August 26, 2017



Spirit Muslim. Perjalanan kehidupan Nabi Yunus menjadi salah satu kisah menarik yang tercantum dalam Al-Quran. Kisah Nabi Yunus tersebut penuh hikmah dan menjadi salah satu teladan bagi umat Muslim. Salah satu kisah yang terkenal mengenai kehidupan Nabi Yunus adalah kisahnya dengan kaum Ninawa dan ditelannya Nabi Yunus oleh Ikan Nun hidup-hidup. Banyak kejadian yang dapat kita jadikan pelajaran atas kisah Nabi Yunus ini. Berikut kisah selengkapnya.

Nabi Yunus merupakan salah seorang Nabi yang menganut ajaran Samawi (Islam, Yahudi, Kristen). Beliau dikenal juga dengan sebutan Dzun Nun dan Yunan. Beliau merupakan putra dari Matta keturunan Benyamin Bin Ya'qub Bin Ishaq Bin Ibrahim. Nabi Yunus ditugaskan untuk berdakwah kepada orang Asy-Syiria di Ninawa-Iraq. Kaum Ninawa adalah salah satu kaum yang tergolong sangat keras kepala, penyembah berhala, dan gemar melakukan kejahatan.
NABI YUNUS DAN KAUM NINAWA
Dikisahkan pada suatu ketika, Nabi Yunus mendapat perintah mengajak sebuah penduduk untuk beriman terhadap Allah S.W.T. Namun penduduk tersebut tidak menggubrisnya dan lebih memilih menyembah berhala.

Para ahli tafsir menyebutkan bahwa penduduk yang dimaksud adalah penduduk kampung Ninawa, sebuah wilayah yang berada di Mosul-Irak. Nabi Yunus menjalankan perintah tersebut dengan mengajak penduduk tersebut untuk beriman kepada Allah.

Pada awalnya ...............

Ajaran Nabi Yunus tersebut masih terbilang baru yang masih terdengar asing bagi penduduk Ninawa. Oleh karena itu kaum Ninawa tidak serta merta langsung menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang penduduk Ninawa, melainkan dengan mentah-mentah mereka menolaknya.

Selain itu.............

Nabi Yunus juga masih terbilang orang asing yang mana beliau bukan berasal dari keturunan penduduk Ninawa tersebut. Ajaran yang dibawa Nabi Yunus sedikitpun tidak mampu menggugah hati kaum Ninawa hingga akhirnya Nabi Yunus putus asa dibuatnya.

Bahkan.........

Penduduk tersebut menolak ajaran Islam dengan mengolok dan menghina Nabi Yunus atas ajaran yang dibawanya itu. Hanya terdapat dua orang dari penduduk tersebut yang mengikuti Nabi Yunus yakni Rubil yang memiliki sifat 'alim nan bijaksana serta Tanukh yang memiliki sifat sederhana dan tenang.

Lalu turunlah wahyu yang menyatakan bahwa Allah akan menurunkan adzab jika penduduk wilayah tersebut tidak beriman. Dengan belas kasihnya, Nabi Yunus pun menyampaikan wahyu tersebut kepada penduduk Ninawa.

Namun apa yang terjadi .............???

Penduduk tersebut tetap kokoh dengan pendiriannya dan tidak menggubrisnya. Hingga akhirnya marahlah Nabi Yunus, lantas beliau pergi meninggalkan wilayah tersebut.

وَ ذَا النُّوْنِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِى الظُّلُمَاتِ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Artinya:
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus) ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: 'Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim". (Q.S. Al-Anbiya: 87).

Setelah kepergian Nabi Yunus, penduduk tersebut akhirnya sadar akan kesalahan yang telah mereka perbuat hingga membuat Nabi Yunus pergi meninggalkan mereka. Kaum Ninawa kebingungan mencari Nabi Yunus dan berteriak meminta ampunan Allah S.W.T. Mengetahui hal tersebut, lantas Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahan mereka dan adzab pun batal diturunkan. Setelah kejadian tersebut terjadi, mereka tetap bersikeras mencari Nabi Yunus untuk mengajari dan menuntun mereka kembali ke jalan yang benar.

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيْمَانُهَا إِلاَّ قَوْمَ يُوْنُسَ لَمَّا آمَنُوْا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِى الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَ مَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِيْنٍ

Artinya:
"Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus ?, ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka adzab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu". (Q.S. Yunus: 98).


NABI YUNUS DITELAN IKAN NUN HIDUP-HIDUP

Nabi Yunus yang meninggalkan kaum Ninawa dalam keadaan marah padahal Allah belum mengizinkannya untuk pergi meninggalkan mereka. Nabi Yunus pergi menuju kearah tepi pantai dan menaiki sebuah kapal. Nabi Yunus menaiki kapal tersebut dalam keadaan terguncang jiwanya. Kemarahan yang ada pada hati beliau membuatnya tidak mengetahui bahwa beliau telah lari dari ketentuan Allah. Dalam keadaan tersebut, bahkan beliau tidak sempat untuk membawa bekal untuk perjalanannya tersebut.

