June 17, 2017




Spirit Muslim. Sahabat yang dirahmati Allah mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita mendengar istilah Black Hole (Lubang Hitam). Sebuah bintang raksasa berbentuk lubang berwarna hitam yang mampu menyedot dan menyapu semua benda ruang angkasa yang ada disekitarnya. Sebelum berhasil ditemukan, tidak ada bayangan sama sekali tentang adanya lubang raksasa dengan kekuatan sebesar ini. Penemuan paling fenomenal di abad 20 ini ternyata sudah jauh disebutkan dalam Al-Quran.

Penjelasan mengenai Black Hole dalam Al-Quran merupakan salah satu hasil penafsiran oleh beberapa peneliti yang mencoba menghubungkan antara sains dengan Al-Qur'an. Mungkin fakta hasil penelitian mengenai Black Hole telah lama dipecahkan namun untuk menyelaraskan dengan Al-Qur'an, baru akhir dekade ini para peneliti berhasil menghubungkannya. Pada dasarnya fakta Black Hole telah tercantum didalam Al-Qur'an, namun kebanyakan manusia lebih mendahulukan nalar mereka daripada mengkaji yang sudah ada didalam Al-Qur'an, inilah salah satu penyebab ketertinggalan manusia dalam memahami isi dunia.

BLACK HOLE SAINS MODERN.

Black Hole (Lubang hitam) adalah sebuah fenomena pemusatan massa yang cukup besar yang terjadi di ruang angkasa dan menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini membuat semua yang ada disekitarnya akan terhisap kedalamnya dan tidak ada satu benda pun yang mampu lolos dari hisapannya kecuali melalui perilaku terowongan Kuantum. Medan gravitasi yang begitu besar dan kuat membuat kecepatannya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu yang mampu lolos dari tarikan gravitasi termasuk radiasi elektromagnetik. Bahkan lebih dahsyatnya lagi, cahaya yang masuk dalam Black Hole juga akan ikut terhisap dan tidak akan dapat keluar kembali.

Black Hole terbentuk ketika sebuah bintang besar mati akibat kehabisan energi dan bahan bakar.

Pada bintang terjadi reaksi fusi, yaitu bersatunya 2 atom ringan menjadi atom yang lebih berat. Dua atom Hidrogen saling bertabrakan sehingga terbentuk Helium yang membuat bintang menyala (hidup). Selama bahan bakar masih ada, reaksi fusi itu akan terus berlanjut. Namun jika bahan bakar yang menggerakkan fusi tersebut habis, maka suatu bintang akan mati. Saat bintang itu mati maka sedikit demi sedikit akan tercipta lubang raksasa yang disebut Black Hole.

Baca juga: Penjelasan lubang hitam

Kendati demikian, tidak setiap bintang yang mati menjadi Black Hole, ada sebuah ketentuan bintang bisa menjadi Black Hole, salah satunya ukuran bintang yang mati tersebut.

Bintang berukuran kecil yang mati akan menjadi White Dwarf. Untuk bintang berukuran sedang menjadi Nebula, contohnya Matahari. Jika ukuran bintang yang mati 8 kali lebih besar dari matahari, maka akan menjadi Supernova. Jika bintang yang mati tersebut berukuran 25 kali lebih besar dari matahari maka akan menjadi Black Hole.

Meledaknya bintang adalah fase pertama terbentuknya Black Hole. Para ahli menemukan bahwa semua bintang akan meledak setelah kehabisan bahan bakar dan berubah menjadi bintang lain, namun bentuk paling ekstrim adalah Black Hole.

Rumor mengenai Black Hole ini diawali dengan sebuah prediksi akan adanya bintang yang tersembunyi di luar angkasa, prediksi ini awal kali dicetuskan oleh seorang ilmuwan asal Inggris bernama John Michell pada tahun 1790.

Kemudian dilanjutkan pada 1910 teori relativitas Einstein memperkirakan adanya benda di luar angkasa yang memiliki pengaruh terhadap tempat dan waktu.

Teori Einsten kemudian dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild pada 1916 dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking.

Tahun 1967 ilmuwan Amerika John Archibald Wheeler sudah mulai membicarakan dan menamakannya dengan Black Hole (Lubang Hitam) sebagai peristiwa hancurnya bintang-bintang sehingga menjadi populer bahkan menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah.

Pada tahun 1994 para ilmuwan memastikan keberadaan Black Hole terhadap pusat galaksi M87 dengan menggunakan teleskop Hubble. Mereka menemukan konsentrasi gas berkesinambungan disekitar Black Hole. Konsentrasi gas bergerak sangat cepat yakni 400 km/detik. Massa Black Hole juga diperkirakan 3 juta kali lipat dari massa matahari.

