January 26, 2019



Spirit Muslim. Perkembangan ilmu pengetahuan kini menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan, tidak terkecuali dalam bidang pengobatan. Berbagai metode pun kini dikembangkan untuk menanggulangi berbagai macam penyakit yang kini menyebar di berbagai belahan bumi. Salah satu alternatif pengobatan Islam yang cukup ampuh menyembuhkan berbagai penyakit adalah dengan memanfaatkan Habbatussauda atau dikenal juga dengan nama Jinten Hitam.

Metode penyembuhan dengan Habbatussauda (Jinten Hitam) pada dasarnya telah dikenal sejak Zaman Nabi Muhammad S.A.W, akan tetapi pengobatan jenis ini baru berhasil dibukukan dalam kitab Thibbun Nabawi pada abad ke-13 sebagai bukti kemajuan Islam dalam bidang pengobatan dan kedokteran. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam yang telah dikenal sejak 2000-3000 tahun Sebelum Masehi dan tercatat dalam banyak literatur kuno mengenai ahli pengobatan terdahulu seperti Ibnu Sina (980-1037 M), Al-Biruni (973-1048 M) dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Jenis  tanaman ini juga telah disebut-sebut sebagai tanaman obat dalam perkembangan awal agama Islam.

Nabi SAW mengabarkan bahwa Habbatussauda (Jinten hitam) berkhasiat menyembuhkan setiap penyakit. Kata Syifa’ (kesembuhan) dalam seluruh hadist disebut tanpa dima’rifahkan dengan alif dan lam. Semuanya dalam struktur positif, sehingga dengan demikian kata tersebut bersifat nakiroh (indefinite, tidak spesifik) yang biasanya bermakna umum.

إِنَّ هَذِهِ الحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا مِنَ السَّام

Artinya:
”Sesungguhnya pada habbatussauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian.” (Muttafaqun ‘alaihi HR. Bukhari no. 5687, Muslim no. 2215).

Dari hadits diatas diketahui bahwa Habbatussauda mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit keculi kematian. Lantas seperti apa Habbatussauda itu ?, Kandungan apa saja yang ada dalam Habbatussauda ?, lalu bagaimana pandangan ulama Thibbun Nabawi perihal Habbatussauda ini ?, dan manfaat apa saja yang didapat jika mengkonsumsi Habbatussauda ?, berikut Spiriit Muslim akan mengupas selengkapnya.

Baca Juga: Benarkah Habbatussauda adalah obat segala macam penyakit.
Baca Juga: Cara tepat meracik resep Habbatussauda untuk terapi beberapa macam penyakit.

APA ITU HABBATUSSAUDA ?

Habatus Sauda merupakan biji jinten hitam yang berasal dari tanaman berbunga sejenis semak belukar yang tumbuh liar pada setiap musim di beberapa kawasan seperti di utara Afrika, Asia dan Jazirah Arab.

Nama ilmiahnya adalah Nigella Sativa, Berbatang pendek dengan tinggi 50 cm. Buahnya berbentuk mirip kapsul, yang di dalamnya terdapat biji kecil-kecil berwarna putih dengan bentuk segi empat. Warnanya cepat sekali berubah menjadi hitam jika terkena udara.

Jintan hitam memiliki rasa dan aroma khas pahit-pedas seperti kombinasi bawang merah, lada hitam, dan oregano.

Belakangan ini tidak kurang dari 150 penelitian yang dimuat di berbagai jurnal ilmiah semakin memperkuat bukti tentang berbagai khasiat yang pernah disebutkan oleh orang-orang terdahulu tentang tumbuhan ini. Penelitian ini kebanyakkan berasal dari Eropa, khususnya Austria dan Jerman yang berada di barisan terdepan dari negara-negara yang mempromosikan dihidupkannya kembali pengobatan herbal sebagai pengobatan alternatif.

KANDUNGAN HABBATUSSAUDA.

