July 14, 2017



Spirit Muslim. Inilah sosok pendiri sekaligus pemimpin dari ormas FPI yang telah melakukan berbagai gebrakan luar biasa di berbagai lini kehidupan masyarakat. Beliau lah Habib Rizieq Shihab. Beliau memiliki biografi yang cukup terkenal ditengah-tengah masyarakat Indonesia. Meskipun sebagian orang menganggap beliau memiliki pemikiran yang keras, namun hal tersebut tidak serta merta mampu menyurutkan tekad beliau untuk menegakkan hukum Islam di Indonesia dengan fatwa amar ma'ruf nahi munkarnya. Berikut biografi selengkapnya mengenai sang pemimpin FPI, Habib Rizieq Shihab.

SEKILAS BIOGRAFI HABIB RIZIEQ SHIHAB

  • Nama Lengkap: Dr. Muhammad Rizieq bin Husein Shihab, Lc. M.A. DPMSS.
  • Kelahiran: Jakarta, 24 Agustus 1965.
  • Orang Tua: Habib Husein bin Muhammad Shihab & Syarifah Sidah Al-Atthas.
  • Istri: Syarifah Fadhlun.
  • Putera-puteri: Rufaidah Shihab, Humairah Shihab, Zulfa Shihab, Najwa Shihab, dan Mumtaz Shihab.
  • Karya: Tegakkan Syari'at Islam (2011), Hancurkan Liberalisme (2011), Wawasan Kebangsaan Menuju NKRI Bersyari'ah (2012), Dialog FPI, Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Kumpulan Shalawat.
  • Penghargaan: Pernah dinobatkan sebagai Mufti Agung Kesultanan Sulu Darul Islam oleh Sultan Sulu dengan gelar Datu Paduka maulana Syar'i Sulu (DPMSS) pada 19 Maret 2009

RIWAYAT KELUARGA.

Dr. Muhammad Rizieq bin Husein Shihab, Lc. M.A. DPMSS atau yang lebih akrab dikenal Habib Rizieq lahir di Jakarta 24 Agustus 1965. Beliau saat ini berumur 51 tahun. Beliau adalah seoorang tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pendiri dan pemimpin organisasi Front Pembela Islam (FPI). Beliau adalah seorang Habib keturunan ke-38 Nabi Muhammad S.A.W dengan klan Shihab (merujuk pada Shihabbuddin Al Bin Syekh) yang silsillahnya dapat ditelusuri sampai kepada Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib melalui Imam Ahmad Al-Muhajjir. Sementara itu, istrinya yang bernama Syarifah Fadhlun merupakan keluarga Sayyid dari klan Al Bin Yahya. Keduanya menikah pada 11 September 1987 dan dikaruniai 5 orang anak, yakni Rufaidah Shihab, Humairah Shihab, Zulfa Shihab, Najwa Shihab, dan Mumtaz Shihab. Kelima anaknya disekolahkan di Jam'iyyat Khair serta didatangkan juga guru privat ilmu agama dan ilmu umum. Beliau kini tinggal di Jl. Petamburan III No. 83 - Tanah Abang - Jakarta Pusat. Diujung gang rumahnya terdapat sebuah toko minyak wangi dan perlengkapan shalat milik Habib Rizieq.

Baca juga: Biografi lengkap Nabi Muhammad S.A.W

Habib Rizieq adalah anak kelima dari lima bersaudara. Beliau lahir di Jakarta pada tanggal 24 Agustus 1965 dari pasangan Habib Husein bin Muhammad Shihab dan Syarifah Sidah Al-Atthas. Kedua orang tuanya merupakan orang betawi keturunan Hadrammaut - Yaman. Ayahnya, Habib Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syekh bin Muhammad Shihab (lahir 1920) adalah salah seorang pendiri Gerakan Pandu Arab Indonesia (GPAI) yang didirikan bersama teman-temannya pada tahun 1937. Pandu Arab Indonesia adalah sebuah perkumpulan kepanduan yang didirikan oleh orang Indonesia keturunan Arab yang berada di Jakarta yang selanjutnya berganti menjadi Pandu Islam Indonesia (PII).

