April 21, 2020


Spirit Muslim. Sebagian dari kita mungkin sudah tidak asing dengan nama Isabella. Benar sekali Isabella sering kita dengar karena namanya diabadikan dalam sebuah syair lagu yang berjudul Isabella, lagu yang berasal dari Malaysia yang sempat meledak pada era tahun 90an. Dalam lagu tersebut menjelaskan seolah-olah Isabella adalah seorang ratu yang adil dimana cintanya terhalang adat serta prahara lainnya dalam lingkungan kerajaan. Padahal fakta yang sebenarnya tidak demikian, dibalik syair indah tersebut nyatanya terdapat sejarah memilukan umat Muslim atas pembantaian yang dilakukan oleh ratu Isabella dan raja Ferdinand.

Sejarah tidak bisa ditutupi bahwa Isabella sebenarnya adalah seorang pembantai umat Islam di Granada, ia melakukan aksi tipu daya terhadap Umat Muslim di Granada dengan cara-cara licik dan biadab dimana kejadian tersebut kini diperingati oleh orang-orang Eropa dengan sebutan April Mop. Tidak hanya dengan tipu dayanya, Isabella juga melakukan berbagai Kekejaman serta penyiksaan yang ditujukan terhadap Umat Muslim di Granada. Berikut akan kami jelaskan bagaimana kekejaman Isabella yang telah membantai Umat Islam di Granada.


DEKRIT ISABELLA MELARANG TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA


Pada awalnya, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella memberikan janji manis akan menjamin warga muslim di Granada tetap diperbolehkan memeluk agama Islam. Sultan Muhammad yang kala itu memimpin Granada bersedia menandatangani dekrit tersebut. Namun, semua itu hanya tipu muslihat agar Granada bisa jatuh dengan mudah ke tangan Isabella.

Setelah Sultan Muhammad menandatangani surat tersebut, selang beberapa bulan kemudian rakyat muslim di Granada di usir dari rumah dan tempat tinggal mereka. Bahkan, ribuan lagi dibunuh serta sebagian lagi mengungsi ke Afrika utara. Di tengah perdamaian dunia yang terus digaungkan, justru pada abad ke-16, Ratu Isabella mengeluarkan dekrit agar melarang semua bentuk agama Islam. Rakyat hanya diberi dua pilihan, pindah agama Kristen atau mati.

Banyak warga yang memilih untuk lari ke Afrika utara, namun tak sedikit juga yang bertempur dan mati syahid. Sebagian lagi, memilih untuk pindah agama, namun menjalankan syariat Islam secara diam – diam. Mereka inilah yang disebut dengan kaum Morisco.

KAITAN DENGAN SEJARAH APRIL MOP


Dalam satu tahun kalender Masehi sering kita jumpai banyak hari atau bulan spesial untuk memperingati kejadian-kejadian tertentu, salah satunya adalah April Mop atau April Fool's Day. Pada saat peringatan April Mop setiap orang sah-sah saja berbuat jahil dengan cara menipu teman, keluarga, atau kerabat lain. Mereka yang menjadi sasaran tipuan tidak boleh marah atas jebakan yang ditujukan kepada mereka karena hal tersebut merupakan peringatan April Mop. Mereka harus ikut merasa bergembira bersama dengan orang-orang yang telah menjebak mereka untuk merayakan April Mop.

Namun dibalik peringatan April Mop terdapat sejarah kelam yang harus diterima umat Muslim kala itu, lebih tepatnya pada 892 H/ 1487 M. Tahun tersebut menjadi tahun pembantaian umat Muslim di Granada Spanyol, yakni di depan pelabuhan. Ratu Isabella dengan liciknya menipu umat Muslim bahwa ia akan menyelamatkan umat Muslim keluar Andalusia dengan menyediakan perahu-perahu di dermaga pelabuhan, hal tersebut justru membuat umat Muslim terkonsentrasi pada satu lokasi dan menjadi sasaran empuk dari pasukan salib yang mengelilingi dari segala penjuru di pelabuhan tersebut.

Umat Muslim dibantai habis-habisan tanpa belas kasih didepan pelabuhan karena tipu muslihat Isabella. Para perempuan dengan anak-anaknya yang masih keci menjerit berteriak takbir akibat pembantaian tersebut. Darah mengalir dimana-mana hingga membuat laut menjadi merah kehitam-hitaman.

