September 03, 2019


Spirit Muslim. Keberadaan jin bukanlah hal tabu dalam kehidupan manusia, karena Allah S.W.T telah menyebutkan beberapa kali dalam ayat suci Al-Qur'an, bahkan status mereka sama halnya dengan manusia yakni hidup didunia untuk beribadah dan menyembah kepada Allah S.W.T. Namun sayangnya, layaknya manusia, jin tidak selamanya patuh akan perintah Allah S.W.T, beberapa diantaranya ada yang membangkang terhadap Allah S.W.T bahkan turut andil dalam menyesatkan umat manusia.

Menyoal tentang jin, pada setiap diri seseorang ada jin yang selalu mengikutinya, bahkan bisa dibilang dia adalah kembaran seseorang dalam dunia gaib, dalam sebuah riwayat, jin tersebut senantiasa membisikkan seseorang untuk melakukan amal buruk, hingga ia dikategorikan dalam bangsa syetan, jin tersebut bernama jin Qorin. Dia tahu persis keadaan seseorang/tuannya karena setiap harinya ia selalu diikuti oleh jin tersebut, bahkan Rasulullah S.A.W sendiri memiliki jin Qorinnya sendiri, akan tetapi Allah S.W.T telah menundukkan jin tersebut.

Lantas seperti apa wujud dari jin Qorin itu ?, seperti apa sebenarnya jin Qorin itu ?, apakah jin Qorin bisa mati bersama dengan tuannya ?lantas bagaimana melindungi diri dari jin Qorin ?,  berikut penjelasan selengkapnya.

SIAPA JIN QORIN ITU ?

Qorin memiliki arti “pasangan” atau “pendamping”. Bisa dibilang jin Qorin adalah kembaran setiap manusia dari alam gaib yang mendampingi setiap individu sejak lahir. Keberadaan dan nama jin Qorin ini sesuai dengan manusia yang diikutinya. Ia bisa menyerupai manusia yang diikutinya. Wajahnya, pakaiannya, gaya bicara, pemikirannya, dan segala macam tindak-tanduknya dapat ia tiru sesuai dengan manusia yang diikutinya. Bedanya, saat manusia mati, Jin Qorin akan tetap berada di dunia sehingga bisa saja peristiwa-peristiwa penampakan dari orang yang sudah mati adalah penampakan dari jin Qorin yang dapat mengubah wujudnya menyerupai orang yang sudah mati.

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Artinya:
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya". (QS. Az-Zukhruf: 36).

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

ما منكم من أحد إلاوقد وكل به قرينه من الجن

Artinya:
“Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang Qorin (pendamping) dari golongan jin.” (HR. Muslim).

Imam An-Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat peringatan keras terhadap godaan jin Qorin dan bisikannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tahu bahwa dia bersama kita, agar kita selalu waspada sebisa mungkin. (Syarh Shahih Muslim, 17:158).

Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Munajid menjelaskan, “Berdasarkan perenungan terhadap berbagai dalil dari Al-quran dan sunah dapat disimpulkan bahwa tidak ada tugas bagi jin Qorin selain menyesatkan, mengganggu, dan membisikkan was-was. Godaan jin Qorin ini akan semakin melemah, sebanding dengan kekuatan iman pada diri seseorang.” (Fatawa Islam, tanya jawab, no. 149459).

Kaum jin pada dasarnya memiliki agama layaknya manusia, ada jin kafir dan juga jin Muslim. Namun sayangnya keberadaan jin Qorin lebih didominasi oleh jin kafir, sehingga besar kemungkinan Qorin akan menjerumuskan tuannya untuk membangkang terhadap perintah Allah S.W.T. Bahkan lebih buruknya Qorin terkadang bersekutu dengan Syetan untuk menyesatkan tuannya. Meskipun ia bertugas menyesatkan akan tetapi Qorin tidak memikul dosa yang ditanggung oleh tuannya, hal demikian tertulis dalam Al-Qur’an surat Al-Qaf bahwa Qorin mengelak ia telah menyesatkan tuannya, ia berdalih bahwa yang melakukan dosa tersebut adalah tuannya bukan dirinya, ia hanya membisikkan melakukan perbuatan munkar tersebut.

قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ

Artinya:
“Yang menyertai manusia berkata : “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” (QS. Qaf: 27).

Meskipun demikian, saat kita melakukan perbuatan buruk janganlah serta merta menisbatkannya kepada Qorin, karena kendali diri kita tidak 100% dikendalikan oleh Qorin akan tetapi kita lah yang memiliki kendali atas diri kita untuk melakukan amal tersebut. Saat kita melayani amal buruk maka terjerumuslah kita dalam perangkap Qorin karena pada dasarnya Allah S.W.T telah memberikan petunjuk jalan yang benar namun justru kita malah berpura pura buta melihat sebuah kebenaran, dengan keadaan begitu syetan akan lebih mudah menguasai diri kita dan syetan akan selalu bersama kita untuk menggoda dan menyesatkan. 

