July 09, 2019


Spirit Muslim. Salah satu sosok yang terbiang cukup kontroversial di tanah air adalah Habib Bahar bin Smith. Beliau adalah salah satu keturunan Rasulullah S.A.W yang berasal dari marga Summayth. Keberadaannya menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat karena sosok yang terbilang cukup tegas dalam setiap kesempatan ceramahnya. Beberapa menyebut bahwa cara dakwah Habib Bahar terbilang radikal dan keras, ini tak lain karena setiap kali beliau berpidato Habib Bahar dengan lantang menyuarakan semangat kebangkitan Islam. Maka tak mengherankan jika sebagian kalangan berpikir jika cara beliau berpidato seakan-akan kasar dan keras, padahal tidak demikian maksud dari beliau dalam setiap ceramahnya. Habib Bahar selalu berceramah dengan tegas dan lantang tidak lain adalah untuk membangkitkan ghirah umat Muslim untuk bangkit melawan kedzaliman dan melawan berbagai ajang maksiat yang kini marak terjadi di bumi pertiwi. Lantas seperti apa biografi dan profil lengkap dari sosok Habib Bahar bin Smith ini ? berikut penjelasan selengkapnya.

SEKILAS BIOGRAFI HABIB BAHAR BIN SMITH

  • Nama Lengkap: Sayyid Baḥr bin Ali bin Alawi bin Abd Ar-Raḥman bin Sumayth.
  • Kelahiran: Manado, 23 Juli 1985.
  • Orang tua: Sayyid Ali bin Alwi bin Smith (wafat 17 Oktober 2011), Isnawati Ali.
  • Istri: Fadlun Faisal Balghoits
  • Putra-putri: Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin Smith, Syarifah Aliyah Zharah Hayat Smith, Syarifah Ghaziyatul Gaza Smith, dan Sayyid Muhammad Rizieq Ali bin Smith.
  • Pendidikan: Darullughah Wadda'wah (Dalwa) Pasuruan, Jawa Timur

Habib Bahar bin Smith/ Habib Bahar bin Sumaith/ بحر بن سميط‎ memiliki nama lengkap Sayyid Baḥr bin Ali bin Alawi bin Abd Ar-Raḥman bin Sumayth, beliau adalah sosok habaib sekaligus ulama yang lahir di Manado pada 23 Juli 1985 silam. Habib Bahar merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Selain itu, beliau juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor. Habib Bahar dikenal sebagai seorang pendakwah yang cukup tegas dan lantang dalam menyuarakan syari’at Islam. Pada setiap ceramahnya, beliau selalu didampingi dan dijaga ketat oleh Laskar Pembela Islam dan Front Pembela Islam namun tidak jarang pula didampingi oleh Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) ketika berdakwah di tempat yang masyarakatnya berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama.


KELUARGA HABIB BAHAR

Habib Bahar merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara. Dia berasal dari keluarga Arab Hadhrami golongan Alawiyyin bermarga Aal bin Sumaith, ayahnya bernama Sayyid Ali bin Alwi bin Smith (wafat 17 Oktober 2011), sedangkan ibunya bernama Isnawati Ali. Habib Bahar mempunyai enam orang adik, tiga di antaranya adalah Ja'far bin Smith, Sakinah Smith, dan Zein bin Smith.

Habib Bahar menikahi seorang Syarifah bermarga Aal Balghaits bernama Fadlun Faisal Balghoits pada tahun 2009. Dari pernikahannya tersebut beliau dikaruniai empat orang anak, diantaranya: Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin Smith, Syarifah Aliyah Zharah Hayat Smith, Syarifah Ghaziyatul Gaza Smith, dan Sayyid Muhammad Rizieq Ali bin Smith. Putera terakhirnya yakni Ali, lahir pada tanggal 4 Februari 2018. Beliau memberikan nama kepada anak terakhirnya atas penghormatan kepada gurunya yakni Muhammad Rizieq Shihab, dan bentuk tawassul kepada leluhurnya, Ali bin Abi Thalib.

PENDIDIKAN HABIB BAHAR

Dalam catatan riwayat pendidikannya, Habib Bahar pernah mondok dan menempuh pendidikan di pondok pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) di Jalan Raya Raci, Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pengasuh pondok pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) Habib Ali Zainal Abidin membenarkannya. “Memang dia pernah di Dalwa saat masih kecil. Setelah dari Dalwa mungkin ke tempat lain. Di Dalwa hanya sekitar 2-3 tahun sekolah tingkat Madrasah Ibtidaiyah (Sekolah Dasar),” kata ulama yang akrab disapa Habib Zain ini saat dikonfirmasi, Jum’at, 21 Desember 2018.

Pada tahun 2007 Habib Bahar mendirikan Majelis Pembela Rasulullah yang berpusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Beliau memiliki pengikut dengan jumlah ratusan orang yang tersebar di Ciputat Tangerang Selatan, Pesanggrahan Jakarta Selatan, dan Pondok Aren Tangerang Selatan.

AKSI SWEEPING HABIB BAHAR

Bersama pengikutnya Habib Bahar kerap melakukan aksi sweeping dan penutupan paksa di beberapa tempat hiburan yang dianggap melanggar syariat yang beroperasi di wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan. Berikut beberapa aksi sweeping yang pernah beliau lakukan:

1. Pada bulan Ramadan tahun 2012, tepatnya hari Minggu, 29 Juli 2012, sekitar pukul 01.30 dini hari, dia pernah menggerakan sekitar 150 pengikutnya untuk melakukan aksi sweeping yang disertai aksi perusakan di Kafe De Most yang terletak di Jalan Veteran Raya, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dalam aksinya itu, mereka menuntut agar pihak kafe menutup bisnisnya sebulan penuh selama bulan Ramadan.

2. Setelah itu Habib Bahar dan jemaahnya melakukan razia di Kafe Putri, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dari Cipulir, massa merencanakan untuk merazia kafe lainnya di Ciledug, Tangerang. Namun, belum sampai ke lokasi-lokasi tersebut, polisi yang mendapatkan informasi adanya aksi sweeping di Kafe De Most, Pesanggrahan oleh ormas Majelis Pembela Rasulullah pun langsung melakukan pengamanan. Polisi kemudian menetapkan 23 orang termasuk Habib Bahar sebagai tersangka karena terbukti melakukan pengrusakan.

Habib Bahar memang terkenal akan ketegasan dalam membela agama Islam dalam setiap kesempatan ceramahnya. Cara penyampaian yang terbilang cukup bersemangat dan berapi-api seolah-olah mirip dengan sifat khalifah Umar bin Khattab, seperti yang kita ketahui bersama bahwa sayyidina Umar adalah salah satu khalifah yang cukup tegas jika berkaitan dengan aqidah.

Beberapa orang menyebut bahwa cara penyampaian Habib Bahar dalam ceramahnya tergolong radikal, karena pembawaannya yang cukup keras dan tegas sehingga beberapa orang salah mengartikan maksud dari ceramah yang disampaikannya itu. Meskipun demikian, nyatanya ketegasan yang selalu beliau tunjukkan dalam setiap ceramahnya mampu membakar semangat setiap pengunjung yang hadir mendengarkan ceramahnya tersebut. Cara penyampaian Habib Bahar tersebut menunjukkan bahwa Islam memiliki harga diri yang luhur yang harus dibangkitkan kembali pada zaman yang penuh fitnah ini. Inilah uniknya Islam, disatu sisi Islam sangat lembut dalam bertoleransi namun cukup tegas jika berkaitan dengan aqidah.

0 comments:

Post a Comment