July 17, 2017
2




Spirit Muslim. Al-Quran, sebuah mu'jizat yang penuh rahasia didalamnya. Namun sayangnya, hingga saat ini hanya beberapa fakta saja yang mampu diungkap oleh sains modern abad ini. Ini merupakan bukti bahwa ilmu sains yang begitu hebatnya tidak akan pernah mampu untuk menandingi kehebatan dan keagungan Al-Quran yang Allah turunkan sebagai petunjuk bagi orang-orang yang beriman.

Sebagai contohnya saja fenomena kobaran api di dasar laut. Apabila kita pikir secara logika, tentu hal itu tidak masuk akal. Api yang bercampur dengan air laut dan keduanya mampertahankan sifatnya masing-masing. Secara logika, apabila api disiram dengan air pasti akan api tersebut akan padam. Namun tidak demikian dengan fenomena kobaran api didasar laut ini. Inilah sebagian daripada tanda-tanda kekuasaan Allah. Sebuah fenomena yang pada dasarnya telah tercantum dalam Al-Quran yang telah diungkap lama bahkan sebelum sains berkembang pesat seperti saat ini. Untuk lebih jelasnya Spirit Muslim akan membagikan penjelasan Al-Qur'an mengenai fenomena kobaran api di dasar laut.

PENJELASAN AL-QURAN

Fenomena bercampurnya air laut dengan kobaran api dibawah laut ini telah dijelaskan oleh Allah dalam firmannya. Allah berfirman dalam surat At-Thur ayat 1-6:

وَ الطُّوْرِ(1) وَ كِتَابٍ مَّسْطُوْرٍ(2) فِيْ رَقٍّ مَّنْشُوْرٍ(3) وَ الْبَيْتِ المَعْمُوْرِ(4) وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِ(5) وَ الْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِ(6) إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ(7) مَا لَهُ مِنْ دَفِعٍ(8

Artinya:
"Demi Bukit. Dan kitab yang ditulis. Pada lembaran terbuka. Dan demi Baitul Ma'mur. Dan atap yang ditinggikan (langit). Dan laut yang didalam tanahnya ada api. Sesungguhnya adzab Tuhanmu pasti terjadi. Tidak seorangpun yang dapat menolaknya". (Q.S. At-Thur: 1-6).

Selain dari ayat diatas, kita juga dapat melihat hadits nabi yang berhubungan erat dengan fenomena ini. Nabi bersabda: "Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji, berumrah, atau orang-orang  yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan terdapat api dan di bawah api terdapat lautan". Namun sayangnya Imam Al-Abbani menyatakan bahwa hadist tersebut Munkar dan berstatus lemah untuk dijadikan sebagai rujukan.

Pada saat Al-Quran diturunkan, kebanyakan manusia masih mengalami kesulitan dalam menangkap dan memahami isyarat Allah S.W.T secara luas, tidak lain hal semacam ini dikarenakan kemajuan dan teknologi pada masa itu masih belum mumpuni untuk mengungkap dan membuktikan rahasia yang ada pada Al-Quran.

Bangsa Arab sendiri kala itu masih mengartikan lafadz مَسْجُوْرَ secara apa adanya. Mereka mengartikan bahwa lafadz tersebut bermakna antara air dan api tidak dapat bersatu, mereka menganggap bahwa air dan api dapat disatukan dengan sebuah media yakni sebuah tungku sehingga api mampu membuat air menjadi panas dan mendidih.
Selain itu dengan adanya gunung-gunung yang mampu meledak dan mengeluarkan lahar panas membuat mereka menisbatkan lafadz tersebut pada peristiwa di akhirat kelak. Namun seiring dengan perkembangan zaman, ahli tafsir mencoba untuk menggali lebih dalam makna lafadz مَسْجُوْرَ secara lebih luas. Hingga pada akhirnya mereka menemukan makna lain dari lafadz مَسْجُوْرَ yakni مَلَءَ dan كَفَّ yang berarti "memenuhi dan menahan". Ini adalah awal permulaan ditemukannya fakta bahwa terdapat api didalam lautan yang mana fakta tersebut baru bisa diungkap pada era abad ini.

PENJELASAN SAINS.

Sains memegang peranan penting untuk mengungkap berbagai hal yang masih rahasia di belahan bumi ini. Tak terkecuali perihal keberadaan gunung berapi. Seperti yang kita tahu bahwa ilmu pengetahuan telah mengungkap bahwa gunung berapi tidak hanya terdapat didaratan saja, namun gunung berapi tersebar diseluruh penjuru bumi termasuk didalam samudera.