Baca juga: Biografi Imam Ghazali

Menurut sejumlah teman dari almarhum Habib Husein Shihab yang kini rata-rata berusia diatas 80 tahun, pemimpin Pandu Arab Indonesia ini pernah bekerja di Rode Kruis (kini Palang Merah Indonesia) pada masa kembalinya Belanda setelah proklamasi kemerdekaan. Habib Husein yang ketika itu berusia 20 tahun bekerja di bagian logistik. Disini beliau memiliki banyak hubungan dengan para pejuang kemerdekaan. Dia banyak memberikan makanan dan pakaian untuk para pejuang yang ketika itu bergerilya di Jakarta dan sekitarnya. Rupanya pihak NICA (tentara Belanda) mengendus tingkah lakunya itu karena kawannya sendiri yang tega menghianati dan melaporkannya pada NICA. Tanpa ampun lagi, Habib Husein Shihab pun ditangkap. Kedua tangannya diikat dan dibawa dengan kendaraan Jip.

Beliau dipenjara dan divonis hukuman mati oleh Belanda. Namun Habib Husein Shihab berhasil kabur dari penjara dengan melompat ke Kali Malang. Beliau selamat dengan luka tembak pada pantatnya. Beliau tersadar setelah beliau mendapat pertolongan dari  K.H. Nur Ali pejuang Bekasi yang sangat ditakuti NICA.

Habib Husein wafat pada tahun 1966 saat Habib Rizieq berusia 11 bulan. Sejak saat itu beliau diasuh oleh ibunya yakni Syarifah Sidah Al-Atthas. Setelah berusia 4 tahun, beliau rajin mengaji di masjid-masjid dekat tempat tinggalnya. Sebagai orang tua tunggal, ibunya yang bekerja sebagai penjahit dan perias pengantin juga sangat memperhatikan pendidikan Habib Rizieq serta membimbingnya dengan pendidikan agama.


NASAB HABIB RIZIEQ SHIHAB

Habib Muhammad Rizieq Shihab bin Husein bin Muhammad Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Syekh bin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad Shihabuddin Al-Asghar bin Abdurrahman Al-Qadhi bin Ahmad Syihabuddin Al-Akbar bin Abdurrahman bin Syekh Ali bin Abu Bakr As-Sakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Maulad Daawilah bin Ali bin Alwi Ibnul Faqih bin Muhammad Al-Faqihil Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajjir bin Isa An-Naqib bin Muhammad Jamaluddin bin Ali Al-Uraidhi bin Ja'far As-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra Binta Rasulullah Muhammad S.A.W.


PENDIDIKAN

Habib Rizieq lulus Sekolah Dasar pada tahun 1976. Beliau melanjutkan sekolah di SMP 40 Pejompongan - Jakarta Pusat. Namun kendala jarak sekolah dengan rumahnya di Petamburan yang jauh, beliau kemudian dipindahkan ke sekolah yang relatif lebih dekat dengan tempat tinggalnya, yakni SMP Kristen Bethel Petamburan dan lulus pada tahun 1979. Beliau kemudian melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri Islamic  Village Tangerang dan lulus pada tahun 1982.

Pada tahun 1983, Habib Rizieq mengambil kelas bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Namun setelah 1 tahun menempuh studi, beliau mendapat tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk kuliah di Arab Saudi. Beliau kemudian melanjutkan program sarjana jurusan Studi Agama Islam (Fiqh dan Ushul Fiqh) di King Saud University yang ditempuhnya selama 4 tahun. Pada tahun 1990 Habib Rizieq dinyatakan lulus lengkap dengan predikat Cum Laude. Pada tahun 1992 sebelum kembal ke Indonesia, beliau sempat mengajar sebagai guru SMA di Arab Saudi selama 1 tahun.

Selain memberikan ceramah agama, sepulangnya ke tanah air Habib Rizieq juga menjadi kepala sekolah Madrasah Aliyah di Jam'iyyat Khair sampai pada tahun 1996. Ketika sudah tidak menjabat lagi sebagai kepala sekolah, beliau masih aktif mengajar di sekolah sebagai guru Fiqh dan Ushul Fiqh. Pengalaman  organisasinya dimulai saat beliau menjadi anggota Jam'iyyat Khair. Beliau juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Syariah di BPRS At-Taqwa Tangerang. Beliau juga adalah ketua sejumlah majlis ta'lim Jabotabek.

