August 25, 2017




Spirit Muslim. Allah telah menurunkan begitu banyak keutamaan dan kemuliaan pada berbagai bulan dalam penanggalan Islam. Salah satunya adalah bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah memiliki banyak sekali keutamaan, fadhilah hingga hikmah didalamnya. Lebih-lebih pada 10 hari awal bulan Dzulhijjah lantaran pada bulan Dzulhijjah ini banyak peristiwa penting yang pernah terjadi, sebut saja peristiwa diampuninya kesalahan Nabi Adam, kelahiran Nabi Isa, hingga perintah Allah untuk menyembelih putra dari Nabi Ibrahim yakni Nabi Ismail.

Al-Quran menyebut bulan Dzulhijjah dengan شَهْرُ الْحَرَمُ  yang artinya "bulan Haram", maksud dari bulan Haram adalah bulan dimana terdapat beberapa amalan yang diharamkan untuk dilakukan seperti berperang. Berperang dan menumpahkan darah pada bulan-bulan Haram dilarang dalam Islam kecuali dalam keadaan terpaksa untuk membela diri. Allah berfirman:

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا لاَ تُحِلُّوْا شَعَائِرَ اللّهِ وَ لاَ الشَّهْرَ الْحَرَامَ

Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan Haram...".(Q.S. Al-Maidah: 2).

Mengingat bahwa bulan Dzulhijjah ini terdapat banyak sekali keutamaan, kita disunnahkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti berpuasa pada 10 hari awal bulan Dzulhijjah, puasa Arafah, Shalat Idul Adha, menyembelih hewan qurban, memperbanyak dzikir hingga shadaqah.

Dalam kitab Durrotun Nasihin dijelaskan bahwa ada 10 kelebihan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah serta peristiwa-peristiwa penting yang mengikutinya, diantaranya:

Baca juga: Biografi Pengarang Kitab Durratun Nasihin

HARI PERTAMA









Barangsiapa berpuasa pada hari tersebut maka akan diampuni segala dosanya. Hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari dimana Nabi Adam diampuni dosanya oleh Allah setelah melakukan sebuah kesalahan. Nabi Adam dan istrinya yakni siti Hawa diusir dari surga lantaran memakan buah terlarang. Kemudian Nabi Adam berdoa kepada Allah untuk berkenan mengampuni kesalahannya tersebut. Doa Nabi Adam tersebut termaktub dalam Al-Quran pada surat Al-A'raf ayat 23.

رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنْفُسَنَا وَ إِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَ تَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَسِرِيْنَ

Artinya:
"Yaa Rabb kami, kami telah berbuat dzalim kepada diri kami sendiri. Jika Engkau tidak ampuni dan Engkau kasihi kami, maka jadilah kami orang-orang yang merugi". (Q.S. Al-A'raf: 23).


HARI KEDUA









Barangsiapa berpuasa pada hari kedua ini maka akan mendapat pahala selama satu tahun tanpa mendurhakai Allah walaupun sekejap mata. Hari kedua ini merupakan hari diterimanya doa Nabi Yunus dan dikeluarkannya dari dalam perut ikan. Doa Nabi Yunus tersebut terdapat dalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 87.

لَآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Artinya:
"Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, aku termasuk orang-orang yang menganiaya diri sendiri". (Q.S. Al-Anbiya: 87).

Baca juga: Kisah Nabi Yunus - dari Kaum Ninawa Hingga Ikan Nun.


HARI KETIGA









Barangsiapa berdoa pada hari ketiga ini maka Allah akan mengabulkan doa yang menjadi permintaannya. Peristiwa penting yang terjadi pada hari ketiga ini adalah dikabulkannya doa Nabi Zakaria yang menginginkan seorang putera. Pada saat itu umur Nabi Zakaria sudah sangat tua yakni 90 tahun dan hampir putus asa menunggu kehadiran seorang putra hasil dari darah dagingnya sendiri. Akan tetapi setelah Nabi Zakaria mengetahui putri angkatnya yakni Maryam mendapat rezeki dari Allah yakni ia mendapatkan buah-buahan pada saat musim panas yang mana buah-buahan itu pada asalnya tumbuh hanya pada musim dingin, akhirnya Nabi Zakaria tergugah untuk berdoa kepada Allah untuk berkenan memberikan keturunan.

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلاَمٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

Artinya:
"Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (memperoleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia". (Q.S. Al-Maryam: 7).


HARI KEEMPAT









Barangsiapa berpuasa pada hari keempat ini maka Allah akan menghilangkan kesusahan dan kekafirannya, pada hari kiamat kelak ia akan dikumpulkan dengan orang-orang yang mulia. Pada hari keempat ini merupakan hari dimana dilahirkannya nabi Isa. Kelahiran Nabi Isa telah menggegerkan kaumnya, pasalnya ia lahir dari seorang yang masih perawan yakni Maryam.


