April 18, 2020


Spirit Muslim. Sebuah kebiasaan sunnah yang dilakukan umat Muslim saat puasa bulan Ramadhan adalah makan Sahur. Saat makan sahur umat Muslim yang hendak puasa bangun pada waktu dini hari sekitar pukul 2 pagi hingga 3 pagi, karena pada waktu tersebut merupakan waktu-waktu yang disunnahkan Rasulullah S.A.W untuk melakukan sahur. Selain itu sahur pada waktu tersebut akan membuat orang yang berpuasa menjadi kenyang lebih tahan lama dan membuat seseorang lebih kuat saat berpuasa.

Ada satu kebiasaan unik saat sahur yang telah menjadi tradisi masyarakat di Indonesia, yakni kegiatan patrol sahur, sebuah kegiatan dengan menabuh berbagai macam alat musik sederhana diiringi dengan lagu-lagu khas sahur untuk membangunkan orang-orang yang hendak makan sahur. Kegiatan patrol sahur ini cukup efektif untuk membangunkan orang-orang sahur, pasalnya suara riuh yang dihasilkan dari berbagai instrumen musik sederhana akan membuat siapa saja terbangun dari tidur lelapnya.

Keberadaan patrol hingga kini nyatanya tetap eksis mempertahankan diri ditengah arus modernisasi dunia. Patrol yang telah menjadi adat serta tradisi masyarakat Indonesia juga harus tetap dipertahankan ditengah gempuran arus globalisasi. Para pemuda haruslah menjadi kader penerus tradisi patrol sahur ini dengan menggali berbagai informasi serta menghidupkan patrol ditengah masyarakat. Cukup banyak hal yang dapat kita gali dari musik patrol ini, mulai dari sejak kapan sejarah patrol dimulai, bagaimana perkembangan patrol saat ini, hingga hikmah apa saja yang didapat dengan adanya musik patrol ini. Untuk itu kami sajikan informasi selengkapnya beberapa hal tentang patrol sahur ini.


SEJARAH PATROL


Bermula dari kebiasaan pada zaman Rasulullah S.A.W membangunkan sahur dengan Adzan, pada saat itu Bilal bin Rabah yang ditunjuk untuk mengumandangkan Adzan dengan tujuan membangunkan sahur. Kemudian selepas zaman Rasulullah S.A.W bangsa Arab membangunkan orang-orang sahur dengan berkeliling sambil menabuh gendang dengan lentera sebagai penerangan mereka. Kebiasaan ini kemudian diadaptasi oleh masyarakat Indonesia di beberapa daerah di Indonesia khususnya masyarakat pulau jawa.

Tidak ada sejarah pasti kapan pertama kali patrol sahur ini dilakukan di Indonesia, namun kebiasaan ini bermula dari kebiasaan di berbagai pedesaan dimana waktu sahur masih belum ada pengeras suara untuk membangunkan orang-orang untuk sahur, kemudian warga memiliki inisiatif untuk membuat suara-suara ribut untuk membangunkan orang-orang. Berangkat dari kebiasaan tersebut, lambat laun patrol sahur kini menjadi salah satu adat serta tradisi yang melekat erat pada masyarakat Indonesia.


PERKEMBANGAN PATROL SAAT INI


Kegiatan patrol yang tengah berkembang ini  sering dilaksanakan oleh para pemuda kampung atau pemuda REMAS (Remaja Masjid) dengan berkeliling disekitar kampung bahkan hingga memasuki gang-gang dikampung mereka dengan tujuan membangunkan orang-orang untuk makan sahur. Sebelum berangkat mereka mengumpulkan teman-teman mereka terlebih dahulu disebuah tempat seperti Mushallah, surau, hingga Masjid dengan membawa alat musik yang telah ditentukan. Ketika sudah berkumpul semua, mereka berangkat membangunkan orang-orang sahur dengan menggunakan berbagai instrumen alat musik sederhana yang telah mereka bawa seperti jerigen, kentongan, hingga galon air minum dimanfaatkan untuk menghasilkan suara khas yang hanya dapat ditemui saat sahur Ramadhan saja.

Sambil menabuh alat musik sembari mereka berteriak “sahur...sahur....” untuk membangunkan orang-orang yang hendak sahur, mereka selingi juga dengan lagu-lagu lain, baik itu lagu gubahan mereka sendiri atau lagu yang tengah hits namun dengan sedikit modifikasi instrumen. Segala macam jenis lagu dapat dinyanyikan saat patrol sahur ini dengan gaya pembawaan yang santai tanpa ada unsur SARA atau diskriminasi terhadap orang lain. Yang membuat patrol memiliki ciri khasnya sendiri adalah setiap harmoni yang dihasilkan seolah-olah menyatu dengan alam yang menjadi salah satu kearifan lokal bangsa Indonesia.


HIKMAH PATROL SEBAGAI SYIAR AGAMA


Kebanyakan pemuda yang berkumpul cukup antusias melaksanakan kegiatan ini, pasalnya selain bertugas membangunkan sahur, dengan adanya kegiatan ini para pemuda juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bersilaturrahim dan memupuk ukhuwah islam ditengah bulan Ramadhan. Eksisnya kegiatan patrol yang hanya dapat ditemui saat bulan Ramadhan membuat beberapa wilayah di Indonesia melangsungkan berbagai lomba hingga festival patrol yang biasa diselenggarakan ba’da Isya’ atau sesudah shalat Tarawih. 

Ini menunjukkan eksistensi kegiatan patrol yang tidak lekang oleh waktu. Namun ada satu hal penting yang menjadi hikmah dari keberadaan patrol sahur ini, bahwa patrol sahur menjadi salah satu syiar atau dakwah Islam dengan menunjukkan bahwa Islam bukanlah agama keras, melainkan Islam adalah agama yang membawa kebahagiaan dan keceriaan ditengah-tengah umat manusia.

0 comments:

Post a Comment