Itulah sejarah April Mop, mereka orang-orang Eropa merayakannya sebagai bentuk kemenangan mereka karena berhasil menipu umat Muslim. Maka sungguh tidak layak kita sebagai umat Muslim untuk serta merayakan April Mop, karena hal tersebut sama saja kita ridha atau rela jika umat Muslim dibantai sedemikian kejinya oleh bangsa Eropa.

PEMURTADAN BESAR-BESARAN.


Tipu daya Isabella tersebut merupakan awal keruntuhan Islam di Andalusia. Selama hampir 7 abad lebih yakni pada  711 M hingga 1487 M Islam menguasai peradaban dunia ke-3 setelah Konstantinopel dan Baghdad, kini Islam di Eropa harus jatuh akibat tipu muslihat licik Isabella.

Mengetahui Islam diujung tanduk, kardinal devider pada 2 Januari 1492 memasang salib diatas istana Al-Hamra yakni istana Nashiriyah Spanyol sebagai bentuk proklamasi atas berakhirnya pemerintahan Islam di Spanyol. Umat Muslim dipaksa murtad, bahkan dilarang untuk menggunakan bahasa Arab. Kejadian tersebut merupakan kejadian pemurtadan besar-besaran yang terjadi di Spanyol. Siapapun yang menolak dan menentang akan dibakar hidup-hidup dan disiksa secara kejam.

Untuk mendukung gerakan pemurtadan tersebut, raja Ferdinand dan ratu Isabella membuat Dewan Mahkamah Luar Biasa atau yang dikenal dengan Lembaga Inkuisi, yakni sebuah lembaga peradilan yang bertugas untuk menghabisi siapa saja orang-orang di luar Katholik. Lembaga ini kemudian bermetamorfosa menjadi Opus Dei.

BUKTI PENYIKSAAN YANG DILAKUKAN ISABELLA KEPADA UMAT MUSLIM


Penyiksaan yang dilakukan oleh Isabella menyisakan duka mendalam terhadap Umat Muslim hingga kini, bagaimana tidak Isabella telah memperdaya umat Muslim bahkan menyiksa umat Muslim sedemikian rupa hingga peradaban umat Muslim di Eropa luluh lantah tak tersisa. Empat abad setelah jatuhnya Islam di Spanyol, Napoleon Bonaparte pada 1808 mengeluarkan instruksi untuk menghapuskan Dewan Mahkamah Luar Biasa tersebut. Ditulis oleh Syaikh Muhammad Al Ghazali dalam bukunya At Ta’asub Wat Tasamuh (hal 311-318), tentara Prancis menemukan tempat sidang Dewan Mahkamah Luar Biasa itu di sebuah ruang rahasia di dalam gereja.

Didalam gereja tersebut didapati berbagai macam alat penyiksaan seperti alat pematah tulang dan alat pengoyak badan. Alat ini untuk membelah tubuh manusia. Ditemukan pula satu peti sebesar kepala manusia. Di situlah diletakkan kepala orang yang hendak disiksa. Ada pula alat penyiksaan berupa satu kotak yang dipasang mata pisau yang tajam. Mereka campakkan orang orang muda ke dalam kotak ini, bila dihempaskan pintu maka terkoyaklah badan yang disiksa tersebut.

Di samping itu ada mata kail yang menusuk lidah dan tersentak keluar, dan ada pula yang disangkutkan ke payudara wanita, lalu ditarik dengan kuat sehingga payudara tersebut terkoyak dan putus karena tajamnya benda benda tersebut. Nasib wanita dalam siksaan ini sama saja dengan nasib laki laki, mereka ditelanjangi dan tak terhindar dari siksaan.

Inilah bentuk kekejaman Isabella yang sebenarnya, dia bukanlah lambang cinta namun ia lebih pantas disebut sebagai pembantai licik Umat Islam. Ia menghalalkan berbagai cara untuk membinasakan umat Muslim di bumi Eropa khususnya Spanyol, bahkan Isabella tidak segan-segan menyiksa siapa saja yang tidak mau tunduk dengan ajaran katoliknya. Maka sudah sepantasnya sejarah harus diluruskan keberadaannya agar tidak terjadi tumpang tindih fakta sehingga mengaburkan fakta penting lainnya.

0 comments:

Post a Comment