Kembali dalam pembahasan Habbatussauda, Habbatussauda’ yang dipercaya berkhasiat mengobati segala jenis penyakit dingin nyatanya memiliki kandungan 40% minyak takasiri dan 1,4% minyak atsiri, 15 jenis asam amino, protein, Ca, Fe, Na dan K. Kandungan aktifnya berupa Thymoquinone (TQ), Dithymouinone (DTQ), Thymohydroquimone (THQ) dan Thymol (THY). Dalam 100 gr Habbatussauda’ mengandung zat-zat sebagai berikut:
  1. 13,19 gr air.
  2. 6,2 mg Niasin.
  3. 9,17 gr protein.
  4. 3,6 gr Fiber.
  5. 9,12 gr lemak.
  6. 8,7 gr Abu.
  7. 80,10 mg kalsium.
  8. 463 Kalori.
  9. 20 mg vitamin A.

PANDANGAN ULAMA THIBBUN NABAWI.

Habbatussauda memang terkenal akan khasiatnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit, akan tetapi tidak semua penyakit bisa diobati dengan Habbatussauda, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani: “Yang dimaksud dengan perkataan Rosulullah SAW:…..segala penyakit……adalah: setiap penyakit yang dapat diobati dengannya. Karena sesungguhnya Habbatussauda ini bermanfaat untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh unsur dingin (Al-barid). Adapun untuk penyakit yang disebabkan oleh unsur panas maka tidak bisa “.

Sebagaimana beliau (Ibnu hajar) mengutip perkataan Al-Khaththabi Rohimahullah dimana beliau mengatakan: “Perkataan Rosulullah SAW: ….Obat bagi semua penyakit…. Termasuk dalam kalimat yang umum. Namun yang dimaksud adalah makna yang khusus. Karena tidak ada satupun tumbuhan yang mengandung semua bahan yang dapat melawan semua penyakit. Akan tetapi yang dimaksud adalah penyembuhan semua penyakit yang disebabkan oleh unsur basah ( Ruthubah ).

MANFAAT DAN KHASIAT HABBATUSSAUDA YANG TELAH TERUJI.

1. Sebagai Obat HIV.
Menurut salah satu dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yakni Akrom M.Kes, menyebutkan bahwa ekstrak heksan biji jinten hitam memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai Imunomodulator pada penderita Imunodefisiensi seperti pasien terinfeksi HIV-AIDS yang mengalami penurunan jumlah sel CD4. Berdasarkan uji coba yang dilakukan dengan tikus percobaan, efek ekstrak biji Habbatussauda mampu meningkatkan Limfosit CD4, CD8, kadar IFNgamma, dan Hematoprotektor. Hal inilah yang membuatnya yakin bahwa Habbatussauda memberikan harapan bagi pasien-pasien HIV-AIDS yang menjalani terapi antiretroviral (ARV) sebagai terapi ajuvan.

2. Mencegah Kanker Hati.
Para peneliti di Srilangka telah melakukan penelitian terhadap 60 ekor tikus yang diberi zat Diethyl Nitrosamine yang bisa mengakibatkan terjadinya serangan kanker. Sebagian dari tikus itu diberi ramuan Habbatusssauda’ dan sebagian lagi diberi ramuan lain. Para peneliti mengamati tikus-tikus ini selama satu minggu, kemudian mereka meneliti jaringan hati tikus-tikus tersebut, hasilnya adalah pengaruh kanker jauh lebih rendah pada tikus-tikus yang diberi Habbatussauda’. Para peneliti tersebut menyimpulkan bahwa Habbatussauda berperan melindungi hati dari pengaruh serangan kanker.

3. Mencegah Kanker Payudara.
Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh majalah Bio Med Sci Instrum, 2003, para peneliti di Missisipi USA menemukan bahwa penggunaan ekstrak Habbatussauda sangat efektif untuk menghambat perkembangan sel-sel kanker payudara.

4. Melindungi Jantung dan Pembuluh Darah.
Peningkatan zat Homosisitin dalam darah meningkatkan resiko terjadinya penyakit pembuluh darah jantung, pembuluh darah otak, dan pembuluh darah periferal. Para ilmuwan menemukan bahwa pemberian asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12 bisa menyebabkan penurunan kadar Homosisistin dalam darah.