Massa dari Black Hole akan terus bertambah seiring dengan banyaknya materi yang berhasil terperangkap kedalam Black Hole. Namun faktanya, meskipun Black Hole mampu menghisap segala benda yang ada, namun daya hisapnya hanya terbatas pada benda yang ada dalam jangkauannya saja.

BLACK HOLE DALAM PANDANGAN AL-QURAN.

Seorang ilmuwan barat menjelaskan hakikat Black Hole yakni "It creates an immense graviational pull not unlike an invisible cosmic vacum cleaner. As it moves, it sucks in all matter in its way-not even light can escape (Black Hole menciptakan gravitasi ekstrim yang bekerja seperti vacum cleaner alam raya yang tidak terlihat. Ia bergerak dan menelan semua benda yang ditemuinya bahkan cahaya pun disedotnya dan tidak bisa menghindar)".

Dari penjelasan Black Hole diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Black Hole memiliki karakteristik seperti berikut.
  1. Invissible (Tidak terlihat).
  2. Vacum Cleaner (bekerja dengan menyedot materi yang ada disekitarnya).
  3. Move (Bergerak secara berkesinambungan).
Seperti kita ketahui bahwa Al-Quran telah mengungkap banyak fenomena alam raya dan benda-benda luar angkasa seperti bintang, galaksi, planet, dan lain sebagainya. Sebelum mengklaim penjelasan Black Hole dalam Al-Quran mari kita perhatikan ayat yang paling dekat dengan pembahasan kali ini, yakni surat At-Takwir ayat 15-16.

(16)فَلَا أُقْسِمُ بِاالْخُنَّسِ(15) الْجَوَارِ الْكُنَّسِ

Artinya;
Sungguh Aku bersumpah demi bintang-bintang. Yang beredar juga terbenam. (Q.S. At-Takwir: 15-16).

Dalam ayat ini Allah menyebut salah satu makhluk-Nya yakni bintang-bintang yang memiliki tiga karakter yakni: الْخُنَّسِ, الْجَوَارِ, الْكُنَّسِ. Mari kita jabarkan satu persatu:

Pertama adalah lafadz الْخُنَّسِ, lafadz ini memiliki banyak makna tergantung dari penafsiran para ulama. Dalam ayat diatas lafadz tersebut bermakna bintang-bintang, namun ada sebagian yang memberikan penafsiran dengan makna "tersembunyi / tidak terlihat". Hal ini juga sama dengan penyebutan syetan dalam surat An-Naas yakni مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . Syetan disebut الْخَنَّاسِ karena dia tidak terlihat oleh bani adam. Makna inilah yang memiliki kesamaan dengan salah satu karakter Black Hole, yakni tidak terlihat (Invissible).

Sains menyebut benda ini dengan istilah Black Hole, namun penamaan ini kurang tepat, karena isitilah black merujuk pada sebuah warna, sedangkan Black Hole seperti yang kita tahu bahwa dia tidak memiliki warna karena ia tidak mengeluarkan cahaya yang dapat dilihat. Lalu kata "Hole" yang berarti lubang kosong juga sangat berlawanan, karena pada dasarnya bintang tersebut memiliki massa yang sangat berat sekali. Oleh karena itu kata الْخُنَّسِ adalah kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan Black Hole.

Lantas ada pertanyaan yang menggelitik dibenak kita, kenapa lubang tersebut dinamakan Black Hole ? padahal lubang tersebut tidak berwarna.

Seperti penjelasan diatas, Black hole memang tidak berwarna, yang membuatnya berwarna hitam adalah sinar yang dipancarkan oleh bintang lain yang jauh darinya sehingga saat Black Hole melewati bagian depan bintang tersebut maka akan menimbulkan jejak seolah-olah lubang tersebut berwarna hitam. Hal ini sama halnya dengan peristiwa gerhana matahari.

Kedua adalah lafadz الْجَوَارِ , Lafadz tersebut memiliki makna beredar. Jika kita pahami lebih mendalam, sebuah bintang yang ada di luar angkasa bersifat beredar. Artinya setiap bintang mengalami proses pergerakan. Makna pergerakan jika kita tinjau lebih lanjut maka akan mengacu pada salah satu karakteristik Black Hole, yakni "Moves" yang artinya bergerak.

Ketiga adalah lafadz الْكُنَّسِ , Lafadz tersebut memiliki arti "terbenam". Arti tersebut tidak disandarkan pada sifat Black Hole, namun pada materi yang terhisap oleh Black Hole. Materi yang berada didekat Black Hole akan terhisap sedemikian rupa sehingga materi-materi-materi tersebut akan terbenam kedalam Black Hole dan tak akan mampu untuk kembali lagi. Meskipun tidak merujuk pada karakteristik Black Hole secara langsung namun pada kenyataannya lafadz tersebut juga mengarahkan kita kepada kemampuan Black Hole yakni daya hisapnya terhadap berbagai materi layaknya vacum cleaner.