Dengan mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa karakter dari gunung-gunung tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan berapi yang dapat meledak layaknya gunung berapi pada umumnya melalui jaringan retak yang sangat besar. Jaringan ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi yang tersebar di berbagai samudera dan lautan di bumi. Kedalaman retakan ini mencapai 65 Km yang mampu menembus lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga). Lapisan ini memiliki tingkat keretakan yang sangat tinggi.

Baca juga: Penjelasan Black Hole dalam Al-Quran

Bebatuan lunak ini didorong oleh arus muatan panas dengan suhu mencapai 1.000 derajat celcius yang dipenuhi oleh magma yang mendidih didasar laut. Hingga pada akhirnya lambat laun magma tersebut terakumulasi dan dimuntahkan layaknya gunung berapi di daratan. Salah satu fenomena yang mencengangkan adalah meskipun magma tersebut keluar dari dasar lautan namun air laut yang begitu banyak dan melimpah tidak mampu memadamkan kobaran api dari magma tersebut. Inilah bukti nyata kekuasaan Allah S.W.T yang tiada tanding. Subhanallah.


Pada pertengahan tahun 1990-an, dua ahli geologi berkebangsaan Rusia, yakni Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya ilmuwan dari AS yakni Rona Clint pernah meneliti tentang kerak bumi dan patahannya di dasar laut. Para ilmuwan tersebut menyelam ke dasar laut sedalam 1.750 Km di lepas pantai Miami.

Sbagovich bersama dua rekannya tersebut menggunakan kapal selam canggih yang kemudian beristirahat di batu karang dasar laut. Di dasar laut itu lah mereka dikejutkan dengan fenomena aliran air yang sangat panas mengalir ke arah retakan batu. Kemudian aliran air itu disertai dengan semburan lava cair panas menyembur layaknya api didaratan disertai dengan debu vulkanik layaknya asap kebakaran.

Tidak tanggung-tanggung, panas suhu api vulkanis tersebut mencapai 231 derajat celcius. Mereka menemukan fakta bahwa fenomena alam itu terjadi akibat aliran lava vulkanis yang terjadi di dasar laut layaknya gunung api di daratan.


Lalu pada 2015 silam, ketika Brennan Philips mengirim instrumen kameranya di bawah laut Kavachi, mereka terkejut dengan adanya ikan jenis Sleeper Shark yang berenang di area gunung berapi di bawah laut. Hiu itu mampu hidup dengan tenang di lingkungan yang jauh lebih panas dan asam. Kavachi sendiri merupakan gunung berapi paling aktif yang ada di perairan dangkal dekat pulau Vanungu.

Fenomena serupa juga terjadi pada dasar laut merah. Laut merah merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi secara keras sehingga sedimen dasar laut ini kaya akan beragam jenis barang tambang. Atas dasar ini pemerintah kerajaan Arab Saudi, Sudan, dan salah satu negara Eropa memutuskan untuk melakukan proyek eksploitasi kekayaan tambang di dasar laut merah hingga saat ini.

Kapal-kapal proyek ini menggunakan Stappler (pengeruk) barang tambang untuk mengumpulkan sampel tanah dasar laut merah tersebut. Stappler terebut kemudian diangkat dari dasar laut pada kedalaman 3.000 m. Saat Stappler tersebut diangkat dan di buka, didalam Stappler tersebut terdapat tanah dan uap air yang memiliki suhu yang cukup panas yakni mencapai 3.000 derajat celcius.

Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah terdapat dalam Al-Quran yang menjadi bukti tersendiri akan kekuasaan Allah S.W.T sekaligus sebagai bukti akan kerasulan Muhammad karena beliau selalu terhubung dengan wahyu Allah. Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang mengetahui fakta-fakta ini kecuali baru pada beberapa dekade terakhir. Sehingga lontaran fakta ini benar-benar merupakan kemu'jizatan dan saksi yang menegaskan keagungan Allah dan kesempurnaan ciptaan Allah S.W.T. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Walllahu a'lam.

2 comments:

  1. Replies
    1. Mohon maaf, itu adalah kebijakan privasi kami. Jika ingin dibagikan silakan tekan tombol share atau copy url diatas. Terimakasih, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semoga bermanfaat. Barakallah.

      Delete