April 21, 2017




Spirit Muslim. Tidur merupakan salah satu aktivitas manusia untuk mengistirahatkan tubuh setelah lelah melakukan berbagai kegiatan dalam sehari. Sebagaimana kita semua rasakan bahwa anggota tubuh kita perlu untuk diistirahatkan sejenak guna mengembalikan stamina tubuh agar kembali prima. Tidur yang baik adalah tidur yang berkualitas, artinya seseorang yang kualitas tidurnya baik akan membuat badan seseorang kembali bugar setelah tidur. Tidur yang berkualitas juga berdampak positif terhadap kesehatan fisik dan psikologi seseorang.
Kurang tidur pada seseorang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan psikologi seseorang. Hal pertama yang dirasakan oleh seseorang yang kurang tidur adalah suasana hati yang memburuk seperti depresi, mudah marah, serta kehilangan selera humor. Selain itu kurang tidur juga berdampak pada kesulitan seseorang untuk menyelesaikan masalah. Kurang tidur juga berpengaruh terhadap sistem kekebalan seseorang terhadap penyakit dan virus yang akan semakin menurun. Jika berangsur-angsur terjadi pada seseorang maka akan mengganggu pada produktivitas orang tersebut. Untuk menanggulangi hal tersebut, Nabi Muhammad S.A.W. telah memberikan pelajaran kepada kita bagaimana tidur yang baik yang sesuai dengan tuntunan agama sekaligus bermanfaat untuk kesehatan kita.

Nambi Muhamad S.A.W adalah manusia utusan Allah yang hidup kurang dari 1400 tahun silam. Perkembangan IPTEK pada saat itu juga masih belum terlalu pesat seperti sekarang. namun Nabi sudah mengetahui berbagai hikmah dan manfaat tidur yang baik berkat tuntunan Allah kepadanya. Nabi memiliki cara tidur sehat dengan dampak kesehatan yang positif setelah diteliti lebih mendalam oleh ilmuwan masa kini. Cara-cara dan adab tidur Nabi ternyata diakui oleh berbagai ilmuwan sebagai cara-cara yang mendatangkan kesehatan bagi tubuh. Untuk memperluas pengetahuan kita mengenai tidur sehat mari kita bahas satu persatu hal-hal apa saja yang dilakukan nabi agar tidur menjadi sehat dan berkualitas.

1. Tidur dalam keadaan gelap.

Nabi menganjurkan kita bahwa pada saat tidur hendaknya dalam kondisi ruang gelap. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang artinya "....padamkanlah lampu pada saat akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman". (H.R. Muttafaq 'alaih).

Semasa hidupnya Nabi Muhammad S.A.W. selalu tidur dalam keadaan gelap. Mungkin ada yang berfikir bahwa perintah memadamkan lampu tersebut untuk menjaga rumah dari bahaya kebakaran, karena lampu pada masa dulu masih menggunakan minyak dan sumbu sehingga jika tersenggol rentan terhadap bahaya kebakaran. Kondisi gelap saat tidur ini juga bermanfaat mengaburkan pandangan syetan yang berkeliaran saat gelap. Dari sisi kesehatan ternyata cara nabi ini sangat bermanfaat bagi tubuh.

Seorang ahli biologi Joan Roberts menemukan fakta bahwa ada hubungan antara kekebalan tubuh dan kondisi terang saat tidur. Orang yang menyalakan lampu sepanjang malam saat tidur mengalami penurunan kadar hormon Melatonin  yang berperan dalam mendorong aktivitas antioksidan secara optimal. Selain itu terjadi penurunan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit.

Dampak berbahaya lagi dipublikasikan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics. Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa jika penerangan yang menggunakan cahaya buatan akan berdampak pada jam biologis tubuh dan dapat menjadi pemicu ekskresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Penelitian dari Society for Neuroscience di San Diego 2010 juga menjelaskan tentang korelasi antara cahaya lampu dan tingkat depresi. Dalam jurnalnya, penelitian tersebut menyimpulkan ternyata pekerja shift malam dan orang lain yang selalu terkena cahaya malam hari akan meningkatkan resiko gangguan mood atau depresi.