Habib Rizieq sempat mengambil program pascasarjana di Universitas Islam Internasional Malaysia selama 1 tahun. Setelah itu beliau kembali ke Indonesia sebelum magisternya selesai karena terkendala  biaya. Setelah beberapa tahun berlalu, akhirnya beliau mampu melanjutkan pendidikannya di bidang Syari'ah dan meraih gelar Master of Arts (M.A) pada tahun 2008 di Universitas Malaya dengan tesis berjudul "Pengaruh Pancasila Terhadap Pelaksanaan Syari'at Islam di Indonesia".

Pada tahun 2012, Habib Rizieq kembali ke Malaysia dan melanjutkan program pendidikan doktor dalam program Dakwah dan Manajemen di Fakultas Kepemimpinan dan Pengurusan Unisversiti Sains Islam Malaysia (USIM). Saat ini beliau sedang menyelesaikan disertasinya yang berjudul "Perbedaan Asal dan Cabang Ahlussunnah Wal Jama'ah" dibawah pengawasan Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni dan Dr. Ahmed Abdul Malek dari Nigeria.


AKTIVITAS SEHARI-HARI

Selain sibuk memimpin organisasi FPI, dalam kesehariannya beliau juga berjualan minyak wangi dan perlengkapan Shalat di toko miliknya. Beliau juga aktif berdakwah dan mengajar di Jam'iyyat Khair. Di rumahnya setiap malam Jum'at diadakan pengajian yang dimulai dari pukul 17.30 sampai 20.30. Wirid yang dilantunkan adalah wirid Al-Lathif dan Ratib Al-Haddad. Dua macam wirid ini cukup populer dikalangan tarekat Hadadiyyah yang namanya diambil dari Sayyid Abdullah Al-Haddad yang dinisbatkan kepada Imam Alawi bin Ubaidillah putra Imam Ahmad Al-Muhajjir yang dipandang sebagai Founding Father kaum Hadrami (Hadrammaut - Yaman Selatan). Tarekat yang dianut oleh para Habib adalah tarekat Alawiyyin / Alawiyyah yang berasal dari kata Ba'alawi yaitu suatu marga yang berasal dari Sayyid Muhammad bin Alawi. Tarekat ini berbeda dengan tarekat pada umumnya, perbedaan tersebut dapat dilihat dari praktiknya yang tidak menekankan segi Riyadhah (olah rohani) dan kezuhudan melainkan lebih menekankan kepada amal, akhlak, dan beberapa wirid serta dzikir ringan.


FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)

Habib Rizieq mendeklarasikan berdirinya FPI pada tanggal 17 Agustus 1998 di Pondok Pesantren Al-Umm, Tangerang. Front Pembela Islam adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Selain beberapa kelompok internal yang disebut sebagai "Sayap Juang", FPI juga memiliki kelompok Laskar Pembela Islam. Mereka adalah kelompok paramiliter yang dianggap kontroversial karena melakukan aksi penertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan syariat Islam terutama pada bulan Ramadhan.

FPI merupakan sebuah organisasi yang memiliki struktur. Adanya stuktur menunjukkan bahwa hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain merupakan suatu ikatan atas-bawah secara hirearkis. Relasi tersebut berlangsung dalam sebuah komando dengan posisi puncak ditempati oleh Habib Rizieq Shihab. Ide dan gagasan yang berkembang dalam tubuh FPI berasal dari Habib Rizieq. Posisi Habib Rizieq dipuncak komando dan wacana terbilang semakin kuat, hal ini terjadi karena adanya pencitraan yang positif terhadap dirinya oleh para pengikut FPI. Pencitraan positif ini juga dihubungkan dengan keimanan, pengetahuan, dan keberaniannya dalam membela Islam. Konsistensi adalah refleksi keimanan beliau. Karya tulis, pendidikan tinggi, serta kedalaman ilmu yang dimiliki beliau adalah bukti wawasan keilmuan beliau yang begitu luas. Beliau tak gentar menghadapi tantangan dan resiko walau harus masuk penjara adalah bukti keberanian beliau. Dimata pengikutnya, Habib Rizieq memliki semua sifat dan citra positif ini.

