyallahu ‘anhuma wafat (45 H).
  • Perampasan Baitul Maqdis setelah perang salib (492 H)
  • Salahudin al ayubi mampu membersihkan salib di Palestina (582 H)

0 comments:

Post a Comment