Kapal pun mulai menjauh dari tepi pantai.

Namun naas............

Ditengah perjalanan, sebuah badai besar datang menghantam kapal yang ditumpangi oleh Nabi Yunus tersebut. Ombak lautan menjadi sangat dahsyat dan angin berhembus begitu kencang. Kapal yang penuh akan muatan orang-orang dan bawaannya tersebut terbawa derasnya ombak kesana kemari hingga nyaris tenggelam. Penumpang kapal kemudian berinisiatif membuang sebagian muatan untuk meringankan beban kapal.


Namun tetap saja.......!!!!!!!!!

Kapal tersebut masih tetap oleng dan hampir menenggelamkan para penumpangnya termasuk Nabi Yunus. Hingga akhirnya semua penumpang kapal membuat kesepakatan untuk menentukan salah satu dari penumpang kapal dibuang ke laut untuk meringankan kapal tersebut.

Undian dilakukan. Pada undian tersebut jatuh kepada Nabi Yunus. Namun penumpang lain tidak ingin Nabi Yunus yang dibuang ke laut karena mereka mengetahui bahwa beliau adalah seorang Nabi. Akhirnya undian kedua dilakukan dan hasilnya sama. Hingga undian ketiga pun dilakukan dan hasilnya tetap sama bahwa Nabi Yunus lah yang harus dibuang ke laut.


Hingga pada akhirnya.......

Nabi Yunus memutuskan untuk menceburkan diri kedalam laut tersebut. Saat itulah Allah mengirimkan ikan Nun (sejenis ikan paus yang sangat besar) untuk menelan Nabi Yunus bulat-bulat. Nabi Yunus pun tinggal didalam perut ikan Nun tersebut selama 40 hari dan dibawa mengarungi lautan. Ikan itu membawa Nabi Yunus hingga ke dasar laut dalam kegelapan. Didalam perut ikan tersebut tubuh Nabi Yunus merasakan kepanasan yang begitu hebat.  Nabi Yunus terus berdzikir dan memohon ampun kepada Allah.

Sampai pada titik dimana Nabi Yunus merasakan dirinya telah diambang kematian. Beliau mencoba menggerakkan panca indranya dan anggota tubuh lainnya yang masih dapat digerakkan. Lantas beliau berdoa dan bertasbih kepada Allah. Doa Nabi Yunus tersebut tertera dalam penggalan terakhir surat Al-Anbiya ayat 87.

Allah mendengar dan mengijabah doa Nabi Yunus tersebut dan memerintahkan ikan tersebut untuk mendamparkan Nabi Yunus di tepi sebuah pantai. Ikan tersebut mentaati perintah Allah dan memuntahkan nabi Yunus di tepi sebuah pantai.


Setelah keluar dari perut ikan tersebut, Nabi Yunus tampak sakit. Matahari yang menyinarinya semakin membuat tubuh Nabi Yunus merasakan sakit. Beliau tetap bertasbih kepada Allah, hingga pada akhirnya Allah menumbuhkan sebuah pohon "Yaqthin", yakni pohon yang mirip dengan labu dan Allah menyembuhkan sakit yang diderita nabi Yunus tersebut dan mengampuni kesalahan yang telah beliau perbuat.

Allah memberitahu Nabi Yunus bahwa jika bukan karena tasbih yang diucapkannya niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan tersebut hingga hari kiamat.

Setelah Nabi Yunus pulih dari rasa sakit yang dia derita, akhirnya beliau memutuskan kembali kepada kaum Ninawa.

Beliau akhirnya tiba di kampung tersebut

Beliau dibuat terkejut atas perubahan yang terjadi pada kaum tersebut, yang pada mulanya mereka menentang keras ajaran yang dibawa Nabi Yunus namun kini mereka telah berbalik arah untuk mengikuti ajaran Nabi Yunus dengan beriman terhadap Allah. Kemudian Nabi Yunus mengajari kaum tersebut kitab tauhid dan menyempurnakan iman mereka. Semua kejadian yang dialami oleh Nabi yunus tersebut telah termaktub dalam Al-Qur'an surat Ash-Shaffat ayat 139-148.

Itulah tadi kisah Nabi Yunus dengan para kaumnya dan ikan yang pernah menelannya hidup-hidup. Kisah ini mengandung pelajaran bagi kita agar selalu bersabar dalam menghadapi cobaan yang telah Allah gariskan kepada kita. Terlebih jika hal tersebut menyangkut perkara maslahat umat, kita harus bisa lebih bersabar dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Semoga sepenggal kisah ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk lebih meningkatkan keimanan dan kesabaran kita dalam menjalankan perintah agama. Amin.

0 comments:

Post a Comment