DALIL TENTANG KEBERADAAN JIN QORIN.

Makhluk tak kasat mata ini pada dasarnya telah dinash oleh Allah S.W.T dalam Al-Qur'an dan disebutkan dalam hadits nabi S.A.W:
1. Firman Allah S.W.T.

قَالَ قَرِينُهُ رَبَّنَا مَا أَطْغَيْتُهُ وَلَكِنْ كَانَ فِي ضَلالٍ بَعِيدٍ

Artinya:
“Yang menyertai manusia berkata : “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.” (QS. Qaf: 27).

Dalam tafsir Ibn Katsir dinyatakan bahwasanya Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, Mujahid, Qatadah dan beberapa ulama lainnya mengatakan, “Yang menyertai manusia adalah setan yang ditugasi untuk menyertai manusia.” (Tafsir Ibnu Katsir, 7:403).

2. Hadits nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ ». قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « وَإِيَّاىَ إِلاَّ أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِى عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلاَ يَأْمُرُنِى إِلاَّ بِخَيْرٍ

Artinya:
"Tidak seorangpun dari kalian melainkan padanya telah didampingi oleh Qorinnya dari kalangan jin”. Para sahabat bertanya, “Hal itu juga ada berlaku padamu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya, demikian juga padaku akan tetapi sesungguhnya Allah telah menolongku atasnya sehingga Qorin tersebut telah aslam (masuk islam/tunduk) maka dia tidaklah mengajakku melainkan kepada kebaikan”. (HR. Muslim: 7286).

Jin pendamping (Qorin) Rasulullah S.A.W bernama Habib Al-Huda, beragama Islam dan menurut para ulama sampai sekarang beliau masih hidup, beliau tinggal di Baqi’. Di Baqi’, beliau mempunyai majelis pengajaran tafsir dan hadis-hadis Rasulullah S.A.W yang didatangi oleh jin-jin Muslim.

APAKAH QORIN BISA MATI ?

Qorin jelas bisa mati, sebab semua ciptaan Allah S.W.T pastilah mengalami mati, hanya saja umur jin Qorin lebih panjang daripada umur tuannya. Saat tuannya meninggal dunia, Qorin tetaplah hidup.

Ibnu Abbas, Mujahid dan Qotadah dalam Tafsir Ibnu Katsir mengatakan,  Qorin adalah syetan dari bangsa jin kafir yang dengan izin Allah menyertai manusia sepanjang hidupnya, sejak manusia itu lahir hingga matinya. Dan ketika manusia yang disertainya telah meninggal maka jin tersebut pun meninggalkannya dan tidak diketahui kemana perginya.

Tidak seperti manusia, Qorin termasuk kalangan jin yang memiliki umur yang panjang bahkan ia bisa hidup hingga hari kiamat meskipun tuannya telah lebih dulu meninggal dunia. Oleh dari itu, ketika yang didampinginya meninggal, Qorin terkadang menampakkan wujudnya seperti orang yang dulu didampinginya, entah itu untuk menakuti orang lain atau menyampaikan wasiat tuannya yang belum terlaksana.

Biasanya Qorin berperilaku persis seperti orang yang didampinginya. Jika orang yang di dampinginya adalah orang yang shaleh maka ia akan berperilaku persis seperti orang itu, meskipun orang itu sudah meninggal. Karena itu kerap kali kita mendengar kisah-kisah tentang orang saleh yang sudah meninggal dunia, tetapi kita masih melihatnya sedang mengaji di masjid, beribadah dan sebagainya.

TAMENG AGAR TERHINDAR DARI GODAAN JIN QORIN.

Saat Jin Qorin menguasai diri kita, maka seolah olah kita tidak memiliki kuasa dan kendali atas diri kita, padahal tidak demikian, pada dasarnya kita selalu memiliki pilihan untuk menuruti kemauan Qorin atau mengesampingkan semua itu. Jika kita mampu mengendalikan diri kita niscaya keberuntungan akan selalu menyelimuti kita, namun sayangnya masih saja ada beberapa orang yang masih kesulitan mengendalikan Qorin yang ada pada dirinya. Berikut langkah serta kiat kiat untuk mengendalikan Qorin kita.

1. Meningkatkan iman dan taqwa. Bila seseorang memiliki rasa iman dan taqwa yang kuat dan mendalam, maka penguasaan Qorin pada dirinya menjadi lemah dan tidak berdaya. Karena syetan jin hanya bisa menggoda manusia disaat ia dalam keadaan selemah-lemah iman.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Artinya:
"Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan". (QS. An-Nur: 52).

2. Memperbanyak dzikir dan memohon perlindungan Allah S.W.T. Banyaklah berdzikir dan memohon perlindungan kepada Allah. Jika kita sungguh-sungguh melakukan hal ini, insyaaAllah, akan datang perlindungan dari Sang Kuasa. Allah berfirman,

وَإِمَّا يَنَزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya;
Apabila setan menggodamu maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-A’raf: 200)

0 comments:

Post a Comment