February 20, 2020



Spirit Muslim. Salah satu cara relaksasi paling mudah untuk menghilangkan capek dan lelah adalah dengan tidur. Tidur memiliki efek yang luar biasa bagi kesehatan tubuh manusia. Dengan tidur akan memberikan kesempatan bagi badan kita untuk istirahat dari sekian banyak aktivitas dan rutinitas yang telah kita lakukan selama sehari.

Namun demikian, agar tidur memiliki kualitas baik maka tidur tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Salah satu hal yang cukup berpengaruh terhadap kualitas tidur seseorang adalah posisi tidur, posisi tidur yang baik adalah posisi miring ke arah kanan dengan rusuk sebelah kanan sebagai tumpuan.

Lantas bagaimana dengan posisi tidur tengkurap ? Tidur tengkurap merupakan tidur dengan posisi perut berada dibagian bawah. Islam melarang posisi tidur seperti ini, dalam sebuah hadits disebutkan Dari Ya’isy bin Thokhfah Al Ghifariy, dari bapaknya, ia berkata:

فَبَيْنَمَا أَنَا مُضْطَجِعٌ فِى الْمَسْجِدِ مِنَ السَّحَرِ عَلَى بَطْنِى إِذَا رَجُلٌ يُحَرِّكُنِى بِرِجْلِهِ فَقَالَ « إِنَّ هَذِهِ ضِجْعَةٌ يُبْغِضُهَا اللَّهُ ». قَالَ فَنَظَرْتُ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم

Artinya:
Ketika itu aku sedang berbaring tengkurap di masjid karena begadang dan itu terjadi di waktu sahur. Lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Ia pun berkata, “Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah.” Kemudian aku pandang orang tersebut, ternyata ia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam." (H.R. Abu Daud no. 5040 dan Ibnu Majah no. 3723. Imam Nawawi dalam Riyadhus Sholihin mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Tidur dengan posisi tengkurap telah Rasulullah S.A.W larang karena cukup banyak mengandung kerugian yang didapat, salah satunya tengkurap merupakan cara berbaringnya penduduk neraka, bahkan tidur tengkurap dapat mendatangkan murka Allah S.W.T

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلاً مضطجعاً على بطنه، فقال: ” إن هذا ضجعة لا يحبها الله”

Artinya:
"Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang Laki-laki muslim tidur tengkurap, kemudian beliau bersabda: “Ini adalah cara tidur yang tidak disukai oleh Allah”. (H.R. Tirmidzi: 2789).

Larangan Rasulullah S.A.W perihal tidur tengkurap ini pada dasarnya tidak hanya sebatas berhubungan dengan masalah ukhrawiyah saja, akan tetapi juga berhubungan dunia medis kesehatan. Ini adalah bukti kekuasaan Allah S.W.T melalui perantara nabi Muhammad S.A.W sebuah hikmah yang baru terkuak saat teknologi sudah berkembang. Padahal larangan tidur tengkurap ini telah ada ribuan tahun lalu sebelum manusia mengenal teknologi canggih.

Baca juga: Manfaat sunnah tidur miring ke kanan secara medis.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidur tengkurap ternyata berbahaya bagi tubuh seseorang. Resiko tidur tengkurap secara medis berpengaruh buruk terhadap kesehatan seseorang diantaranya:

1. Gangguan pusat saraf otak.
Tidur dengan posisi tengkurap menyebabkan gangguan peredaran darah dalam tubuh, terutama darah yang mengalir ke otak. Jika peredaran darah terganggu, pusat saraf akan mengalami penyumbatan dan aliran darah menjadi tersendat-sendat. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan kerusakan pusat saraf di bagian kepala. Hal tersebut dapat membuat cara berpikir seseorang menjadi lebih lamban daripada sebelumnya.

2. Penuaan dini.
Saat seseorang tidur tengkurap, wajah akan akan tertekan dengan permukaan bantal, sehingga meninggalkan jejak berupa kerutan, jika ini terjadi secara kontinu maka keriput bisa timbul di permukaan wajah. Selain itu aliran darah menuju wajah yang terhambat juga turut menjadi pemicu penuaan dini ini.

3. Ulu hati tidak nyaman.
Saat tengkurap organ tubuh akan terhimpit diantara badan dan tempat tidur sehingga ulu hati akan terasa tidak nyaman. Pada beberapa orang keadaan demikian bisa membuat seseorang merasa mual dan ingin muntah.

4. Ritme jantung terganggu.
Ketika tidur tengkurap, posisi jantung akan terhimpit antara tubuh dan tempat tidur, sehingga jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah, jika ini terus menerus terjadi, maka akan membuat jantung menjadi tidak stabil dalam memompa darah, akibatnya saat seseorang menarik nafas panjang akan terasa sakit pada area jantung.

Baca juga: Adab-adab tidur yang diajarkan Rasulullah S.A.W

5. Tulang belakang tegang.
Tidur tengkurap juga beresiko membuat tulang belakang menjadi tegang, hal ini menyebabkan rasa nyeri pada punggung, leher, dan persendian. Dilansir dari Mayo Clinic, tidur dengan posisi tengkurap dapat mengubah kurva alami tulang belakang yang menyebabkannya kaku dan menegang.

6. Gangguan pernapasan.
Hal ini dapat terjadi karena beban tubuh menimpa otot-otot saluran pernapasan. Ini membuat seseorang sulit mengambil napas saat tidur, akibatnya saat bangun tidur seseorang akan merasa kelelahan.

7. Mengganggu sistem kerja usus.
Ketika tengkurap, bagian punggung bawah akan menahan banyak tekanan. Hal ini dapat meningkatkan risiko sembelit dan masalah pada kinerja usus.

0 comments:

Post a Comment