Dalam kehidupannya Habib Rizieq hidup sangat sederhana. Hal ini dapat dilihat dari rumah beliau yang berukuran cukup kecil dan berada di gang sempit, dan itu pun masih mengontrak. Mobil yang beliau gunakan juga masih kredit, padahal beliau sangat mungkin untuk hidup secara mewah dari jaringan sosial dan posisi yang beliau pegang saat ini. Namun semua itu ditolak oleh Habib Rizieq dan memilih hidup sederhana sembari berjuang menegakkan agama Allah.

Pilihan hidup tersebut membuat kedekatan jarak sosial semakin erat antara Habib Rizieq dengan para pengikutnya sehingga beliau tetap berada dalam kelas sosial budaya dengan para pendukungnya. Kenyataan lain yang membuat menguatnya citra positif Habib Rizieq di kalangan pengikutnya adalah kedekatan Habib Rizieq dengan beberapa tokoh politik, pejabat, dan militer, sebut saja Jendral Wiranto, Mayjen Jaja Suparman, Irjen Noegroho Djayusman, serta beberapa pejabat tinggi negara. Hubungan relasi tersebut secara tidak langsung semakin memperkuat wibawa dan pengaruh Habib Rizieq dimata para pengikutnya.

Ditengah perjalanan hidup beliau, berbagai cobaan pernah dialaminya, misalnya saja pada tanggal 3 Sya'ban 1419 H/22 November 1998 terjadi peristiwa Ketapang. Kejadian ini merupakan bentrok yang melibatkan ratusan preman dengan anggota FPI. Peristiwa ini menyeret FPI dalam tragedi berdarah yang menggemparkan dunia. Bahkan pada tanggal 11 April 1999 Habib Rizieq ditembak oleh orang tidak dikenal dan beliau berhasil selamat dari usaha pembunuhan tersebut.

Setahun kemudian yaitu sepanjang tahun 2000 terjadi penangkapan besar-besaran terhadap aktivis FPI diberbagai wilayah. Benarlah kata pepatah mengatakan "Semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menerjang". Begitulah yang dialami oleh Habib Rizieq Shihab beserta para aktivisnya yang terpaksa harus keluar masuk penjara serta menghadapi berbagai cobaan, cacian, dan ancaman.

Tepat pada tanggal 16 Oktober 2002, Habib Rizieq dipenjara dalam rutan Polda Metro Jaya tanpa adanya alasan yuridis yang jelas. Selanjutnya beliau keluar dari penjara meskipun harus menjadi tahanan rumah. Lalu pada 20 April 2003 penahanan Habib Rizieq ditangguhkan. Akan tetapi pada 21 April 2003 Habib Rizieq kembali dijebloskan ke rutan Salemba dan lagi-lagi hal ini pun juga tanpa alasan yang jelas.

Beberapa tahun kemudian tepatnya pada tanggal 30 Oktober 2008 Habib Rizieq divonis 1,5 tahun penjara karena dinyatakan bersalah terkait penyerangan terhadap massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada peristiwa insiden di Monas 1 Juni silam.

Tidaklah heran jika Sulthonul Ilmi Al-Habib Salim As-Syatiri pimpinan Ribat Tariem Hadrammaut Yaman pernah menyampaikan dalam haul ayahandanya Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Umar As-Syatiri bahwa "Para Habaib, ulama, shalihin serta Auliya' banyak sekali di bumi ini termasuk di Indonesia, akan tetapi, sangat jarang sekali ada seorang Habib yang berani seperti Habib Rizieq, Mungkin adanya 800 tahun sekali, itu pun dulu ketika zaman Al-Imam Faqih Muqaddmam Muhammad bin Ali-Ba'alawi".

Habib Rizieq berdakwah bukan hanya dengan amar ma'ruf nahi munkar, namun beliau bersama dengan FPI dan para pengikutnya juga melakukan berbagai bakti sosial di berbagai negeri di Indonesia. Tak layak hal ini dapat mengundang simpati masyarakat dari berbagai kalangan. Sangat jauh berbeda dengan pemberitaan-pemberitaan yang selalu menyudutkan atau memojokkan Habib dan FPI.

0 comments:

Post a Comment