2. Tidur Menghadap Kekanan.

Semasa hidupnya, Nabi Muhammad S.A.W juga tidur dengan menghadap ke arah kanan. dalam H.R. Al-Bukhari dan Muslim Nabi mengatakan "....berbaringlah diatas rusuk sebelah kananmu". Sejak zaman dahulu Islam memang lebih mengutamakan sebelah kanan daripada sebelah kiri untuk hal-hal kebaikan. Namun ternyata dibalik itu semua ada hikmah tersembunyi didalamnya. Perintah Nabi untuk berbaring kearah kanan ini memberikan efek medis yang begitu positif. Ilmuwan baru dapat mengungkap manfaat-manfaat ini di jaman modern seperti sekarang sedangkan Nabi sudah mengetahui hal ini sejak 1400 tahun silam. Subhanallah.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of America College of Cardiologi yang dimuat New York Times 21 Februari 2011 lalu menemukan bahwa posisi tidur dengan miring kekanan dapat mengurangi resiko kegagalan fungsi jantung. Hal ini disebabkan karena posisi tidur kekanan membuat jantung yang berada dibagian kiri tidak tertindih oleh organ lain. Posisi seperti ini juga bermanfaat untuk organ lain dalam tubuh manusia seperti otak, lambung, empedu, dan banyak organ lainnya.

Tidur miring kekanan juga bermanfaat bagi pernafasan kita. Dengan tidur seperti posisi tersebut mencegah jatuhnya lidah kebelakang yang dapat menyumbat jalannya nafas. Lain halnya jika tidur pada posisi terlentang maka relaksasi lidah pada saat tidur dapat mengakibatkan penghalang jalan pernafasan yang biasa dapat kita lihat ketika seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen bahkan terkadang nafas dapat terhenti untuk beberapa detik sehingga membuat seseorang akan terbangun. Orang yang demikian biasanya akan bangun dalam keadaan pusing karena kurangnya pasokan oksigen ke otak.

Untuk kesehatan jantung, tidur dengan posisi miring kesebelah kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya, ini karena posisi jantung yang memang berada lebih disebelah kiri. Tidur bertumpu pada sebelah kirimenyebabkan detak jantung yang berlebihan karena darah yang masuk ke atrium juga banyak, ini disebabkan karena paru-paru kanan berada diatas dan paru-paru kanan mendapat pasokan darah yang lebih dari paru-paru kiri.

Tidur miring kekanan juga bermanfaat bagi kesehatan paru-paru. Faktanya paru-paru kiri berukuran lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru sebelah kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan jatuh kesebelah kanan dan hal tersebut tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika jantung bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru sebelah kiri yang berukuran lebih kecil dari paru-paru sebelah kanan. Hal ini tentu kurang baik bagi kesehatan paru-paru kita.

3. Jangan Tidur Telungkup.

Nabi Muhammad pernah menghampiri seorang pria yang tidur dalam posisi telungkup didalam Masjid. Nabi membangunkan dan berkata "Bangkitlah engkau atau duduklah sesungguhnya tidurmu itu adalah tidur dalam neraka jahannam". (H.R. Ibnu Majjah).

Hadits diatas jelas melarang manusia untuk tidur telungkup. Ternyata larangan tersebut bukan tanpa sebab. Nabi melarang posisi tidur tersebut karena berbahaya bagi kesehatan. Kajian medis era modern menemukan bahwa tidur dengan posisi telungkup dapat menyebabkan terjadinya kekurangan asupan oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak. Hal ini tentu berbahaya bagi tubuh karena dua organ tersebut memiliki fungsi yang sangat vital bagi tubuh seseorang.

Seseorang yang tidur dengan cara tengkurap diatas perutnya setelah suatu periode tertentu akan mengalami kesulitan bernafas karena seluruh berat badannya akan menekan kearah dada yang menghalangi dada untuk bernafas. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan asupan oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak.

Peneliti dari Australia dr. Zafir Al-Attar menyatakan bahwa terjadi peningkatan kematian pada anak-anak sebesar tiga kali lipat saat mereka tidur tengkurap dibandingkan jika mereka tidur dengan posisi menyamping. Tidur dengan posisi tengkurap pada periode tertentu akan menyebabkan perut kesulitan bernafas karena seluruh berat badannya menekan terhadap dada.

4. Jangan Tidur Terlentang.

Nabi Muhammad S.A.W juga melarang umatnya untuk berlama-lama tidur terlentang. Setelah dikaji secara medis, ternyata tidur dengan posisi ini dapat menekan atau menyesakkan tulang punggung bahkan kadangkala dapat menyebabkan kita ingin ke toilet.