Dari sini, para peneliti dari Univ. King Saud-Arab Saudi, melakukan penelitian guna mengetahui pengaruh Habbatussauda terhadap kadar Homosisitin darah. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Int J Cardiol, Januari 2004. Peneliti memberikan zat Thymoquinone (zat aktif dalam Habbatussauda) kepada sekelompok tikus percobaan (100 mg/kg), dalam 30 menit, selama seminggu. Para peneliti menemukan bahwa pemberian zat Thymoquinone bisa menjadi pencegah yang efektif terhadap kenaikan Homosisitin. Hal ini mengindikasikan bahwa Habbatussauda bisa melindungi jantung dan pembuluh darah.

5. Penurun Tekanan Darah.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr. M. El-Dakhakhny yang diterbitkan oleh majalah Therapy, th 2000, dilakukan penelitian tentang pengaruh ekstrak Habbatussauda (0,6 ml/kg sehari) dalam meluruhkan pembuangan urine dan menurunkan tekanan darah. Tekanan darah turun 22% pada tikus-tikus yang diobati dengan ekstrak Habbatussauda, sedangkan tikus-tikus yang diobati dengan Adalat (obat penurun tekanan darah yang populer) mengalami penurunan hanya 18%. Pembuangan urine pada tikus-tikus yang diobati Habbatussauda juga meningkat.

6. Menyembuhkan Diabetes Mellitus.
Dalam majalah Tohoku J Exp Med, september 2003, para peneliti di Turki melakukan penelitian terhadap 50 ekor tikus yang dijangkiti penyakit Diabetes Mellitus. Tikus-tikus itu dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi minyak atsiri Habbatussauda dalam peritoneum setiap hari selama 30 hari. Sedangkan kelompok kedua diberi cairan mineral tanpa diberi minyak Habbatussauda.

Para peneliti mendapati bahwa pemberian minyak Habbatussauda pada tikus-tikus yang terkena Diabetes menyebabkan penurunan kadar gula dalam darah tikus-tikus tersebut, serta peningkatan kadar Insulin dalam darah.

Thymoquinone (TQ) merupakan senyawa aktif utama yang terkandung dalam minyak Habbatussauda. Setelah melakukan percobaan pada tikus lab, sebuah penelitian dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia tahun 2014 menemukan bahwa injeksi TQ dalam dosis tinggi dapat menghentikan perkembangan penyakit diabetes tipe 1 seutuhnya. Hal ini yang mengindikasikan bahwa Habbatussauda mampu membantu mengobati penyakit diabetes.

7. Mencegah Sirosis Hati.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ghomidi dari Universitas King Faishal menyebutkan, bahwa tikus percobaan yang diberikan emulsi Habbatussauda mampu mengurangi pengaruh racun dari zat Carbon Tetrachloride terhadap hati. Selain itu penelitian yang dipublikasikan oleh Majalah Phytother Res, 2003, juga menguatkan indikasi bahwa tikus percobaan yang diberi minyak Habbatussauda memiliki resiko kecil terhadap kerusakan organ hati.

8. Menurunkan Kolesterol dan Gula Darah.
Di Maroko, para peneliti melalukan penelitian tentang efek minyak Habbatussauda terhadap kadar kolesterol dan gula dalam darah tikus percobaan. Tikus-tikus itu diberi 1 mg/kg minyak statis Habbatussauda selama 12 minggu. Pada akhir penelitian, kadar kolesterol turun 15%, lemak Trigliserida turun 22 %, gula darah turun 16,5% serta kadar Hemoglobin naik 17,5%. Ini mengindikasikan bahwa minyak Habbtussauda efektif menurunkan kadar kolesterol dan gula darah pada manusia.

9. Mencegah Gagal Ginjal.
Para peneliti dari Universitas Al-Azhar melakukan penelitian tentang pengaruh Thymoquinone (zat aktif pada Habbatussauda) terhadap gagal ginjal yang sengaja ditimbulkan pada tikus-tikus percobaan melalui zat Doxorubicin. Terlihat bahwa Thymoquinone menyebabkan berkurangnya pembuangan protein dan Albumin dari urine, dan ia benar-benar berkhasiat mencegah oksidasi serta memperlambat faktor-faktor negatif yang berpengaruh terhadap ginjal. Ini mengindikasikan bahwa Thymoquinone bisa memiliki peran untuk mencegah terjadinya gagal ginjal.