Para ulama tafsir menjelaskan kalimat الْجَوَارِ الْكُنَّسِ sebagai bintang yang muncul pada malam hari. Memang tidak ada yang salah dengan penafsiran tersebut, namun jika kita mau mengkaji ayat per ayat, lafadz per lafadz secara mendalam dengan menghubungkan sains modern maka akan kita temukan bahwa ayat tersebut juga menjelaskan fenomena Black Hole. Subhanallah, inilah mukjizat Al-Quran yang tidak hanya menjelaskan satu hal dalam ayatnya namun juga memiliki banyak penafsiran yang mampu mengungkapkan banyak realitas dalam alam raya ini.

Selain ayat diatas, terdapat ayat lain yang berhubungan dengan fenomena Black Hole, yakni dalam surat At-Thariq ayat 1-3

(3)وَالسَّمَاءِ وَ الطَّارِقِ(1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقِ(2) النَّجْمُ الثَّاقِبِ

Artinya:
Demi langit dan yang datang pada malam hari. Tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu. (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (Q.S. At-Thariq: 1-3).

Dari ketiga ayat diatas, ada dua kalimat yang perlu digaris bawahi yakni الطَّارِقِ dan الثّاقِبِ. 

الطَّارِقِ berasal dari kata طَرَقَ yang memiliki arti "memukul dengan palu". Jika suatu benda dipukul menggunakan palu maka akan menimbulkan getaran yang cukup keras. Bagaimana jika ukuran benda tersebut berukuran sangat besar seperti meledaknya bintang sebagai fase terbentuknya Black Hole ? tentu getarannya akan semakin dahsyat sehingga terbentuklah sebuah medan magnet yang mampu menarik semua benda yang ada disekitarnya.

الثّاقِبِ dalam kamus Al-Munawwir berasal dari kata ثَقَبَ yang memiliki arti "menembus / melubangi". Karena lafadz الثّاقِبِ berupa mashdar maka artinya menjadi "yang berlubang / tembus". Maka tidak salah jika DEPAG mengartikannya dengan "bintang-bintang yang cahayanya menembus". Jika kita kembalikan pada bentuk mashdarnya maka dapat juga diartikan "bintang-bintang yang cahayanya berlubang". Dari penjelasan ini semakin jelas bahwa bintang yang berlubang yang dimaksud Al-Quran adalah Black Hole yang mampu menyerap cahaya yang masuk kedalamnya.


FAKTA BLACK HOLE

Daya serap Black Hole yang begitu dahsyat sudah tak terbantahkan lagi kehebatannya, banyak sekali fakta yang dapat kita gali lebih mendalam mengenai lubang raksasa ini.

Perihal bobotnya, meskipun Black Hole memiliki massa / berat yang amat besar ternyata ukurannya juga cukup padat. Black Hole yang memiliki berat setara bumi ternyata hanya memiliki diameter lubang kurang lebih 1 cm saja dan Black Hole yang setara dengan berat matahari memiliki diameter lubang hanya 3 cm saja. Subhanallah, bisa kita bayangkan betapa rapatnya susunan Black Hole ini, maka sangat wajar bila gravitasi Black Hole sangat besar dan mampu menyerap berbagai hal yang ada disekitarnya.

Black Hole ukuran sedang memiliki berat 10.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 kg atau 10 ³¹ dengan diameter lubang 30 km saja. Nyatanya ada banyak sekali Black Hole di pusat galaksi kita dan galaksi-galaksi lain dan rata-rata memiliki berat jutaan kali lipat dari berat matahari.

Lebih takjub lagi, ilmuwan NASA menemukan adanya gelombang suara dengan irama tertentu yang keluar dari Black Hole. Ini semakin menguatkan kita bahwa Black Hole juga bertasbih kepada Allah.

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَ مَنْ فِيْهِنَّ وَ اِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَ لَكِنْ لاَ تَفْقَهُوْنَ تَسْبِيْحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا

Artinya:
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada didalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamuu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Q.S. Al-Isra: 44).

Tentu semua ini merupakan salah satu bukti dari kekuasaan Allah S.W.T. Sungguh kitab Al-Quran menjadi firman Allah S.W.T, tuhan yang mengetahui segala rahasia yang ada di bumi dan di langit. Tidak ada cacat satu huruf pun dalam Al-Quran sehingga benar-benar AL-Quran menjadi tuntunan umat muslim yang patut disyukuri.

Begitu banyak rahasia yang masih belum terpecahkan di alam semesta ini dan Black Hole adalah sebagian kecil yang telah diungkap oleh Al-Quran. Maha suci Allah yang telah memberikan petunjuk mengenai berbagai hal yang ada di alam ini.  Wallahu a'lam, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

0 comments:

Post a Comment