February 29, 2020


Spirit Muslim. Allah S.W.T mencurahkan rahmat-Nya yang begitu besar di bumi ini sebagai salah satu bentuk kasih dan sayangnya terhadap makhluk-Nya. Allah telah memberikan batasan-batasan apa saja yang boleh dilakukan dan yang dilarang bagi makhluk-Nya. Semuanya itu tak lain untuk keselamatan makhluk-Nya. Akan tetapi segelintir manusia mengkufuri semua itu dengan melanggar batas-batas yang telah digariskan oleh Allah S.W.T. Maka tidak mengherankan jika Allah menurunkan azab yang pedih terhadap mereka baik di dunia maupun di akhirat. Hal inilah yang terjadi pada kota Pompeii di Italia. Kota tersebut telah dilaknat oleh Allah S.W.T lantaran penduduknya mayoritas memiliki akhlak yang buruk.

Kota tersebut dulunya adalah kota plesir bagi para wisatawan yang berkunjung, kota tersebut terkenal akan perzinahan dan penyimpangan seks (homoseks). Selain itu kota ini juga terkenal dengan sebutan kota sodom, lantaran telah ditemukan mayat-mayat manusia yang mengeras dengan posisi demikian. Kota tersebut bisa dikatakan Las Vegasnya dunia kala itu. Maka tidak mengherankan jika Allah S.W.T meluluhlantakkan kota Pompeii dengan musibah dahsyat berupa meletusnya gunung Vesuvius yang mengakibatkan sebagian besar penduduk kota Pompeii terkubur hidup-hidup oleh abu dari letusan gunung Vesuvius.

POMPEII KOTA MAKSIAT.

Pompeii merupakan salah satu kota yang terletak di Semenanjung Napoli (Naples) Italia. Kota tersebut terkenal akan degradasi akhlaknya pada masa Romawi kuno. Perzinahan dan penyimpangan seks (homoseks) merebak di kota ini, bahkan pemandian umum pun disediakan untuk menyalurkan hasrat seks penduduk kota ini.

Penduduk Pompeii pada saat itu dikatakan mengamalkan kepercayaan 'Mithra' yang meyakini bahwa alat kelamin serta persetubuhan tidak seharusnya dilakukan secara sembunyi tetapi harus dilakukan di tempat terbuka. Maka tidak mengherankan jika Allah S.W.T menurunkan bala musibah yang dahsyat terhadap kota ini

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya:
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya". (Q.S. Al-A’raf: 96).

TERKUBURNYA KOTA POMPEII.

Kejadian tersebut dituliskan dalam sebuah syair yang ditulis oleh pliny muda (pejabat dan penyair) Pompeii sebagaimana dilansir kantor berita Inggris BBC. Hari berlalu seperti biasanya, pagi hari sebagian penduduk masih terlelap tidur usai pesta semalam suntuk. Hingga pada 24 Agustus 79 M bumi bergoncang menandakan gunung sedang aktif, selang beberapa menit kemudian terdengar suara gemuruh seakan ada sesuatu yang turun dari gunung Vesuvius.

Dalam sekejap, patung-patung besar dari perunggu berpose mesum, gedung teater, pemandian, arena gladiator serta rumah bordil (landmark termasyhur kota itu) roboh dihantam gempa vulkanik dari gunung tersebut.

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

Artinya:
"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya". (Q.S. Al-Isra’: 16).

Kejadian tersebut membuat semua orang tumpah ruah memadati jalan dengan pandangan kosong dan keheranan. Kengerian itu sejatinya baru dimulai, gunung Vesuvius akhirnya memuntahkan isi perutnya dengan berbagai material vulkanik seperti batu-batu, lahar panas, hingga abu vulkanik yang menghujam bumi.

Letusan itu berlangsung seharian. Tanpa ada peringatan serta jalan keluar, 20.000 orang penghuninya terjebak. Lahar panas yang berlimpah ruah memanggang Pompeii. Membumihanguskan semua tanda-tanda kehidupan. Kota yang berdiri di bawah pemerintahan Kaisar Romawi Nero lenyap seketika. Terkubur lahar panas dan debu sedalam hingga tiga meter. Sejak itu Pompeii pun dilupakan orang.

POMPEII DITEMUKAN KEMBALI.

Setelah hampir 2 millenium berlalu, baru pada 1748 kota tersebut ditemukan. Penemuan berawal saat sejumlah arkeolog yang mencari keberadaan artefak berharga dan harta karun di wilayah Campania, sebelah tenggara kota Napoli, Italia.

Ketika itulah misteri hilangnya kota Pompeii selama ribuan tahun akhirnya terbongkar. Bahkan lebih mengejutkan adalah artefak yang ditemukan tidak hanya berupa tembikar dan barang kuno, tetapi juga puluhan jasad dalam kondisi mengejutkan.

Jasad-jasad ditemukan dalam kondisi utuh nyaris tanpa kerusakan. Kita bahkan bisa menyaksikan mimik wajah warga Pompeii yang ketakutan saat menghadapi maut. Mayat-mayat dengan segala pose itu mengeras, membatu dan diawetkan oleh abu.

Dari penemuan ini terungkap karakteristik penduduk kota yang kaya raya pada waktu itu. Kota itu ternyata mengumbar perzinaan. Bahkan bisa diyakini telah menjadi surga bagi kaum homoseksual. Pompeii dipenuhi dengan lokasi perzinahan dan prostitusi yang menyebar di segala penjuru kota. Bahkan karena banyaknya lokasi demikian hingga susah membedakan tempat pelacuran umum dan kawasan rumah biasa.

Ketika Pompeii ditemukan kembali, banyak jasad seperti patung yang masih utuh dengan posisi terakhir ketika mereka meninggal. Satu di antara temuan patung itu jadi viral di dunia maya ketika ada satu jasad warga Pompeii berada dalam posisi sedang melakukan gerakan seksual. Banyak netizen berasumsi bahwa orang tersebut sedang melakukan masturbasi sebelum hidupnya berakhir. Ia berbaring telentang dengan tangan kanan berada di area kemaluan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يُبعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

Artinya:
“Setiap orang akan dibangkitkan sesuai kematiannya.” (H.R. Muslim).

Imam Al-Hafizh Zainuddin Abdurrauf Al-Munaawy rahimahullah berkata:

أي يموت على ما عاش عليه ويبعث على ذلك

Artinya:
"Maksudnya adalah ia mati karena sesuai dengan kebiasaannya dan dibangkitkan sesuai itu." (At-Taisir Bi Syarhi Al-Jami’ Ash-Shaghir: 2/859).

Maka benar apa yang disabdakan Rasulullah S.A.W, seseorang akan mati layaknya kebiasaan saat ia hidup. Inilah yang terjadi dengan penduduk Pompeii yang gemar melakukan dan mengumbar kemaksiatan maka mereka mati dalam keadaan demikian juga.

0 comments:

Post a Comment