HARI KELIMA









Barangsiapa berpuasa pada hari kelima ini, maka Allah akan menghindarkannya dari sifat munafik dan siksa kubur. Pada hari kelima ini merupakan hari dilahirkannya nabi Musa. Beliau dirawat oleh istri Fir'aun dan pada akhirnya beliau menentang Fir'aun karena kesombongan dan keangkuhan Fir'aun.


HARI KEENAM









Hari dimana Allah membuka pintu kebaikan pada Nabi Muhammad. Barangsiapa berpuasa pada hari keenam ini maka Allah memperhatikan kepadanya dengan rahmat dan kasih sayang.


HARI KETUJUH









Merupakan hari ditutupnya pintu-pintu Jahannam dan tidak akan dibuka hingga setelah hari kesepuluh. Barangsiapa berpuasa pada hari tersebut, maka Allah akan menghindarkan darinya 30 pintu kesukaran dan membukakan baginya 30 pintu kemudahan.


HARI KEDELAPAN









Barangsiapa berpuasa pada hari tersebut, maka Allah akan memberi pahala yang nilainya hanya Allah yang tahu. Pada hari kedelapan ini Nabi Ibrahim pernah bermimpi mendapat perintah untuk menyembelih putranya yakni Nabi Ismail. Sehari itu beliau berfikir panjang apakah perintah itu dari Allah atau syetan. Maka dari itu hari tersebut dinamakan "Hari Tarwiyyah" yang artinya hari berpikir-pikir.


HARI KESEMBILAN









Barangsiapa puasa pada hari kesembilan ini maka Allah akan mengampuni dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Pada hari kesembilan ini Nabi Ibrahim telah mengetahui bahwa bukan syetan yang menyuruh untuk menyembelih Nabi Ismail melainkan hal itu adalah perintah langsung dari Allah untuk menyembelih putranya tersebut. Karena itulah hari kesembilan ini disebut dengan hari "Arafah" yang artinya hari mengetahui. Pada hari yang sama, Allah juga menurunkan wahyu terakhir kepada Rasulullah S.A.W yaitu Q.S. Al-Maidah ayat 3, pada saat itu Abu Bakar menangis mengetahui bahwa Rasulullah telah menyelesaikan tugasnya di dunia ini dan segera kembali menghadap Allah S.W.T.


HARI KESEPULUH









Hari raya Idul Adha. Barangsiapa berkurban dengan hewan Qurban, maka mulai tetesan darah yang pertama jatuh ke tanah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan dosa-dosa keluarganya. Dan barangsiapa memberi makan orang mukmin atau bershadaqah pada hari kesepuluh ini maka Allah akan membangkitkan orang tersebut di hari kiamat dengan selamat dan timbangannya menjadi lebih berat dari gunung Uhud.


PERISTIWA LAIN
Selain beberapa kisah diatas, terdapat juga kisah Nabi Musa yang berhubungan dengan bulan Dzulhijjah. Suatu ketika Nabi Musa berdoa kepada Allah.

Musa: Yaa Allah, aku telah berdoa, tapi Engkau belum mengabulkannya. Maka berikan aku suatu amalan untuk berdoa kepada-Mu.

Allah: Wahai Musa, bila telah masuk kepadamu bulan Dzulhijjah bacalah لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّه maka doamu akan Aku terima.

Musa: Yaa Allah, semua hamba-Mu sudah membacanya. Berilah aku amalan lain.

Allah: Hai Musa, jika ada yang membaca  لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّه satu kali pada 10 awal bulan Dzulhijjah, maka bila ditimbang dengan beratnya 7 langit dan 7 bumi maka masih berat timbangan bacaan tersebut.

Masyaallah, betapa besarnya pahala yang terkandung dalam bulan Dzulhijjah ini. Semoga sedikit ilmu ini dapat membangkitkan Ghirah (semangat) kita untuk lebih tekun beribadah mengharap ridha Allah S.W.T, lebih-lebih pada bulan Dzulhijjah ini. Mari sambut bulan ini dengan memperbaiki perkara-perkara wajib yang terkadang kita lewatkan dan mari kita hidupkan sunnah-sunnah yang telah Rasulullah S.A.W ajarkan kepada kita. Semoga Allah senantiasa mempermudah jalan kita untuk selalu berbuat kebaikan dan kebajikan di muka bumi ini, dan semoga kita semua diberi rahmat dan hidayah-Nya untuk bisa memaknai dan mengisi bulan ini dengan berbagai kebaikan. Barakkallah.

0 comments:

Post a Comment