10. Melindungi Lambung.
Dr. M. El-Dakhakhny dari Univ. Iskandariah Mesir, melakukan kajian pengaruh Habbatussauda dalam melindungi selaput lambung dari pelukaan yang disebabkan oleh alkohol pada tikus percobaan. Terbukti bahwa minyak Habbatussauda berkhasiat sebagai pelindung efektif dari pengaruh yang bisa melukai lambung yang ditimbulkan oleh alkohol.

11. Sebagai Antioksidan.
Habbatussauda juga terbukti bermanfaat sebagai Antioksidan yang baik bagi tubuh manusia, hal initelah dibuktikan pada hasil penelitian yang dipublikasikan majalah J Vet Me Clin Med, 2003. Penelitian yang menggunakan tikus percobaan ini terbukti mampu mengurangi kadar oksidasi lemak serta meningkatkan aktivitas anti-oksidasi (antioksidan). Telah diketahui antioksidan membantu melindungi tubuh dari pengaruh radikal bebas yang menyebabkan terjadinya kerusakan jaringan dan timbulnya beberapa penyakit seperti Arterosklerosis, kanker, pikun dsb. Sebuah penelitian lain yang dipublikasikan dalam majalah Drug Chem Toxicol, 2003, menegaskan adanya pengaruh anti-oksidasi (antioksidan) dalam minyak Habbatussauda.

12. Membunuh Bakteri.
Dr. Mursi dari Universitas Kairo melalukan penelitian yang dipublikasikan tahun 2000 untuk mengetahui pengaruh Habbatussauda terhadap bakteri. Ia meneliti 16 jenis bakteri gram negatif dan 6 jenis bakteri gram positif. Sebagian dari bakteri-bakteri itu terkena pengaruh dari ekstrak Habbatussauda.

13. Mengobati Alergi.
Sebuah penelitian di Jerman yang dipublikasikan Majalah Tohoku J Exp Med, 2003, para peneliti melakukan penelitian terhadap 125 pasien yang terkena alergi (sinusitis), asma bronkial, dan eksim yang disebabkan oleh alergi. Semua penderita alergi tersebut diobati dengan minyak Habbatussauda dengan dosis antara 40-80 mg/kg berat badan selama sehari. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan gejala pada setiap penderita asma bronkial, sinusitis, atau eksim. Para peneliti tersebut menyimpulkan bahwa minyak Habbatussauda sangat efektif sebagai suplemen obat untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh alergi.

14. Mengobati Asma.
Para peneliti dari Universitas King Saud, Riyadh, telah melakukan penelitian tentang pengaruh Thymoquinone (yang merupakan zat aktif utama pada minyak Habbatussauda) terhadap Trachea Guinea Pig (babi hutan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thymoquinone berkhasit melonggarkan otot Trachea, artinya ia melonggarkan Trachea dan bronkus. Hal Ini diklaim akan membantu pengobatan asma bronkial.

15. Menghambat Perkembangan Jamur.
Dalam penelitian yang dipublikasikan majalah Phytother bulan Pebruari 2003, peneliti dari Universitas Aga Khan Pakistan sengaja menjangkiti tikus-tikus percobaan dengan jamur Candida Albicans dan kemudian diobati dengan ekstrak Habbatussauda. Para peneliti menemukan bahwa perkembangan jamur tersebut sangat terhambat.

16. Sebagai Obat Reumatik.
Dalam penelitian yang dipublikasikan majalah Phytother,September 2003 menyebutkan bahwa Satu hal yang sudah lumrah diketahui oleh para dokter adalah ada zat yang dihasilkan oleh sel-sel makrofag, yang disebut Nitric Oxide. Para peneliti menemukan bahwa ekstrak Habbatussauda menekan produksi Nitric Oxide, dimana hal itu bisa menafsirkan pengaruh Habbatussauda dalam meringankan infeksi sendi.

Dari Universitas Faishol Damam, Dr.Ghamidi mengemukan kajian yang dipublikasikan di jurnal J.Ethno Pharmacol, 2001, bahwa Habbatussauda berkhasiat sebagai obat analgesik dan anti-artritis.

17. Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh.
Habbatussauda atau yang lebih kita kenal dengan ekstrak jintan hitam ternyata dapat meningkatkan system kekebalan tubuh dan dapat juga dijadikan sebagai Bioreguler, hal ini dikemukakan oleh Prof. G. Reimuller, Direktur Institut Imunologi dari Universitas Munich. Hal ini dikarenakan oleh jintan hitam yang dapat menghasilkan sel-sel T yang baik untuk menghasilkan imunitas yang kuat bagi tubuh kita. Dan juga Jinten hitam dapat dijadikan obat bagi serangan kanker dan AIDS.

18. Meningkatkan Daya Ingat dan Konsentrasi.
Menurut penelitian, Habbatussauda mengandung asam linoleat (omega 6) dan asam linolenat (omega 3) yang sangat baik untuk kecerdasan otak kita. Selain membantu mencerdaskan otak, Habbatussauda juga memperbaiki system peredaran ke otak sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan juga bagi kaum lansia.

19. Mengatasi Gangguan Tidur dan Stress.
Habbatussauda mengandung Saponin memiliki manfaat seperti Kortikosteroid yang dapat mempengaruhi metabolism karbohidrat, protein, lemak dan juga fungsi jantung, ginjal, otot tubuh serta syaraf. Sehingga, Saponin dapat membuat kita untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan yang sering terjadi, gangguan tidur dan juga menghilangkan stress.

20. Melancarkan ASI.
Bagi para ibu yang memiliki masalah dengan ASI atau susahnya keluarnya ASI dapat mengonsumsi jinten hitam ini, karena kandungan asam lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat dalam minyak Habbatussauda ternyata dapat melancarkan Air Susu Ibu. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan di Universitas Potchestroom tahun 1989.

21. Anti Tumor.
Dalam kongres kanker internasional di New Delhi, seorang ilmuwan dari laboratorium Kanker dan Imunologi, California Selatan memperkenalkan minyak Habbatussauda dan mengatakan bahwa Habbatussauda dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan. Senyawa yang terdapat dalam minyak ini juga dapat menghancurkan sel-sel tumor dan juga dapat meningkatkan Antibody.

22. Meningkatkan Kualitas Sperma.
Nikotin pada rokok telah lama diketahui dapat mengurangi kelincahan (Motilitas) Sperma serta mempengaruhi bentuk normalnya. Nikotin juga memunculkan dampak negatif pada struktur jaringan Testis. Kelainan pada Sperma dan Testis merupakan faktor resiko penting dari masalah kesuburan pria. Sebuah penelitian asal University of Malaysia tahun 2014 dalam jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine melaporkan bahwa minyak Habbatussauda diklaim mampu meningkatkan kualitas Sperma dan menunjang struktur jaringan organ Testis yang lebih baik.

MANFAAT LAIN HABBATUSSAUDA.

Manfaat Habbatussauda pertama kali diteliti oleh Ibnu Sina, ilmuwan Persia yang dianggap sebagai salah satu pemikir dan penulis paling terkenal dari Zaman Keemasan Islam, dalam jurnal medisnya Canon of Medicine. Ibnu Sina menulis bahwa biji jinten hitam ini bermanfaat sebagai pengobatan sesak napas, baik karena gejala asma atau karena masalah pernapasan lainnya.

Dalam pengobatan tradisional, Habbatussauda digunakan terutama sebagai perangsang produksi ASI, dan obat cacingan. Jinten hitam juga telah digunakan sebagai Diuretik dan pelemas otot (untuk kedutan dan kejang), serta untuk meningkatkan kekebalan tubuh guna melawan penyakit menular pada orang yang memiliki sistem imun lemah.

Selain itu, biji jinten hitam telah digunakan untuk mengobati sakit kepala, sakit gigi, serta flu dan hidung tersumbat. Habbatussauda juga telah digunakan untuk mengobati mata merah (konjungtivitis), wasir, luka bernanah (Abses), rematik, reaksi alergi, hingga masalah pencernaan seperti diare, disentri, sembelit, kolik, dan perut kembung. Minyak Habbatussauda yang dioles ke kulit juga dilaporkan bisa menyembuhkan reaksi alergi kulit akibat dermatitis kontak.

0 comments:

Post a Comment