Menurut penelitian dr. Zafir Al-Attar, seseorang yang tidur dengan cara terlentang akan menyebabkan seseorang bernafas melalui mulutnya. Padahal manusia seharusnya bernafas melalui hidung, bukan mulut karena didalam hidung terdapat bulu-bulu halus yang dapat menyaring berbagai kuman dan kotoran yang masuk melalui lubang hidung. Jika seseorang bernafas melalui mulut, maka kuman dan kotoran akan langsung masuk ke tubuh seseorang dan menyebabkan seseorang rentan terkena penyakit Influenza dan gangguan sistem pernafasan. Selain itu bernafas melalui mulut juga akan menyebabkan rongga mulut kering sehingga dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada gusi.

5. Meluruskan Punggung dan Sedikit Menekuk Kaki.

Dalam tidurnya, Rasul tidur dengan meluruskan tulang punggungnya. Hal ini bertujuan agar organ-organ yang lain pun terasa rileks sehingga dapat memperlancar peredaran darah. Selain itu tidak lupa juga Nabi menekuk sedikit kakinya. Hal ini bertujuan untuk mengendurkan otot-otot perut. Menekuk kaki sedikit pada saat tidur menolong organ-organ dan otot-otot perut sendiri untuk relaksasi lebih sempurna sehingga tidur menjadi lebih nyaman.

6. Tidur Beralaskan Tangan.

Ternyata nabi lebih senang tidur dengan beralaskan tikar yang terbuat dari kulit binatang yang diisi dengan sabut. Posisi tubuhnya jika tidur menghadap kearah kanan dan tidak pernah bertelungkup. Kepala beliau diberi alas sebagai bantal, namun kadang-kadang menggunakan salah satu tangannya yang diletakkan dibawah pipinya.

Ternyata dibalik kesederhanaan ini, terdapat manfaat medis yang diajarkan Nabi. Tidur dengan beralaskan tangan akan membuat posisi kepala, leher, dan punggung sejajar. Memang leher yang tidak lurus pada saat tidur menyebabkan sakit leher pada saat bangun dan hal ini terkadang berlangsung hingga berhari-hari sehingga dapat mengganggu aktivitas.

7. Tidur Setelah Shalat Isya'.

Nabi Muhammad S.A.W menganjurkan agar umat Islam secepatnya tidur setelah shalat Isya' jika tidak ada kepentingan. Dalam segi ibadah, hal ini bermanfaat agar kita dapat bangun lebih awal untuk melaksanakan shalat Tahajjud. Sehingga kita dapat lebih mendekatkan diri kepada sang khaliq pada saat 1/3 malam terakhir tersebut.

Dikaji dari segi kesehatan, malam adalah proses ekskresi hati untuk menetralkan racun yang ada dalam tubuh karena pada saat tidur adalah waktu yang tepat untuk proses ini. Namun jika kita begadang maka sekresi ini tidak akan berjalan lancar sebagaimana mestinya. Sehingga dalam kurun waktu yang panjang dapat menyebabkan penyakit kanker hati.

8. Mengibaskan Tempat Tidur.

Rasulullah bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya karena sesungguhnya ia tidak tahu apa yang akan menimpa kepadanya". 

Rasulullah sebelum tidur juga membiasakan diri untuk mengibaskan tempat tidurnya sembari berta'awudz. Kebiasaan ini dilakukan untuk mengusir syetan, jin, maupun makhluk lain yang tidur ditempat kita. Jika ditinjau dari sisi medis, kegiatan ini dapat membersihkan tempat tidur dari kotoran-kotoran yang bisa saja menyebabkan penyakit.

9. Berwudhlu.

Rasul bersabda, "Barang siapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhlu) maka malaikat akan tetap mengikuti. Lalu saat ia bangun niscaya malaikat akan berucap: Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si Fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci". (H.R. Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a).

Selain bernilai ibadah berwudhlu juga memiliki keutamaan dan manfaat tersendiri bagi kesehatan manusia. Seorang peneliti dari universitas Alexandria dr. Mushafa Syahathah telah menemukan manfaat dibalik wudhlu. Ia menyebutkan bahwa orang yang rajin berwudhlu memiliki kuman yang jauh lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak berwudhlu. Dengan berwudhlu dapat menjaga kelembaban kulit dan kebersihan kulit.

Subhanallah, itulah amalan yang diajarkan Nabi mengenai adab serta tata cara tidur yang bermanfaat bagi kesehatan. Amalan yang dicontohkan Nabi adalah hal terbaik bagi seluruh umatnya. Sehingga apa yang dilakukan beliau sudah sebaiknya menjadi teladan meski tanpa kajian ilmiah sekalipun. Semoga informasi diatas dapat menjadi pengetahuan baru dan dapat kita laksanakan dengan rutin untuk menjaga kesehatan kita agar selalu prima setiap saat.

0 comments:

Post a Comment